BKSAP Dukung Kerja Sama Antara Universitas Dalam dan Luar Negeri

08-06-2021 / B.K.S.A.P.
Foto bersama Pimpinan dan Anggota BKSAP DPR RI, Gubernur NTB, dan rektor sejumlah universitas di Kantor Gubernur NTB, Mataram. (Foto: Sofyan/sf)

 

 

Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI mendukung upaya universitas dalam negeri untuk menjalin kerja sama dengan berbagai universitas di luar negeri. Menurut Wakil Ketua BKSAP DPR RI Mardani Ali Sera, hal itu sejalan dengan diplomasi parlemen yang dijalankan BKSAP DPR RI dengan parlemen negara lain, sehingga dapat turut mendukung rencana kerja sama antar universitas tersebut.

 

Mardani mengungkapkan hal tersebut saat memimpin BKSAP Day bertema “Diplomasi Soft Power Indonesia melalui Pendidikan dan Pertukaran Budaya” di Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat, Mataram, Selasa (8/6/2021). Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Sekda Provinsi NTB, Rektor Universitas Mataram, Rektor Universitas 45 Mataram, dan Rektor Universitas Teknologi Sumbawa.

 

“Yang kami lakukan adalah mendukung agar para universitas dalam negeri bisa bekerjasama dengan universitas di luar negeri. Karena kami punya diplomasi parlemen, kami bertemu P to P, Parliament to Parliament, di situ kita sharing ide, kita punya banyak kampus yang bagus (dan) ingin kerja sama, dan mereka juga rata-rata ingin kerja sama pada bidang-bidang yang memang sesuai. Kalau daerah dengan daerah kan ada sister city. Kalau ini kerja sama U to U, university to university itu yang kita bisa dapat,” jelas politisi PKS itu.

 

Mardani menambahkan, dari pertemuan ini pihaknya mendapat sejumlah masukan dan ide kreatif yang dijalankan oleh beberapa universitas di NTB. Misalnya Universitas Teknologi Sumbawa yang memiliki ambassador scholarship dengan ide kreatif mengirim surat kepada perwakilan kedutaan di seluruh dunia, untuk memberitahu bahwa UTS mempunyai program beasiswa, bahkan ribuan calon mahasiswa telah mendaftar. Melalui sektor pendidikan itu, dinilai Mardani membuka pintu diplomasi, ekonomi, hingga budaya.

 

“Bagaimana ke depannya, dikaitkan dengan scholarship ini, pemerintah perlu perubahan radikal. Indonesia itu negara besar, kita tidak hanya mengirim orang dan memberikan beasiswa. Sebetulnya Kementerian Luar Negeri sudah punya Indonesia Aid kepada negara-negara lain dengan memberikan bantuan, nanti Kemendikbud juga harus melakukan itu. Temuan kami di NTB ini menjadi masukan berharga untuk ditindaklanjuti,” imbuhnya. (sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Marak Pabrik Pindah dari Banten, Pemda Harus Segera Ambil Langkah
12-06-2021 / B.K.S.A.P.
Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Andi Achmad Dara mengatakan, fenomena maraknya sejumlah industri pabrik pindah dari...
Diplomasi DPR Dapat Jembatani Potensi Ekonomi Banten dengan Pasar Global
11-06-2021 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Mardani Ali Sera mengatakan, diplomasi DPR yang diinisiasi oleh BKSAP berpotensi...
Perempuan Parlemen Indonesia Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender
09-06-2021 / B.K.S.A.P.
Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ketika mengadakan Roundtable Discussion dengan tema ‘Generating Commitments To Build Forward’, menghasilkan...
Partisipasi Perempuan Ikut Menurun Akibat Pandemi
09-06-2021 / B.K.S.A.P.
Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Irine Yusiana Roba Putri memaparkan sebuah fakta bahwa hampir setengah populasi...