Lewat Diplomasi Total, Berharap Kejayaan Rotan Cirebon Kembali Terangkat

27-04-2021 / B.K.S.A.P.

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Mardani Ali Sera dalam Sosialisasi Diplomasi Parlemen (BKSAP) di Universitas Muhammadiyah Cirebon. Foto: Ayu/nvl

 

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Mardani Ali Sera menjelaskan prinsip diplomasi total menurutnya adalah dengan mengangkat local wisdom atau kebijakan lokal, local value (nilai local) dan local product pada masing-masing daerah di Indonesia.

 

“Diplomasi total menurut saya dengan mengangkat local wisdom atau kebijakan lokal, local value dan local product pada masing-masing daerah di Indonesia. Karena sebuah Diplomasi secara menyeluruh atau total, harus terlebih dahulu menguatkan nilai-nilai lokal dan nasional,” ungkap Mardani usai menggelar Sosialisasi Diplomasi Parlemen (BKSAP) Sebagai Bagian dari Diplomasi Total Indonesia, di Universitas Muhammadiyah Cirebon, Jawa Barat, Senin (26/4/2021).

 

Dengan kata lain, masih kata Mardani, diplomasi total sekarang ini merupakan sebuah langkah untuk mengangkat budaya lokal. Misalnya, dulu rotan sangat kuat di Cirebon, namun sekarang sedikit sekali. Padahal rotan sesuai dengan prinsip kelestarian, sangat sustainable, bisa terus ada.  Selain itu, rotan juga bisa memberdayakan masyarakat lokal. Dan rotan ini cukup unik, konon hanya ada dan banyak tumbuh di Cirebon. Dengan kata lain, dulu kerajinan rotan Cirebon sangat luar biasa. Namun saat ini, tidak lagi. Tentu hal itu sangat memprihatinkan.

 

Oleh karenanya ia berharap dengan diplomasi parlemen masalah-masalah yang dianggap sulit dapat diselesaikan. Termasuk permasalahan yang menyangkut nilai dan kebijakan lokal tersebut dapat terurai dan sama-sama dapat dicarikan solusinya. Sebagaimana yang dialami oleh sektor sawit Indonesia. Meski masih belum bisa masuk ke Uni Eropa, namun sawit Indonesia telah diperbolehkan di Swiss setelah berhasil memenangkan referendum. Bahkan Swiss juga menghapus bea masuk sawit Indonesia ke negaranya.

 

Hal itu menurut politisi Fraksi PKS tersebut tidak lepas dari peran diplomasi yang dijalankan oleh semua elemen bangsa. Baik pemerintah, parlemen maupun pihak lainnya. Dengan demikian, ia berharap dengan adanya diplomasi total, maka nasib rotan di Cirebon pun dapat dikembalikan seperti sediakala, menjadi komoditas unggulan yang bisa meningkatkan perekonomian dan tingkat kesejahteraan masyarakat Cirebon.

 

Dalam sosialisasi yang dipimpin oleh Ketua BKSAP DPR RI Fadli Zon itu juga dihadiri oleh Anggota BKSAP Linda Megawati dan Himmatul Aliyah, yang ikut mengamini harapan Mardani dan seluruh masyarakat Cirebon tersebut. (ayu/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
DPR Tekankan Pentingnya Rencana Global Akhiri Pandemi di Pertemuan Parlemen Dunia
28-09-2021 / B.K.S.A.P.
Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani menekankan pentingnya Rencana Global untuk mengakhiri Pandemi Covid-19. Mengingat, Puan menyatakan pandemi telah...
DPR RI dan IPU Dorong Kerja Sama Parlemen Dunia Capai SDGs
28-09-2021 / B.K.S.A.P.
Pandemi Covid-19 telah menyebabkan seluruh negara di dunia menghadapi tantangan di berbagai bidang, bukan hanya kesehatan namun ekonomi, lingkungan, dan...
Program Gianyar Patut Dicontoh Daerah Lain
27-09-2021 / B.K.S.A.P.
Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Muslim mengaku bangga dan mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam mewujudkan...
Pembangunan Daerah Harus Linear dengan SGDs
27-09-2021 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana berharap, program-program Kabupaten Gianyar pada Rencana Pembangunan...