Perempuan Punya Peran Penting Dalam Mendukung Proses Perdamaian

23-06-2021 / B.K.S.A.P.
Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon saat mengikuti virtual teleconference antara Parlemen Indonesia-Afganistan dengan tema ‘Empowering Women And Supporting Peace Process’ dari Gedung DPR RI, Rabu (23/6/2021). Foto: Jaka/Man

 

Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon mengatakan, perempuan memainkan peran penting untuk mendukung perdamaian, keamanan dan stabilitas. Dimana, peran perempuan saat ini semakin signifikan dan sangat berpengaruh dalam seluruh kehidupan bermasyarakat.

 

Hal tersebut diungkapkan Fadli saat mengikuti virtual teleconference antara Parlemen Indonesia-Afganistan dengan tema ‘Empowering Women And Supporting Peace Process’ dari Gedung DPR RI, Rabu (23/6/2021). Fadli juga mengakui, masih banyak kesulitan dan tantangan yang dihadapi kaum perempuan baik dari aspek struktural maupun kultural.

 

“Secara struktural perempuan saat ini seringkali masih diabaikan dalam berbagai kebijakan politik, sosial, ekonomi maupun dalam proses pembuatan kebijakan. Namun, pada saat yang sama, sebagian besar perempuan secara budaya distigmatisasi karena memiliki kapasitas yang lebih lemah untuk berkontribusi pada pembangunan masyarakat,” terang Fadli.

 

Ke depannnya, politisi Fraksi Partai Gerindra ini menginginkan tujuan agenda pembangunan harus sejalan dengan target kesetaraan gender sebagai upaya untuk membuka akses seluas-luasnya bagi perempuan untuk berpartisipasi terhadap segala bentuk pembangunan masyarakat. “Memberikan perempuan lebih banyak kapasitas untuk terlibat dalam ranah sosial, ekonomi, dan politik,” ujar Fadli.

 

Sebagai Anggota Biro Komisi International Parliamentary Union (IPU) untuk Demokrasi dan HAM, Fadli menekankan, penguatan posisi perempuan dalam memajukan hak asasi manusia. Hal ini dimaksudkan untuk mewujudkan kesetaraan gender antara perempuan dan laki-laki dan menghilangkan segala macam diskriminasi terhadap perempuan, yang pada prinsipnya dapat memenuhi HAM itu sendiri.

 

“Kita sebagai Anggota DPR berada di garda terdepan untuk menjawab tantangan yang dihadapi perempuan. Kita bisa menjadi ujung tombak gerakan pemberdayaan perempuan sebagai katalisator proses demokratisasi. Perempuan harus lebih aktif dalam segala jenis partisipasi politik dan suara mereka harus sangat diperhatikan. Kemudian, perempuan juga harus didorong untuk lebih terlibat dalam proses-proses pembuatan kebijakan,” urai Fadli.

 

Wakil Rakyat dapil Jawa Barat V ini meyakini, perempuan memiliki potensi besar untuk mendukung proses perdamaian. Melalui agenda ini, diharapkan Indonesia dan Afghanistan memiliki lebih banyak kesempatan untuk bekerja sama dalam menangani pemberdayaan perempuan. “Saya percaya bahwa diskusi ini akan menghasilkan kesimpulan yang bermanfaat dan membuka jalan bagi kerja sama yang lebih erat antara Indonesia dan Afghanistan,” tutupnya. (jk/es)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Indonesia Komitmen Tingkatkan Kerja Sama dengan Brazil
05-10-2021 / B.K.S.A.P.
Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) Parlemen Indonesia - Brazil Luluk Nur Hamidah mengatakan Indonesia dan Brazil akan terus meningkatkan...
Rachmat Gobel Tegaskan Komitmen Penuh DPR terhadap SDGs Parlemen Global
02-10-2021 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel menegaskan komitmen penuh DPR RI terhadapSustainable Development Goals(SDGs) melalui fungsi-fungsinya. Gobel juga mengajak semua...
DPR Sukses Galang Dukungan Parlemen Dunia Percepat Capaian SDGs
02-10-2021 / B.K.S.A.P.
DPR RI sukses menggalang dukungan global untuk mempercepat pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan pemulihan pasca-pandemi Covid-19.Melalui forumFirst Global Parliamentary...
DPR Tekankan Pentingnya Rencana Global Akhiri Pandemi di Pertemuan Parlemen Dunia
28-09-2021 / B.K.S.A.P.
Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharanisaat membukaThe First Global Parliamentary Meeting On Achieving The Sustainable Development Goals(SDGs) yang bertajuk...