Legislator Prihatin Masih Ada Hiburan Malam yang Beroperasi di Masa Pandemi

05-06-2021 / KOMISI III
Anggota Komisi III DPR RI Sari Yuliati dalam pertemuan Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi III DPR dengan Kapolda Sumut dan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut di aula pertemuan Mapolda Sumut, Medan. Foto: Rizki/nvl

 

Anggota Komisi III DPR RI Sari Yuliati merasa prihatin dengan masih adanya tempat hiburan malam atau yang lebih dikenal sebagai diskotek dapat beroperasi di masa pandemi Covid-19. Berdasarkan laporan yang diterima Sari, setidaknya ada tiga diskotek ilegal di Sumatera Utara yang beroperasi selama pandemi Covid-19. Hal ini menurut Sari, sangat membahayakan, karena diskotek tersebut berpotensi menyebarkan Covid-19, bahkan menjadi lokasi transaksi narkoba hingga judi.

 

“Saya mendapat laporan dari masyarakat ada tiga diskotek ilegal yang beroperasi. Selain membahayakan penyebaran Covid-19 juga menjadi pusat transaksi narkoba dan judi. Diskotek tersebut mempunyai kapasitas yang cukup luas yakni mampu menampung seribu orang,” kata Sari dalam pertemuan Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi III DPR dengan Kapolda Sumut Irjen Pol. Panca Putra Simanjuntak dan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut IBN Wiswantanu, di aula pertemuan Mapolda Sumut, Medan, Jumat (4/6/2021).

 

Sari menambahkan, tiga diskotek tersebut juga tidak mempunyai aturan jam operasional. Dimana pengunjung yang menentukan kapan buka dan tutup tempat hiburan malam itu. “Menurut laporan, (diskotek) itu mempunyai barang transaksi narkoba dari pemakai narkoba jenis sabu-sabu, tidak mempunyai aturan jam buka dan tutup tergantung kemauan pengunjung dan pembeli dari sabu-sabu tersebut. Selain narkoba, diskotek itu dilengkapi dengan mesin judi,” ungkap Sari.

 

Meski demikian, politisi Partai Golkar itu tetap mengapresiasi kepada aparat keamanan yang sering melakukan razia di tempat hiburan tersebut. Dari hasil razia tersebut selain mendapatkan mesin judi, tak sedikit didapati senjata tajam juga. Temuan tersebut menambah potensi meningkatnya tingkat kejahatan di Sumut.

 

“Jadi saya sangat prihatin Pak Kapolda dan Pak Kajati beserta jajaran, ketiga diskotek ini merupakan sumber dari penyebaran Covid-19 karena terus melakukan kerumunan setiap malamnya dan ini jadi seperti mendapat super duper pelanggaran, selain penyebaran Covid-19 ada transaksi narkoba dan juga judi, tapi saya juga memberi apresiasi kepada aparat yang sering mengadakan razia,” kata Sari.

 

Sari pun menegaskan, aparat keamanan harus konsisten untuk mencegah penyebaran Covid-19 dan mengurangi tingkat kejahatan di Sumut. Jangan sampai upaya razia yang telah dilakukan menjadi sia-sia. “Yang ingin saya tanyakan, kenapa setelah dilakukan razia, diskotek itu tetap dapat beroperasi kembali,” tandas legislator dapil Nusa Tenggara Barat II itu. (qq/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Sidang Virtual Pengadilan Tinggi Terkendala Akses Internet, Komisi III Akan Evaluasi
15-10-2021 / KOMISI III
Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara menjalankan sidang virtual demi menjaga jarak dan menghindari penyebaran virus Covid-19. Langkah ini diambil berlandaskan surat...
Komisi III Pantau Penanganan Kasus oleh Polda dan BNNP Sulut
15-10-2021 / KOMISI III
Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi III DPR RI mendapati informasi sejumlah kasus yang sedang ditangani oleh Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi...
Komisi III Apresiasi Kinerja Kejati Sulut
15-10-2021 / KOMISI III
Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi III DPR RI mendapati dua persoalan yang menonjol dari Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, yakni minimnya...
Rano Alfath Apresiasi Permintaan Maaf Kepolisian atas Tindakan Represif Anggotanya
15-10-2021 / KOMISI III
Anggota Komisi III DPR RI Moh. Rano Alfath mengapresiasi kerja cepat Polri, baik Kapolresta Tangerang maupun Kapolda Banten terkait tindakan...