F-NasDem Apresiasi Langkah Pemerintah Jaga Tingkat Inflasi

25-05-2021 / PARIPURNA

Anggota DPR RI Willy Aditya saat membacakan pandangan Fraksi Partai NasDem terkait Pandangan terhadap Keterangan Pemerintah atas Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2022 dalam Rapat Paripurna DPR RI. di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (25/5/2021). Foto: Jaka/man

 

Fraksi Partai NasDem mengapresiasi langkah pemerintah dalam menjaga tingkat inflasi dalam negeri selama ini. Hal itu disampaikan Anggota DPR RI Willy Aditya saat membacakan pandangan Fraksi Partai NasDem terkait Pandangan terhadap Keterangan Pemerintah atas Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2022 dalam Rapat Paripurna DPR RI.

 

“Namun demikian, Fraksi Partai Nasdem memberikan catatan terkait fenomena deflasi yang terjadi di berbagai daerah. Menurut BPS, pada April 2021 dari 90 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) terdapat 18 kota yang mengalami deflasi di mana tingkat deflasi tertinggi adalah Kota Jayapura sebesar 1,26 persen,” ujar Willy di hadapan Rapat Paripurna di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (25/5/2021).

 

Menurut F-NasDem inflasi terlalu rendah, bahkan berada di level deflasi akan menekan pertumbuhan ekonomi. Deflasi yang terjadi secara tajam atau terus-menerus, jelas Willy, bisa merugikan aktivitas jual beli. Selain itu, penurunan harga barang dan jasa seringkali membuat produsen atau penyedia jasa mengalami kerugian karena penjualan tak menutup biaya produksi maupun biaya operasional.

 

“Oleh karena itu, pemerintah diharapkan mampu mengatasi kendala yang terjadi di daerah untuk mempercepat penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat miskin,” papar Willy. Diketahui, menurut laporan dari Bank Indonesia, tingkat inflasi pada 2021 diperkirakan akan meningkat 3,12 persen secara tahunan (year on year). Meskipun demikian, tingkat inflasi tersebut masih berada dalam rentang sasaran inflasi yang sebesar 2 hingga 4 persen.

 

Berdasarkan sektor ekonomi, hasil survei Bank Indonesia menunjukkan bahwa responden memperkirakan tingkat inflasi paling tinggi terjadi di sektor listrik, gas, dan air bersih yaitu sebesar 3,57 persen, serta sektor konstruksi 3,45 persen. Sementara itu, perkiraan inflasi paling rendah terjadi di sektor pengangkutan dan komunikasi yaitu secara rata-rata sebesar 2,72 persen. (rdn/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
RUU Perlindungan Data Pribadi Penting Segera Disahkan
02-06-2021 / PARIPURNA
Menyusul kebocoran data BPJS Kesehatan yang dimiliki pemerintah, Kementerian Komunikasi dan Informatika didesak segera bertindak. Di sinilah momentum penting RUU...
Presiden Harus Turun Tangan Selesaikan Permasalahan Haji
31-05-2021 / PARIPURNA
Anggota Komisi VIII DPR RI Achmad meminta Presiden Jokowi agar turun tangan langsung dalam urusan haji di masa pandemi Covid-19...
Jangan Ada Lagi Pemotongan Anggaran Sektor Pertanian secara Sepihak
31-05-2021 / PARIPURNA
Usai mendengarkan paparan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Rapat paripurna DPR RI mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal,...
Optimalisasi Pendapatan Negara Penting untuk Didorong
31-05-2021 / PARIPURNA
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan tanggapan pemerintah terhadap Pandangan Fraksi-Fraksi atas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF)...