Gaji ke-13 PNS 2022 Tanpa Tukin Harus Disikapi dengan Bijaksana

06-09-2021 / KOMISI II

Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus. Foto : Geraldi/mr

 

Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus menyatakan, keputusan pemerintah terkait gaji ke-13 Pegawai Negeri Sipil (PNS) tahun 2022 tanpa tunjangan kinerja (tukin) harus diterima dengan ikhlas dan disikapi dengan bijaksana oleh para PNS. 

 

Politisi PAN ini menyampaikan, kebijakan pemerintah melakukan refocusing anggaran berkaitan dengan kebutuhan dana untuk penanganan pandemi Covid-19 yang masih cukup tinggi di tahun 2022. Pada tahun 2021, pemerintah sudah empat kali melakukan refocusing anggaran.

 

"Pada refocusing kedua, pemerintah tetap membayarkan THR kepada ASN tanpa menyertakan tunjangan kinerja. Dan dari situ, negara menghemat beberapa belas triliun," kata Guspardi dalam berita rilisnya, Senin (6/9/2021).

 

Guspardi mengatakan, keadaan keuangan negara saat ini memang dalam keadaan tidak sedang baik-baik saja akibat kontraksi keuangan negara yang sangat berat dalam menghadapi Covid-19.

 

"ASN harus tetap bersyukur pemerintah masih memberikan gaji ke-13 walaupun tidak disertai tunjangan kinerja. Jadi, kebijakan ini harus disikapi dengan arif dan bijaksana. Pemerintah memang sedang melakukan refocusing untuk penanganan pandemi Covid-19 yang entah sampai kapan akan berakhir," ujarnya.

 

Legislator dari dapil Sumbar 2 itu menuturkan, para PNS seharusnya bisa mengerti dengan kondisi yang sedang dihadapi saat ini. Kebijakan ini mungkin dirasa berat bagi para PNS selama pandemi ini. Namun, negara lebih membutuhkan dan dimaksudkan untuk membantu memperkuat daya beli masyarakat, mengurangi pengangguran, dan kemiskinan akibat meningkatnya PHK dan program lainnya yang diarahkan guna memperkuat pertumbuhan ekonomi di tengah kontraksi keuangan yang sangat berat dalam menghadapi Covid-19.

 

"Di sisi lain, pemerintah tentu memahami kebutuhan para PNS sebagaimana kebutuhan masyarakat pada umumnya. Namun demikian, jika kondisi negara telah kembali ke keadaan normal dan keuangan negara sudah kembali sehat, maka negara perlu kembali memberikan tunjangan kinerja untuk PNS yang saat ini dipangkas," tutup Anggota Baleg DPR RI tersebut. (dep/er)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Masalah DPT Pemilu Tak Boleh Terulang
25-01-2022 / KOMISI II
DPR RI, pemerintah dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menyepakati tanggal pemungutan suara Pemilu Serentak dan Pilkada Serentak 2024. Pemilu...
Penetapan Jadwal Pemilu Jawab Ketidakpastian Demokrasi Prosedural di Indonesia
24-01-2022 / KOMISI II
Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizami Karsayuda menegaskan penetapan jadwal pemungutan suara Pemilu pada 14 Februari 2024 menjawab ketidakpastian...
Saan Mustopa Beri Dua Catatan Terkait Penyelenggaraan Pemilu 2024
24-01-2022 / KOMISI II
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Saan Mustopa memberikan dua catatan penting terkait soal Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, yakni mengenai...
Pemungutan Suara Pemilu Disepakati 14 Februari 2024
24-01-2022 / KOMISI II
Komisi II DPR RI dengan Menteri Dalam Negeri, Komisi Pemilihan Umum (KPU) serta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sepakat bahwa penyelenggaraan...