Pansus Otsus Papua Minta Pemerintah Pusat Ikut Berkontribusi Susun Roadmap

08-06-2021 / PANITIA KHUSUS
Ketua Panitia Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua Komarudin. Foto: Oji/nvl

 

Ketua Panitia Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua Komarudin meminta Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi turut berkontribusi membantu pemerintah daerah di Papua dan Papua Barat terkait penyusunan kebijakan umum (roadmap) di bidang pendidikan dan kesehatan sehingga kesejahteraan masyarakat dapat diatasi.

 

"Sektor pendidikan, berdasarkan riset UGM, di daerah pedalaman anak-anak tamat SMA masih belum bisa membaca. Sementara di sektor kesehatan problem utama di Papua adalah pertumbuhan penduduk yang rendah karena diserang berbagai penyakit," ungkap Komarudin saat memimpin rapat kerja dengan Mendikbud Ristek RI dan Menkes RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (7/6/2021).

 

Untuk itu, melalui revisi RUU tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua, Komarudin Watubun  meminta pemerintah, dalam hal ini Kemenkes dan Kemendikbud Ristek untuk membuat terobosan yang dapat menyentuh kondisi rakyat di Papua. "Salah satunya kami meminta pemerintah bertekad untuk mencukupi kebutuhan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan kesehatan yang sangat dibutuhkan," katanya.

 

Sebelumnya, Menkes Budi Gunadi Sadikin merencanakan program beasiswa kuliah di Fakultas Kedokteran bagis siswa-siswi dari Papua dan Papua Barat. Budi mengatakan rencana ini demi mengatasi kekurangan dan tidak meratanya distribusi tenaga kesehatan di provinsi paling timur Indonesia itu.

 

“Kami akan buat program beasiswa, bagaimana semua lulusan terbaik SMA, di Jayapura, Merauke, Timika, saya mau membujuk supaya mau jadi dokter,” kata Budi.

 

Budi mengatakan, jumlah dokter di Indonesia kini baru 0,4 dokter per 1000 penduduk di Papua dan Papua Barat angkanya lebih kecil lagi dari rata-rata nasional, yakni 0,3 dokter per 1000 penduduk. Padahal untuk rata-rata negara di Asia, ada 1 orang tiap 1000 penduduk.

 

Selain kekurangan SDM tenaga kesehatan, Budi menyatakan banyak dokter kini masih terkonsentrasi di pulau jawa. Rencana program kedokteran ini merupakan salah satu bagian dari transformasi di bidang kesehatan yang dicanangkan Kemenkes RI. Dia pun berharap RUU Otsus Papua bisa sejalan dengan empat rencana transformasi ini. (rnm/er)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
RUU Landas Kontinen Perlu Diperbarui Demi Kepentingan Nasional
10-06-2021 / PANITIA KHUSUS
Anggota Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang (RUU) Landas Kontinen Muhammad Syafi’i menjelaskan pentingnya RUU Landas Kontinen untuk diperbarui agar dapat memperjelas...
RUU Landas Kontinen Dinilai Perlu Sebagai Hak Berdaulat atas SDA
10-06-2021 / PANITIA KHUSUS
Dengan banyaknya potensi sumber daya alam (SDA) di Indonesia sangat penting untuk melakukan penetapan batas laut teritorial, landas kontinen dan...
Revisi UU Otsus, Legislator Minta Kemendes Beri Pandangan Yang Lahirkan ‘Outcome’ Baik Papua
09-06-2021 / PANITIA KHUSUS
Anggota Pansus Otonomi Khusus (Otsus) Papua DPR RI Agun Gunanjar Sudarsa meminta Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes...
Wilayah Pelosok Papua Masih Minim Akses Layanan Listrik
09-06-2021 / PANITIA KHUSUS
Wakil Ketua Pansus Otonomi Khusus (Otsus) Papua Yan Permenas menjelaskan sebagian besar masyarakat di pelosok Papua masih minim untuk mendapatkan...