BKSAP DPR: Cegah Pandemi Melalui Sinkronisasi Pembangunan Berkelanjutan

08-07-2021 / B.K.S.A.P.

Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Darul Siska dalam webinar yang diselenggarakan oleh ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) dan FREELAND dan dihadiri anggota parlemen dari 7 negara ASEAN, Rabu (7/7/2021). Foto: Ist/Man

 

Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Darul Siska mengatakan DPR RI sangat mendukung upaya pencegahan pandemi melalui konservasi lingkungan, restorasi, habitat satwa dan penindakan terhadap perdagangan ilegal satwa liar. Ia mendorong agar pencegahan pandemi melalui pendekatan lingkungan dan penyelamatan satwa liar disinkronkan dengan agenda pembangunan berkelanjutan.

 

“Upaya penanganan pandemi dari perspektif kerusakan lingkungan dan habitat satwa juga perlu dikaitkan dengan agenda pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan terutama tujuan 15 sehingga berbagai pihak dari level regional, nasional, dan lokal dapat berkontribusi,” ucap Darul Siska dalam webinar bertajuk “Preventing Pandemic Through One Health Approach” yang diselenggarakan oleh ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) dan FREELAND dan dihadiri anggota parlemen dari 7 negara ASEAN, Rabu (7/7/2021).

 

Webinar tersebut mendiskusikan bagaimana kerusakan lingkungan dan perdagangan serta kejahatan terhadap satwa liar mempengaruhi munculnya pandemi Covid-19. Dalam webinar itu, disepakati ASEAN sebagai institusi regional beserta negara-negara anggotanya setuju untuk mengadopsi pendekatan One Health, yaitu pembangunan terintegrasi antara kesehatan manusia, kesehatan hewan dan lingkungan.  

 

Anggota BKSAP DPR RI Yohanis Fransiskus Lema yang turut hadir dalam webinar itu menegaskan upaya untuk menjaga alam, ekosistem, melestarikan habitat dan lingkungan hidup ini menjadi komitmen yang harus dimiliki oleh seluruh negara di dunia. Maka, penting diperlukan kolaborasi berbagai negara untuk menjaga ekosistem.

 

Karena itu, lanjut  Ansy Lema, sapaan akrab politisi PDI-Perjuangan tersebut, Indonesia berkomitmen dan akan terus berupaya memerangi perdagangan satwa secara ilegal dan meningkatkan kerja sama regional untuk memutus mata rantai perusakan ekosistem.

 

“Tidak dapat dipungkiri bahwa Covid-19 merupakan suatu zoonotic outbreak yaitu pandemi yang disebabkan oleh transmisi virus dari hewan ke manusia. Hal ini akibat dari semakin eratnya kontak manusia dan hewan seiring meningkatnya konsumsi, perdagangan ilegal, dan kekerasan terhadap satwa langka," imbuhnya. (ann/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Empat Isu Besar akan Dibahas dalam P20
27-09-2022 / B.K.S.A.P.
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon memimpin Embassy Briefing untuk persiapan penyelenggaraan Sidang The 8th...
BKSAP DPR Harap Parlemen Uni Eropa Lebih Membuka Diri Kerja Sama dengan Indonesia
27-09-2022 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana berharap Parlemen Uni Eropa lebih membuka diri...
BKSAP DPR Terima Delegasi Parlemen Uni Eropa Bahas Perubahan Iklim dan Konflik Rusia-Ukraina
27-09-2022 / B.K.S.A.P.
Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI menerima kunjungan sejumlah delegasi Parlemen Uni Eropa, yang terdiri dari Parlemen Jerman,...
BKSAP DPR Harap Diplomasi Parlemen Dapat Optimalkan Potensi Daerah di Indonesia
26-09-2022 / B.K.S.A.P.
Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Didi Irawadi Syamsuddin menegaskan bahwa dengan diadakannya Diplomasi Parlemen, ia berharap...