Amin Minta Pengusaha Oksigen Medis Tidak Manfaatkan Situasi

05-07-2021 / KOMISI VI

Anggota Komisi VI DPR RI Amin. Foto: Oji/nvl

 

Anggota Komisi VI DPR RI Amin meminta para pengusaha tabung oksigen medis maupun depot isi ulang oksigen untuk tidak berlaku aji mumpung dengan memanfaatkan situasi menaikkan harga secara tidak wajar ketika permintaan terhadap tabung tersebut meningkat. Menurutnya, pengusaha harus berempati pada masyarakat yang saat ini sedang menderita akibat Covid-19.

 

“Naiknya permintaan atau omzet saja sudah untung besar kok, janganlah ditambah dengan menaikkan harga secara tidak wajar. Jangan terus cari keuntungan, berempatilah pada rakyat,” tegas Amin dalam rilis yang disampaikannya kepada wartawan, Minggu (4/7/2021).

 

Lonjakan kasus Covid-19 dalam beberapa minggu terakhir berdampak pada lonjakan permintaan tabung gas di tengah masyarakat. Keterbatasan daya tampung rumah sakit juga menyebabkan tingginya masyarakat terpapar Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah, padahal banyak yang mengalami gejala sesak nafas dan angka saturasi oksigen di dalam darahnya turun.

 

Kondisi tersebut, kata Amin, memicu panic buying oleh sebagian masyarakat sehingga banyak yang memborong tabung-tabung oksigen. Akibatnya terjadi kelangkaan tabung dan selang oksigen yang kemudian juga berdampak naiknya harga tabung secara tidak wajar. “Di beberapa daerah ada yang menaikan harga hingga 3-4 kali lipat dari harga normal. Ini kan aji mumpung,” ujarnya.

 

Politisi Fraksi PKS ini mendesak Satgas Covid-19 dari pusat hingga daerah untuk mengedukasi masyarakat agar tidak perlu panik dan membeli tabung gas jika kondisi diperlukan. Selain itu, Amin juga mendorong Satgas untuk lebih ketat mengawasi perilaku aji mumpung sebagian pengusaha tabung gas medis dan gas medis isi ulang, serta bekerja sama dengan aparat penegak hukum.

 

“Perkuat edukasi ke masyarakat bahwa jangan panik, tetapi harus rasional. Kalaupun sesak namun Saturasi masih bagus, artinya oksigen di tubuh masih cukup. Aparat pun harus saling bersinergi melakukan pengawasan karena tidak sepatutnya mengeruk keuntungan di tengah penderitaan masyarakat,” jelasnya.

 

Pembelian langsung oleh masyarakat umum secara besar-besaran berdampak pada terganggunya pasokan untuk rumah sakit, khususnya tabung gas kecil. Masyarakat diminta Amin untuk mendahulukan pasien Covid-19 yang memang kondisinya sudah berat.

 

Amin juga meminta Kementerian Perindustrian untuk memaksimalkan produksi oksigen medis sesuai kapasitasnya. Saat ini utilitas rata-rata industri gas oksigen medis baru mencapai 75 persen dari kapasitas terpasang sebesar 866.100 ton per tahun, sehingga masih ada idle capacity sekitar 216.500 ton per tahun. (er/es)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
IFG Harus Kembalikan Kepercayaan Masyarakat terhadap Produk Asuransi
27-10-2021 / KOMISI VI
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih mengatakan Indonesia Financial Group (IFG) sebagaiholdingBUMN non bank, harus bisa ambil...
Herman Khaeron Ajak Pemangku Kepentingan Selamatkan Garuda Indonesia
26-10-2021 / KOMISI VI
Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron beranggapan masih ada secercah harapan untuk menyelamatkan maskapai penerbangan Garuda Indonesia sebagai kebanggaan...
Legislator: Jika Negosiasi Alot, Maskapai Garuda Berpotensi Tutup
26-10-2021 / KOMISI VI
Langkah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memilih opsi penutupan maskapai Garuda Indonesia apabila negosiasi dengan para lender, lessor...
Herman Khaeron: Sistem Resi Gudang Masih Perlu Dibenahi
26-10-2021 / KOMISI VI
Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron berpendapat Sistem Resi Gudang (SRG) masih membutuhkan pembenahan. Menurutnya dalam SRG masih ada...