Revisi UU Pendidikan Kedokteran Beri Kemerdekaan Bagi Dokter

11-06-2021 / LAIN-LAIN

Anggota Baleg DPR RI Firman Soebagyo. Foto: Jaka/Man

 

Revisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran (UU Dikdok) yang kini sedang diharmonisasi di Badan Legislasi DPR RI diharapkan memberi kemerdekaan bagi dokter untuk memilih karier. Desakan segera merevisi UU datang dari semua kalangan terutama para dokter dan mahasiswa kedokteran.

 

Hal ini dikemukakan Anggota Baleg Firman Soebagyo saat membuka Webinar Fraksi Partai Golkar bertajuk "Polemik Revisi Undang-Undang Pendidikan Kedokteran" di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (11/6/2021). "Harapan kami dengan RUU ini bisa memenuhi harapan kita dan bisa memenuhi harapan para dokter yang ingin mendapat kemerdekaan. Setelah lulus mereka bisa memilih, apakah jadi peneliti, birokrat, atau buka praktik. Ini jadi bagian penting," sebut Firman.

 

Dijelaskan Firman, pada periode lalu, Baleg tidak sempat menyelesaikan revisi UU Dikdok. Kini, aspirasi dan desakan revisi datang lagi, agar revisi ini segera diselesaikan. "Alhamdullah sekarang ada kemauan dari anggota DPR RI dan beberapa fraksi yang memamdang pentingnya revisi UU ini. Maka hari ini mengadakan seminar untuk mencari masukan dan pengayaan materi bagi F-PG untuk membahas UU ini," ungkap Firman.

 

Menurut Anggota Komisi IV DPR RI ini, fraksinya tidak mau terburu-buru mengambil sikap. F-PG ingin mendengar dahulu masukan dari para pakar dan praktisi kedokteran atas revisi UU Dikdok tersebut. Fraksinya juga bahkan menerima banyak pengaduan dan komplain dari para mahasiswa kedokteran menyangkut pilihan karier selepas lulus dari fakultas kedokteran.

 

"Mereka ada yang sudah lulus tapi belum bisa praktik. Dan kini, kita menyadari pentingnya UU ini direvisi, karena tingkat kebutuhan tenaga dokter jauh dari yang kita harapkan. Dengan pandemi Covid-19 ini semakin terlihat bahwa posisi para tenaga medis dirasa sangat kurang," tambah legislator dapil Jawa Tengah III ini. (mh/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Tumbuhkan Solidaritas
31-07-2021 / LAIN-LAIN
Wabah Covid-19 yang masih melanda hingga kini harus menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas sesama umat manusia. Membantu masyarakat kecil yang...
Momentum Hari Anak Nasional, Putri Komarudin Dukung Vaksinasi Anak
26-07-2021 / LAIN-LAIN
Pemerintah Kabupaten Karawang meluncurkan program vaksinasi anak usia 12-17 tahun dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) pada 23 Juli...
Perpanjangan PPKM Darurat harus Diimbangi Kejelasan Jaminan dan Kompensasi bagi Rakyat
23-07-2021 / LAIN-LAIN
Anggota DPR RI Johan Rosihan menilai pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat yang diperpanjang waktunya perlu dievaluasi secara total....
Pererat Rasa Kepedulian dan Solidaritas dalam Momentum Idul Adha
21-07-2021 / LAIN-LAIN
Anggota DPR RI Guspardi Gaus mengatakan, momen Idul Adha 1442 H kali ini terasa berbeda, karena bangsa Indonesia dan berbagai...