BKSAP Dorong Pendekatan Sensitif Gender dalam Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Pasca Pandemi

23-04-2021 / B.K.S.A.P.

Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Puteri Anetta Komaruddin dalam Webinar "EU/ASEAN Gender Parity: State Of Play and Perspectives," Kamis (22/4/2021). Foto: Ist/Man

 

Perempuan menjadi salah satu kelompok masyarakat yang paling terdampak di tengah pandemi Covid-19 yang telah bertransformasi menjadi krisis multidimensional, baik dari konsekuensi ekonomi akibat kehilangan pekerjaan, hingga berbagai peran yang diembannya di lingkup keluarga maupun masyarakat sebagai garda terdepan dalam penanganan pandemi. 

 

Hal itu disampaikan Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Puteri Anetta Komaruddin dalam Webinar "EU/ASEAN Gender Parity: State Of Play and Perspectives," Kamis (22/4/2021). Webinar ini terselenggara atas kerja sama ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) dan European Parliament dalam rangka merespon berbagai tantangan terkait kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

 

Webinar membahas pelaksanaan dan pandangan tentang keseimbangan gender dan solusinya di masa depan. Turut hadir perwakilan anggota parlemen negara-negara ASEAN yang tergabung dalam AIPA, anggota Parlemen Eropa, ASEAN Youth Organization, dan pelaku bisnis yang berbagi sudut pandang mengenai potensi dan tantangan pencapaian kesetaraan gender di berbagai sektor, baik pemerintahan maupun swasta.

 

Ada empat bidang untuk mencapai keseimbangan gender yaitu melalui pemberdayaan politik, partisipasi ekonomi dan kesempatan, jenjang pendidikan dan akses kesehatan.  Puteri yang juga Anggota Komisi XI DPR RI menyampaikan upaya penanganan dan pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19, pada tahun 2021 Indonesia mengalokasikan Rp403,9 triliun dengan salah satu fokus utama pada pemberdayaan dan penguatan kapasitas perempuan di bidang ekonomi. 

 

“Salah satu program yang dilakukan adalah pelatihan pemberdayaan perempuan pada sektor UMKM untuk dapat mengambil manfaat dari digitalisasi dalam dunia bisnis yang semakin meningkat di masa pandemi," terang politisi Partai Golkar ini.

 

Puteri sepakat bahwa kesetaraan gender merupakan tantangan bersama yang tidak saja membutuhkan peran perempuan, namun juga peran aktif pria. Maka, diperlukan kerja sama dan sinergi seluruh pihak, baik parlemen, pemerintah, organisasi masyarakat, sektor bisnis dan usaha, serta seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan kesetaraan gender.

 

Puteri juga menambahkan bahwa dengan semakin banyak perempuan terlibat dalam sektor ekonomi, maka tentu saja dapat berkontribusi pada pembangunan di tingkat nasional. Maka, dibutuhkan peran anggota parlemen untuk terus menyuarakan pendekatan sensitif gender dalam segala upaya penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi pasca pandemi di tingkat nasional maupun internasional. Sebagai salah satu wujud komitmen dalam mendorong tercapainya kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan sebagaimana tertera dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). (ann/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
BKSAP Dukung Untirta jadi Kampus Berdaya Saing di Asean
16-09-2021 / B.K.S.A.P.
Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon mengatakan, saat ini interaksi kampus sudah seharusnya berwawasan global. Sebagai...
BKSAP Harap Setiap Kebijakan Daerah Sejalan dengan SDGs
15-09-2021 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RIPutu Supadma Rudanamenyampaikan bahwa target Sustainable Development Goals(SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan...
BKSAP Dukung Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui Diplomasi ‘Soft Power’
14-09-2021 / B.K.S.A.P.
Badan Kerja Sama Atar Parlemen (BKSAP) DPR RI mendukung peningkatan mutu pendidikan di Indonesia agar ‘naik kelas’ melalui diplomasi soft...
Kabupaten Bangli Miliki Ketahanan Ekonomi Kuat Hadapi Pandemi
14-09-2021 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana menyampaikan, Kabupaten Bangli memiliki segala potensi yang besar...