Kunjungi Bio Farma, Komisi I Tinjau Pemenuhan Kebutuhan Vaksin Dalam Negeri Melalui Peran Diplomasi

11-09-2021 / KOMISI I

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Anton Sukartono Suratto saat membuka rapat dengan Dirut PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir beserta jajaran di Bandung, Jawa Barat, Jumat (10/9/2021). Foto: Ria/Man

 

Vaksinasi adalah jalan menuju kekebalan kelompok (herd-immunity) yang pada akhirnya menjadi kunci dalam penanganan Covid-19. Dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19 dan menjaga kesehatan masyarakat, diperlukan percepatan dan kepastian pengadaan vaksin Covid-19 serta pelaksanaan vaksinasi sesuai dengan ketersediaan dan kebutuhan yang ditetapkan pemerintah.

 

Melihat kondisi Covid-19 saat ini, Panja Diplomasi Luar Negeri terkait Penanggulangan Covid-19 Komisi I DPR RI memandang perlu melakukan pengawasan diplomasi penanggulangan pandemi Covid-19. Di antaranya untuk mengkaji kebijakan strategis diplomasi perlindungan dan penanganan WNI di luar negeri pada masa pandemi Covid-19 hingga mengkaji kebijakan diplomasi Kesehatan terutama dalam pengadaan vaksin.

 

“Untuk melakukan pendalaman mengenai pelaksanaan diplomasi luar negeri di lapangan, Panja mengadakan kunjungan kerja ke PT Bio Farma (Persero) guna mengetahui bagaimana peran Bio Farma sebagai holding farmasi Indonesia dalam implementasi diplomasi vaksin Covid-19 guna pemenuhan kebutuhan dalam negeri,” ungkap  Wakil Ketua Komisi I DPR RI Anton Sukartono Suratto saat membuka rapat dengan Dirut PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir beserta jajaran di Bandung, Jawa Barat, Jumat (10/9/2021).

 

Dari paparan yang disampaikan Dirut PT Bio Farma Honesti Basyir, Anton menyampaikan Komisi I mengapresiasi upaya diplomasi holding farmasi PT Bio Farma dalam penanggulangan Covid-19 di Indonesia. Namun, dari hasil pertemuan, Panja mencatat permasalahan dan hambatan  dalam pengadaan dan pendistribusian vaksin, di antaranya ketergantungan bahan baku obat dan vaksin termasuk alat kesehatan dan diplomasi dalam memantau harga dan suplai vaksin dan koordinasi distribusi dengan pemda.

 

“Kami minta Bio Farma terus berkoordinasi dan bersinergi dengan pemangku kepentingan di dalam negeri dalam menjalin kolaborasi internasional terkait diplomasi dan penyediaan vaksin, diplomasi pengembangan vaksin terkait kolaborasi riset dan transfer teknologi dan diplomasi dalam penyediaan obat dan alkes,” kata politisi Partai Demokrat tersebut.

 

Hal itu, lanjut Anton, perlu dilakukan sebagai upaya penanggulangan Covid-19, memperkuat kapasitas dan kemandirian sistem Kesehatan nasional serta menyukseskan program vaksinasi nasional. Terakhir, Anton menyampaikan keseluruhan masukan akan menjadi bahan bagi Panja dalam merumuskan kebijakan terkait diplomasi luar negeri terkait penanggulangan Covid-19. “Terkait permasalahan yang kami catat, akan kami sampaikan kepada pemerintah saat rapat kerja Komisi I DPR RI,” tutup Anton.

 

Sebelumnya, Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir menyampaikan upaya diplomasi vaksin Covid-19 untuk program pemerintah sesuai PMK No. HK. 01.07/MENKES/6587/2020 tentang penugasan PT Bio Farma (Persero) dalam pelaksanaan pengadaan vaksin Covid-19. Saat ini ada 3 jenis vaksin yang penyediaanya dilakukan oleh PT Bio Farma yakni Vaksin Sinovac, AstraZeneca dan Novavax. Jenis Vaksin lainnya seperti Pfizer, Moderna, AstraZeneca, didatangkan pemerintah melalui hibah/donasi/grant dengan skema bilateral maupun multilateral (Covax. GaVI).

 

Adapun, peranan  holding farmasi dalam penanganan Covid-19 di antaranya menyediakan vaksin, obat, memberikan pelayanan kesehatan,  distribusi, medical supplies serta terus melakukan inovasi untuk ketahanan kesehatan. Disampaikan Honesti, peranan strategis vaksin saat ini ialah meningkatkan kerjasama Internasional dalam upaya mengembangan vaksin-vaksin baru. “Diplomasi luar negeri merupakan strategi yang sangat penting guna membantu penanggulangan pandemi. Saat ini kita memperkuat kapasitas dan sistem Kesehatan nasional sehingga kita perlu Bersatu untuk menanggulangi penyakit,” kata Honesti.

 

Turut hadir dalam kunspek tersebut, di antaranya; Wakil Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto (F-PDI Perjuangan); dan Anggota Komisi I DPR RI Rudianto Tjen (F-PDI Perjuangan); Junico BP Siahaan (F-PDI Perjuangan); Nurul Arifin (F-Partai Golkar); Fadhlullah (F-Gerindra); Muhammad Farhan (F-NasDem); Helmy Faishal Zaini (F-PKB); Saiful Bahri Anshori (F-PKB) dan Farah Putri Nahlia (F-PAN). (rnm/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Abdul Kharis Sambut Baik Donasi Pembelian Kapal Selam
24-11-2021 / KOMISI I
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari mengapresiasi kegiatan donasi yang dikumpulkan oleh Takmir Masjid Jogokariyan untuk pembelian...
Komisi I Pertanyakan Proses Seleksi Calon Anggota KIP
23-11-2021 / KOMISI I
Komisi I DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat dengan Panitia Seleksi (Pansel) Rekrutmen Calon Anggota Komisi Informasi Pusat (KIP) Periode...
Komisi I Apresiasi Kinerja Balai Deteksi Sinyal BSSN di Batam
19-11-2021 / KOMISI I
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari mengapresiasi Balai Deteksi Sinyal (BDS) Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)...
Komisi I Apresiasi Peran Aktif BINDA Kalsel Tangani Pandemi
18-11-2021 / KOMISI I
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Bambang Kristiono mengapresiasi kinerja dan aktif Badan Intelijen Daerah (BINDA) Kalimantan Selatan dalam mengatasi...