Sekjen DPR: Ada Perubahan Paradigma Setjen

04-08-2021 / SEKRETARIAT JENDERAL

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar foto bersama usai memimpin rapat Sosialisasi Peraturan Sekjen DPR Nomor 6 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kelola Setjen DPR, di Ruang Rapat Pansus B, Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (4/8/2021). Foto: Oji/Man

 

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar menyampaikan, Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI kini sedang berbenah diri menyempurnakan organisasi Kesetjenan. Ada paradigma yang berubah dengan tujuan memudahkan akses publik sekaligus menjadikan semua strukrur dan aparaturnya berkerja lebih lincah.

 

“Perubahan yang paling utama adalah arah reformasi birokrasi agar organisasi ini bisa lebih lincah dalam pelayanan. Organisasi Setjen ini ada dua pelanggannya, dewan dan internal Setjen. Dengan tata organiasasi baru ini kita menginginkan semua fungsi-funsi itu lebih spesifik,” kata Indra usai memimpin rapat Sosialisasi Peraturan Sekjen DPR Nomor 6 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kelola Setjen DPR, di Ruang Rapat Pansus B, Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (4/8/2021).

 

Indra lalu mencontohkan perubahan organisasi tersebut. Misalnya, dulu ada Biro Perencanaan dan Keuangan. Kini berubah menjadi dua biro, yaitu Biro Keuangan dan Biro Perencanaan dan Organisasi. Di sinilah letak perubahan itu. Beberapa biro lainnya juga ada unit kerja yang dipecah. 

 

“Tujuannya agar organisasi bisa lebih lincah dalam pengambilan keputusan. Begitu juga dengan paradigma Biro Kepegawaian saat ini berubah jadi Biro Sumber Daya Manusia Aparatur. Ke depan Biro ini tidak hanya mengadministrasi pegawai, tapi juga akan memberdayakan sumber daya aparatur lebih baik lagi,” jelas Indra.

 

Indra melanjutkan, memperkuat SDM di hulu menjadi tantangan ke depan. Jadi yang disebut perubahan paradigma itu adalah organisasi Setjen lebih lincah supaya layanan kepada Dewan juga lebih maksimal.

 

“Kita juga sedang evaluasi untuk penyesuaian-penyesuaian pada lini mana yang nanti akan berubah nomenklatur menjadi fungsional. Kenapa berubah jadi fungsional? Agar pada lini tersebut hierarki bekerjanya lebih terbuka. Tidak terbatas pada struktural, tapi juga bisa cepat menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan,” imbuhnya.

 

Perubahan struktur organisasi Kesetjenan ini mengikuti pula konsep parlemen modern. Apalagi, ada Perpres Nomor 26 Tahun 2020 tentang Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia yang melandasi perubahan tersebut. “Ke depan, akan merubah Renstra kita. Renstra itu yang akan menyesuaikan dengan fungsi-fungsi dan itu akan segera kita evaluasi,” tambah Indra. (mh/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Remaja di Era Digital Diharapkan Berpikiran Kritis Terhadap Penyiaran
15-09-2021 / SEKRETARIAT JENDERAL
Kepala Bagian Humas dan Pengelola Museum Setjen DPR RI Minarni berharap remaja di era digitalisasi saat ini mengambil peranan dengan...
Anggota DPR Harap KPI Bisa Tinjau Program TV Sebelum Ditayangkan
14-09-2021 / SEKRETARIAT JENDERAL
Anggota Komisi I DPR RI Farah Puteri Nahlia berharap Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) bisa meninjau lebih dulu setiap program acara...
Ketua DPR Resmi Buka Parlemen Remaja 2021
13-09-2021 / SEKRETARIAT JENDERAL
Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani secara resmi membuka rangkaian acara Parlemen Remaja tahun 2021 yang ditandai dengan pengetukan...
Parlemen Remaja 2021 Fokus Bahas UU tentang Penyiaran
13-09-2021 / SEKRETARIAT JENDERAL
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar menyatakan fokus substansi yang dibahas dalam kegiatan Parlemen Remaja tahun 2021 adalah Undang-Undang...