Penanganan Covid-19 dan Vaksinisasi Jadi Kunci Akselerisasi Ekonomi Nasional

17-05-2021 / LAIN-LAIN

Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus. Foto: Runi/Man

 

Badan Pusat Statistik (BPS) meliris pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2021 masih mengalami kontraksi 0,74 persen secara year on year (YoY). Terkait hal tersebut, Anggota DPR RI Guspardi Gaus mengatakan, dengan masih kontraksinya pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2021 sebesar 0,74 persen menunjukkan ekonomi Indonesia masih terjebak dalam kondisi resesi ekonomi.

 

Dalam siaran persnya, Senin (17/5/2021) Guspardi mengatakan, konsumsi rumah tangga yang lesu dan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) serta berbagai masalah dalam pencairan dana  program perlindungan sosial menjadi  faktor penyumbang minusnya pertumbuhan ekonomi kuartal I 2021. "Struktur ekonomi secara keseluruhan belum berubah sama sekali seperti sektor transportasi, perhotelan, dan restoran tetap berada pada zona bertahan hidup," ujarnya.

 

Berdasarkan data sementara yang di sampaikan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Realisasi anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) baru mencapai Rp 134,07  triliun (19,2 persen) dari total anggaran sebesar Rp 699,43 triliun hingga posisi per 16 April 2021.

 

Untuk itu Guspardi mendesak Pemerintah agar terus melakukan akselerasi belanja dan melakukan percepatan pencairan paket stimulus pemerintah seperti BLT dan bansos model Cash transfer dan program lainnya yang sudah ada dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). "Untuk mendorong daya beli masyarakat, Program PEN harus terus diperkuat dan semakin terarah untuk mendukung dunia usaha dalam menciptakan lapangan pekerjaan," imbuhnya.

 

Di samping itu, transformasi sektor digital perlu didorong.  karena di tengah pandemi dengan pembatasan  aktivitas masyarakat ( PPKM ) sebagian besar masyarakat  bergeser ke digital. "Menggenjot ekspor dan investasi juga mesti terus  ditingkatkan. Pasalnya, kedua indikator ini mempunyai kontribusi penting untuk  pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya ketika konsumsi rumah tangga, penyumbang ekonomi terbesar tengah tertekan," tandasnya.

 

Politisi PAN ini menegaskan, selain stimulus fiskal, yang lebih penting adalah penanganan dan kebijakan yang tepat untuk pengendalian pandemi Covid-19. Pelaksanaan vaksinasi sampai 27 April 2021 baru terealisasi 27,14 persen dari target 70 juta orang pada Juli 2021.

 

Guspardi menyatakan, penanganan pandemi yang lebih fokus dan serius dengan memastikan program vaksinasi yang massif kepada masyarakat mesti terus tingkatkan dan menjadi kunci untuk mengakselerisasi pemulihan  ekonomi nasional.

 

"Jika Covid-19 bisa dikendalikan, hal ini bisa menjadi momentum untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional. Tentu kami berharap, ke depan pandemi Covid-19 segera berlalu dan memberikan harapan bagi pemulihan ekonomi Indonesia semakin lebih baik," pungkasnya. (dep/es)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Dukung Program ‘Kampus Merdeka’, Setjen DPR Gelar ‘Magang di Rumah Rakyat’
14-06-2021 / LAIN-LAIN
Merdeka Belajar menjadi konsep penting dalam menyiapkan mahasiswa untuk menghadapi perubahan sosial, budaya, dunia kerja dan kemajuan teknologi yang pesat....
Revisi UU Pendidikan Kedokteran Beri Kemerdekaan Bagi Dokter
11-06-2021 / LAIN-LAIN
Revisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran (UU Dikdok) yang kini sedang diharmonisasi di Badan Legislasi DPR RI...
Persiapkan RUU Pendidikan Dokter, Fraksi Golkar Gelar Webinar
11-06-2021 / LAIN-LAIN
Masuknya revisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun 2021 mendorong Fraksi...
Slamet Aryadi Soroti Lonjakan Kasus Covid-19 di Madura
11-06-2021 / LAIN-LAIN
Situasi pandemi Covid-19 di Bangkalan, Pulau Madura, Provinsi Jawa Timur di kabarkan memburuk. Satuan tugas Covid-19 setempat memberlakukan karantina wilayah...