Anggota DPR Pertanyakan Alur Informasi BMKG Serang kepada Masyarakat

17-06-2021 / KOMISI V

Anggota Komisi V DPR RI Bambang Hermanto saat pertemuan Tim Kunspek Komisi V DPR RI dengan jajaran BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Kota Serang. Foto: Kiki/rni

 

 

Anggota Komisi V DPR RI Bambang Hermanto mempertanyakan bagaimana cara Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Serang ketika memberikan informasi kepada masyarakat terhadap keadaan cuaca di suatu wilayah secara cepat dan akurat.

Apakah menggunakan informasi berita atau ada alat khusus yang dipergunkan agar informasi dapat sampai ke masyarakat. Mengingat pesisir Provinsi Banten cukup luas sampai ke Ujung Kulon yang sulit dijangkau oleh kendaraan, khususnya jalur darat.

 

“Saya ingin tahu, bagaimana sistem penyampaian informasi terhadap keadaan cuaca di suatu wilayah. Katakanlah sebagai penggunanya misalnya nelayan di sepanjang pesisir Serang dan Pandeglang. Bagaimana cara mendeteksinya, mendapatkan informasinya kemudian menyampaikannya kepada publik,” tanya Bambang pada saat pertemuan Tim Kunspek Komisi V DPR RI dengan jajaran BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Kota Serang, Rabu (16/6/2021).

 

Menjawab pertanyaan tersebut, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan, BMKG mempunyai dua informasi, yakni informasi rutin dan informasi yang bersifat peringatan dini. Informasi rutin maksudnya adalah informasi yang diberikan setiap kepada user kita yang sudah jelas, seperti prakira cuaca.

 

Kemudian informasi yang bersifat peringatan dini berbasis pada skala kejadian. Karena BMKG saat ini sudah mengembangkan prakiraan cuaca berbasis dampak atau Impact-Based-Forecast (IBF). Dalam sistem IBF juga disajikan rekomendasi respon atau langkah yang harus dilakukan oleh stakeholder atau user atau masyarakat terkait dampak dari dinamika cuaca tersebut.

 

“Informasi peringatan dini ini biasanya berbasis pada skala kejadian, misalkan di BMKG saat ini sudah mengembangkan prakiraan cuaca berbasis dampak atau Impact-Based Forecast (IBF), ini informasi lebih cenderung kepada peristiwa terjadinya bencana, makanya ini kita kerjasamakan dengan BNPB. Jadi sebelum terjadinya bencana sudah didapatkan dulu informasi data ekstremnya, itu ada di website kita di signature.bmkg.go.id/weather,” papar Guswanto. (qq/es)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Tiket Pesawat Mahal, Legislator Minta Maskapai Tambah Frekuensi Penerbangan
28-06-2022 / KOMISI V
Akhir-akhir ini tiket pesawat lebih mahal dari sebelumnya. Banyak penumpang mengeluhkan kondisi tersebut, terlebih saat ini masyarakat mulai bepergian ke...
Komisi V Minta Kementerian PUPR Tingkatkan Serapan Anggaran
28-06-2022 / KOMISI V
Komisi V DPR RI meminta kepada Sekretaris Jenderal, Inspekstur Jenderal, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Badan Pengembangan Infrastruktur...
Industri Penerbangan Dukung Keberlanjutan Pemulihan Ekonomi Nasional
27-06-2022 / KOMISI V
Anggota Komisi V DPR RI Fadholi menyampaikan pemulihan industri penerbangan sangat penting untuk mendukung keberlanjutan pemulihan ekonomi nasional. Hal ini...
Ridwan Bae Berharap Tol Trans Sumatera Jadi Alternatif Mobilitas Masyarakat
27-06-2022 / KOMISI V
Wakil Ketua komisi V DPR RI Ridwan Bae Kunjungan Kerja komisi V DPR RI ke Provinsi Palembang yaitu, melakukan pengawasan...