Komisi VIII Tekankan Pentingnya Prokes yang Ketat Sambut Sekolah Tatap Muka

13-04-2021 / KOMISI VIII

Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto foto bersama usai memimpin Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VIII DPR RI ke Kanwil Kementerian Agama Kota Cilegon membahas Persiapan Belajar Tatap Muka di Madrasah dan Pesantren di Kota Cilegon, Banten, Senin (12/4/2021). Foto: Ist/Man

 

Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto meminta Kantor Wilayah Kementerian Agama Kota Cilegon untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat di 143 Madrasah di Kota Cilegon. Mengingat sekolah daring yang kini dilaksanakan tidak terlalu efektif dalam pembelajaran yang ada, sehingga rencana proses pembelajaran tatap muka, mesti dipersiapkan sebaik mungkin oleh seluruh sekolah madrasah di Kota Cilegon, Banten.

 

"Pastikan belajar tatap muka di madrasah dan pesantren dilakukan lebih matang dan dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat," ujar Yandri saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VIII DPR RI ke Kanwil Kementerian Agama Kota Cilegon membahas Persiapan Belajar Tatap Muka di Madrasah dan Pesantren di Kota Cilegon, Banten, Senin (12/4/2021).

 

Menurutnya, sejauh ini hasil evaluasi pembelajaran secara daring dinilai belum efektif,  sehingga rencana belajar tatap muka nanti harus disambut dan dipersiapkan lebih baik, melalui  koordinasi intensif dengan sejumlah pihak terkait, termasuk satgas Covid-19 di Kota Cilegon dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

 

Lebih lanjut Yandri juga mengatakan bahwa belajar-mengajar luring penting, karena sudah satu tahun peserta didik madrasah dan pesantren mengikuti pembelajaran secara daring, karena pandemi Covid-19 anak didik dan orang tua sudah merasakan kejenuhan yang berimbas kepada efektivitas jalannya proses belajar mengajar.

 

“Artinya, yang kita terima laporan dari Kanwil Kemenag Banten ada semacam sudah ada kebosanan dari anak didik yang memang sudah lama tidak keluar rumah, tidak  bertemu dengan teman-teman sekolah juga para guru di sekolahnya. Jadi, sekolah tatap muka ini juga menjadi sebuah mimpi besar bagi anak didik untuk kembali ke sekolah,” kata politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

 

Yandri juga menegaskan, apabila pandemi Covid-19 belum dapat dikendalikan, maka proses belajar dapat dilakukan secara hybrid, yaitu daring dan luring yang dapat dilaksanakan 50 persen dari jumlah peserta didik yang mengikuti pembelajaran secara tatap muka, sedang 50 persen sisanya mengikuti secara daring. “Antara peserta didik yang mengikuti secara daring dan luring dapat diselag-seling disesuaikan kebijakan masing-masing madrasah dan pesantren,” tutupnya. (ndy/es)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Komisi VIII Tekankan Pentingnya Prokes yang Ketat Sambut Sekolah Tatap Muka
13-04-2021 / KOMISI VIII
Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto meminta Kantor Wilayah Kementerian Agama Kota Cilegon untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat...
Komisi VIII Apresiasi Kreatifitas Balai Satria Baturraden
11-04-2021 / KOMISI VIII
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Diah Pitaloka, mengapresiasi kinerja Balai “Satria” Baturraden di Banyumas. Balai tersebut bukan hanya melakukan...
Perlu Kerja Keras Tuntaskan Masalah Kemiskinan
10-04-2021 / KOMISI VIII
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Diah Pitaloka menegaskan, perlu kerja keras dan fokus dalam mengentaskan permasalahan kemiskinan yang sifatnya...
Komisi VIII Apresiasi Keputusan Arab Saudi Izinkan Keberangkatan Jemaah Haji Indonesia
08-04-2021 / KOMISI VIII
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily menyambut baik keputusan Pemerintah Arab Saudi yang mengizinkan keberangkatan haji bagi...