Legislator Tekankan Pentingnya Reformasi Sistem Kesehatan

24-08-2021 / LAIN-LAIN

Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun dalam diskusi Forum Legislasi dengan tema 'Menjaga RUU APBN 2022 untuk kepentingan rakyat' di Media Center DPR RI, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Selasa (24/8/2021). Foto: Runi/Man

 

Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menekankan pentingnya reformasi sistem kesehatan di tahun 2022 sebagai salah satu wujud target pemerintah dalam melakukan reformasi struktural. Di tengah ketidakpastian akibat pandemi Covid-19, penting bagi pemerintah fokus mengoptimalkan sektor tersebut agar dapat mencapai target APBN yang diharapkan.

 

Menurut Misbakhun, kondisi akhir-akhir ini sering didapati bagaimana fasilitas kesehatan sering kesusahan dalam menangani gejolak pandemi ini. "Dengan pandemi seperti sekarang, kita tidak tahu kapan berakhirnya, maka reformasi sistem kesehatan harus jelas," sebutnya pada diskusi Forum Legislasi dengan tema 'Menjaga RUU APBN 2022 untuk kepentingan rakyat' di Media Center DPR RI, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Selasa (24/8/2021). Turut hadir sebagai narasumber, Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah.

 

Apalagi kata Misbakhun, pemerintah telah merencanakan anggaran kesehatan sebesar Rp255,3 triliun, atau 9,4 persen dari belanja negara di tahun 2022. Namun demikian, politisi Partai Golkar itu turut mempertanyakan apakah anggaran sebesar itu sudah mencukupi untuk melakukan reformasi di bidang kesehatan.

 

Misbakhun turut menyoroti upaya pemerintah dalam pemulihan sosial-ekonomi masyarakat pada RUU APBN 2022 dengan memberikan dukungan insnetif perpajakan. Hanya saja susunan insentif belum terbaca pada struktur APBN tahun depan. Sekadar informasi target belanja negara tahun depan yang berkisar RP2.708 triliun, lebih kecil dibandingkan target belanja tahun ini yang berada pada level Rp2.750 triliun.

 

Jumlah target belanja tahun depan juga lebih kecil dari target belanja tahun 2020 lalu yang sebesar Rp2.739 triliun.  Meskipun tantangan berupa pandemi Covid-19 masih belum dapat diprediksikan kapan akan berakhir, Misbakhun berharap pemerintah terus mengoptimalkan upaya pemulihan sosial-ekonomi masyarakat lewat target belanja APBN tersebut. (ah/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Akan Undang Mendag, Andre Rosiade: Pastikan Program Minyak Goreng Rakyat Terdistribusi dengan Baik
20-05-2022 / LAIN-LAIN
Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menyebutkan pihaknya akan mengundang Menteri Perdagangan (Mendag) Muhamad Luthfi beserta jajaran dalam rapat...
Pelonggaran Penggunaan Masker, Melkiades Laka Lena: Sinyal Positif Pengendalian Pandemi
20-05-2022 / LAIN-LAIN
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena mendukung langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang melonggarkan kebijakan penggunaan...
Ahmad Muzani Pertanyakan Wabah PMK pada Sapi Terjadi Kembali di Indonesia
20-05-2022 / LAIN-LAIN
Anggota DPR RI Ahmad Muzani mempertanyakan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi terjadi kembali ke Indonesia. Menurutnya, wabah...
Hepatitis Akut Mengancam, Rahmad Handoyo: Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Harus Dimasifkan
19-05-2022 / LAIN-LAIN
Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mengatakan perlu upaya untuk menghidupkan kembali Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) secara masif...