Dyah Roro Dukung Percepatan RUU EBT dalam ‘World Environment Day’

10-06-2021 / KOMISI VII
Anggota Komisi VII DPR RI Dyah Roro Esti. Foto: Oji/nvl 

 

Anggota Komisi VII DPR RI Dyah Roro Esti mendukung adanya percepatan pembahasan Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan (EBT), khususnya dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environmental Day yang diperingati setiap tanggal 5 Juni.

 

Dengan adanya RUU tersebut, diharapkan EBT bisa menjadi lebih kompetitif melalui mekanisme insentif dan juga implementasi Carbon Pricing, yakni dengan memperhitungkan faktor eksternalitas akibat emisi karbon pada kesehatan, lingkungan hidup, dan aspek lainnya yang berkaitan.

 

Hal tersebut disampaikan Dyah Roro dalam sebuah diskusi virtual yang diselenggarakan Market Transformation for Renewable Energy and Energy Efficiency (MTRE3), Global Environment Facility (GEF), Kementerian ESDM, dan UNDP Indonesia, baru-baru ini.

 

“Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang beragam di setiap wilayahnya. Sebagai contohnya, potensi energi surya di daerah Indonesia timur yang tergolong tinggi dan potensi energi angin yang tinggi terletak di Sidrap, Sulawesi. Sementara itu Indonesia juga memiliki sekitar 40 persen reserve energy geothermal di dunia. Namun, hingga kini EBT masih kurang kompetitif dan tidak lebih menarik dari energi fosil,” papar politisi Fraksi Partai Golkar itu.

 

Ia berharap ke depannya Indonesia bisa menggunakan EBT tidak hanya sebagai energi alternatif, tetapi sebagai sumber energi utama. Selain itu, juga diharapkan Indonesia dapat mencapai target-target yang lebih ambisius, utamanya dalam mencapai target net zero emission.

 

“Saya menyatakan apresiasi terhadap forum yang sangat edukatif ini, dan mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama mendukung sustainability melalui peran di bidangnya masing masing, dan memulainya dari diri masing masing,” pesan Dyah Roro.

 

Adapun diskusi virtual ini dihadiri oleh sejumlah tokoh yakni Deputi Resident Representative UNDP Indonesia Sophie Kemkadhze, Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM RI Dadan Kusdiana, National Project Manager MTRE3 Project Boyke Lakaseru, Pendiri dan Direktur Synergy Efficiency Solutions Steve Piro. (rdn/es)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Anggota DPR Apresiasi Komitmen Pembangunan Smelter PT Freeport di Gresik
17-10-2021 / KOMISI VII
Anggota Komisi VII DPR RI Dyah Roro Esti mengapresiasi langkah dan komitmen yang dilakukan Pemerintah dan PT Freeport dalam memberikan...
Terkait Hilirisasi Nikel, Mulyanto Minta Pemerintah Beri Bukti
14-10-2021 / KOMISI VII
Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto meminta pemerintah konsisten dengan kebijakan hilirisasi nikel. Ia menegaskan jangan sampai niat memaksimalkan nilai...
Dewan Pengarah BRIN Dilantik, Legislator Nilai Terbuka Lebar Politisasi Dunia Riset
13-10-2021 / KOMISI VII
Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto menilai pelantikan Ketua Dewan Pengarah Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) secara ex-officio sebagai Ketua...
Data Kebutuhan Nasional Gula Rafinasi Kemenperin-Kemendag Tidak Sinkron
13-10-2021 / KOMISI VII
Anggota Komisi VII DPR RI Nasril Bahar menilai data kebutuhan nasional gula rafinasi antara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Perdagangan...