Belum Saatnya Sekretariat AIPA Ditransformasi

09-06-2021 / B.K.S.A.P.
Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putri Anetta Komaruddin di sela-sela pertemuan virtual AIPA di Tangerang Selatan, Banten. Foto: Husen/nvl

 

Diskursus transformasi Sekretariat ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) mulai didiskusikan secara terbuka oleh parlemen negara-negara anggotanya. Usulan perubahan itu mulai dari formasi sekretariat, gaji pegawai, hingga biaya operasional. Namun, di masa pandemi Covid-19 ini, transformasi itu belum dibutuhkan.

 

Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putri Anetta Komarudin mengemukakan hal ini kepada Parlementaria di sela-sela pertemuan virtual AIPA di Tangerang Selatan, Banten, Selasa (8/6/2021). Pertemuan Ad Hoc Group Meeting bertajuk "Transformation of the AIPA Secretariat" itu, dihadiri delegasi parlemen negara ASEAN. Masing-masing delegasi memberikan pandangan atas wacana transformasi tersebut.

 

"Delegasi Indonesia merasa, di saat pandemi seperti ini semua negara ASEAN sedang bertempur melawan Covid-19. ASEAN paling terdampak pandemi, baik ekonomi dan kesehatan. Sebuah langkah yang tidak tepat apabila ingin mengajukan peningkatan kontribusi setiap negara demi kelangsungan AIPA," ungkap Anggota Komisi XI DPR itu. Apalagi, AIPA selama ini belum memberi performa maksimal bagi Indonesia.

 

Untuk menyetujui usulan transformasi Sekretariat AIPA, lanjut politisi Partai Golkar itu, perlu perbaikan performa sekaligus evaluasi dulu, sampai kemudian AIPA bisa meyakinkan negara-negara anggotanya untuk ditransformasi. Diskursus transformasi Sekretariat AIPA ini muncul setelah Vietnam mengusulkan adanya perubahan berupa peningkatan iuran kontribusi negara-negara anggotanya, kenaikan.gaji pegawainya, dan lain-lain. Usulan Vietnam tersebut didukung Thailand.

 

Namun, ungkap Putri, mayoritas negara anggota AIPA menolak usulan Vietnam, karena negara-negara ASEAN sedang melakukan penghematan anggaran untuk memerangi pandemi Covid-19. "Kita sudah sepandangan dengan mayoritas anggota, seperti Singapura, Malaysia, Brunei, dan Laos. Ada juga negara yang setuju dengan usulan Sekretariat AIPA, yaitu Vietnam dan Thailand. Mungkin karena mereka serumpun. Kebetulan Sekjen AIPA berasal dari Vietnam. Jadi, mereka setuju transformasi Sekretariat AIPA," jelas Puteri. (mh/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Marak Pabrik Pindah dari Banten, Pemda Harus Segera Ambil Langkah
12-06-2021 / B.K.S.A.P.
Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Andi Achmad Dara mengatakan, fenomena maraknya sejumlah industri pabrik pindah dari...
Diplomasi DPR Dapat Jembatani Potensi Ekonomi Banten dengan Pasar Global
11-06-2021 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Mardani Ali Sera mengatakan, diplomasi DPR yang diinisiasi oleh BKSAP berpotensi...
Perempuan Parlemen Indonesia Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender
09-06-2021 / B.K.S.A.P.
Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ketika mengadakan Roundtable Discussion dengan tema ‘Generating Commitments To Build Forward’, menghasilkan...
Partisipasi Perempuan Ikut Menurun Akibat Pandemi
09-06-2021 / B.K.S.A.P.
Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Irine Yusiana Roba Putri memaparkan sebuah fakta bahwa hampir setengah populasi...