Herman Hery Apresiasi Polri Tindak Penimbun Obat Covid-19

13-07-2021 / KOMISI III

Ketua Komisi III DPR RI Herman Hery. Foto: Andri/Man

 

Ketua Komisi III DPR RI Herman Hery mengapresiasi langkah cepat Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menindak para mafia yang menimbun obat-obatan Covid-19, sehingga aparat kepolisian perlu melakukan tindakan tegas kepada para mafia obat tersebut.

 

Diketahui, jajaran Polres Jakarta Barat menggerebek gudang yang diduga menjadi tempat penimbunan obat-obatan Covid-19 di kawasan Kalideres, baru-baru ini. "Saya pribadi mengapresiasi tindakan ini, mengingat masyarakat, khususnya penderita Covid-19, sangat membutuhkan obat-obatan tersebut," kata Herman dalam keterangan pers yang diterima Parlementaria, Selasa (13/7/2021).

 

Herman berharap Bareskrim Mabes Polri dan polda di seluruh Indonesia turut bergerak melakukan penindakan hukum kepada pihak-pihak yang disinyalir menimbun obat-obatan Covid-19 maupun alat kesehatan. Menurut politisi PDI-Perjuangan itu, tindakan hukum tegas harus dilakukan kepada siapa pun yang mencoba memanfaatkan situasi darurat pandemi seperti sekarang demi keuntungan pribadi.

 

Herman mengatakan, semakin banyak orang yang terpapar Covid-19, maka semakin banyak orang yang membutuhkan obat-obatan hingga alat kesehatan demi mendukung kesembuhan. “Di saat seperti ini, ada saja pihak yang mau mengambil keuntungan dengan menimbun obat-obatan serta alat kesehatan hingga harganya melonjak dan sulit diakses masyarakat kelas ekonomi bawah. Saya berharap pihak kepolisian melakukan tindakan hukum tegas kepada para mafia tersebut," ujarnya.

 

Ia berharap Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto menginstruksikan anggotanya di seluruh Indonesia melakukan tindakan serupa dengan menindak tegas para mafia obat dan alat kesehatan Covid-19. "Harus ada tindakan penjeraan serupa kepada para penimbun obat-obat di masa darurat pandemi ini. Jangan cuma di Jakarta atau kota-kota besar saja, tetapi di seluruh Indonesia, sehingga tidak ada ruang gerak lagi bagi para mafia tersebut memanfaatkan situasi darurat pandemi ini," kata Herman.

 

Herman juga berharap Polri melalui Kabareskrim menginstruksikan anggotanya di seluruh Indonesia untuk memberi perhatian pada ketersediaan obat terapi Covid-19 serta alat kesehatan yang dibutuhkan masyarakat. Menurutnya, tindakan tegas terhadap para mafia penimbun obat-obatan dan alat kesehatan, menjadi bentuk kontribusi lanjutan Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dalam upaya penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

 

“Kita juga mendengar banyak keluhan dari masyarakat terkait maraknya penipuan terkait ketersediaan oksigen dan tabungnya. Tindakan hukum tegas harus dilakukan kepada mereka ini, karena mencoba memanfaatkan kegundahan masyarakat demi kepentingan sendiri," kata legislator dapil Nusa Tenggara Timur II itu.

 

Herman pun berharap Polri aktif melakukan tindakan hukum tegas kepada para penimbun obat-obat Covid-19 dan alat kesehatan, karena semua kontribusi tersebut merupakan bentuk pengabdian ke masyarakat hingga Polri bisa terus menjadi institusi yang semakin dicintai masyarakat. (sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Eva Yuliana Apresiasi Pendistribusian Vaksin oleh Polres Sukoharjo
28-09-2021 / KOMISI III
Anggota Komisi III DPR RI Eva Yuliana mengapresiasi pendistribusian vaksin di Kabupaten Sukoharjo oleh Polres Sukoharjo. Dimana, dalam hal penanganan...
Antisipasi Segala Macam Bentuk Teror kepada Para Pemuka Agama
27-09-2021 / KOMISI III
Anggota Komisi IIIDPRRI Habib Aboe Bakar Alhabsyi mengajak masyarakat agar melakukan upaya preventif dalam acara keagamaan seiring dengan marak terjadi...
Komisi III: Maksimalkan Fungsi Intelijen untuk Cegah Teror kepada Tokoh Agama
27-09-2021 / KOMISI III
Akhir-akhir ini marak terjadi ancaman teror terhadap para tokoh agama. Ahad (19/9/2021) lalu, terjadi penembakan terhadap ustaz Arman di Jalan...
Unsur Penegak Hukum Bertanggungjawab atas Kelebihan Kapasitas Lapas
23-09-2021 / KOMISI III
Anggota Komisi III DPR RI Taufik Basari mengungkapkan unsur penegak hukum, Kepolisian, BNN, dan Kejaksaan Agung punya andil dalam situasi...