Komisi III Kritisi Regulasi Lapas di Aceh

16-04-2021 / KOMISI III

Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan. Foto: Jaka/Man

 

Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan menilai lapas yang melebihi kapasitas hampir terjadi di seluruh Indonesia. Namun over kapasitas yang terjadi di lapas-lapas di Aceh karena kebanyakan narapidana kasus narkoba. Arteria menilai perlu dilakukan perubahan, supaya edukasi terhadap masyarakat Aceh terpenuhi, khususnya untuk mencegah kasus narkoba, dan berimbas pada berkurangnya narapidana kasus narkoba yang ditahan di lapas.

 

“Saya beranggapan kalau satu tindak pidana di Aceh mendominasi sampai 80 persen penjara, yang salah itu adalah regulasinya. Bayangkan, ada ribuan varian, seperti pembunuhan, pemerkosaan, bahkan pencurian dan macam-macamnya. Tetapi yang menghuni lapas mayoritas adalah narapidana narkoba,” tutur saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi III DPR RI ke Aceh, Sabtu (10/04/2021).

 

Politisi PDI-Perjuangan itu menegaskan, harus ada introspeksi untuk melakukan perbaikan dari jajaran Kanwil Kemenkum HAM sebagai pengelola lapas. Ia berpendapat bahwa dengan adanya permasalahan regulasi ini, DPR RI harus punya keinginan dan konsentrasi yang kuat untuk melakukan revisi Undang-Undang Narkotika.

 

“Nantinya, setelah kita revisi Undang-Undang Narkotika, kita harus bisa mempertimbangkan, bahkan memberikan batasan yang jelas, mana yang bandar dan mana yang kurir, mana yang pemakai korban dan sebagainya, sehingga bagi mereka yang betul-betul pemakai, kita lakukan rehabilitasi. Tetapi bagi yang tidak (menyalahgunakan narkoba, dan bagi pengedar narkoba, RED), ya kita lakukan hukuman secara berat dan serius,” tegas Arteria.

 

Arteria berharap DPR RI bisa melakukan perubahan terhadap regulasi yang baru, seperti skenario yang tegas. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir kasus narkoba yang membuat lapas kelebihan kapasitasnya. “Kita sudah bangun yang namanya lapas maximum security. Kita juga sudah lakukan beberapa treatment-treatment yang cukup keras. Mudah-mudahan dengan regulasi baru, kita bisa lakukan perbaikan dan pembenahan tata kelola,” tutup legislator dapil Jawa Timur VI itu. (dip/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Tindak Polisi Sewenang-wenang, Sahroni Apresiasi Instruksi Kapolri agar Propam Gandeng Komnas HAM
20-10-2021 / KOMISI III
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menyampaikan apresiasinya kepada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memberi arahan kepada...
Didik Mukrianto Dukung Kapolri Tindak Tegas Polisi yang Sewenang-wenang pada Rakyat
20-10-2021 / KOMISI III
Anggota Komisi III DPR RI Didik Mukrianto mendukung Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo agar bertindak tegas pada personelnya yang...
Taufik Basari Sayangkan Tindakan Oknum Polisi yang Intimidasi Warganet
19-10-2021 / KOMISI III
Anggota Komisi III DPR RI Taufik Basari menyayangkan sikap beberapa oknum polisi yang memberikan ancaman dan intimidasi kepada netizen (warganet)....
Sidang Virtual Pengadilan Tinggi Terkendala Akses Internet, Komisi III Akan Evaluasi
15-10-2021 / KOMISI III
Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara menjalankan sidang virtual demi menjaga jarak dan menghindari penyebaran virus Covid-19. Langkah ini diambil berlandaskan surat...