Rudy Mas'ud Setuju Pemutakhiran Perlengkapan Penelitian Landasan Kontinen

16-09-2021 / PANITIA KHUSUS

Anggota Pansus Rancangan Undang-Undang (RUU) Landasan Kontinen DPR RI Rudy Mas'ud. Foto: Jaka/nvl

 

Anggota Pansus Rancangan Undang-Undang (RUU) Landasan Kontinen DPR RI Rudy Mas'ud menyetujui usulan tentang pemutakhiran perlengkapan kapal-kapal yang digunakan dalam penelitian data kelautan. Pemutakhiran armada-armada juga menjadi hal yang diperlukan, terutama  alat alat yang berkaitan dengan navigasi termasuk di dalamnya adalah Echosounder untuk mengukur kedalaman serta melihat topografi yang ada di lautan.

 

“Berkaitan dengan riset yang dilakukan, saya setuju sekali mengenai perlengkapan, equipment kapal-kapal yang dipergunakan untuk pemutakhiran dan juga tentunya dengan mengarungi lautan Indonesia yang hampir 3000 kilometer persegi luar biasa, pak,” ujar Rudy dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Pansus RUU Landas Kontinen bersama jajaran Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (16/9/2021).

 

Selain itu, Rudy juga menyoroti apakah kehadiran RUU Kontinen ini berdampak dengan perlunya pembahasan mengenai Air Defence Identification Zone (ADIZ) di dalamnya. Pasalnya, salah satu teknologi yang telah berkembang saat ini adalah  kemampuan untuk  penginderaan jauh, baik dari udara maupun dari dalam laut, khususnya yang berkenaan dengan pelaksanaan penelitian dalam laut.

 

“Khususnya (teknologi) yang berkenaan dengan penelitian dalam laut, yang berkaitan dengan pertahanan. Tidak hanya pertahanan tentunya dengan keamanan Republik Indonesia,” lanjut politisi Partai Golkar itu.

 

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Utama BRIN Mego Pinandito menyampaikan, terkait penggunaan teknologi memang ada tantangan dari sisi pertahanan dan keamanan yang semakin luas. Sehingga sistem teknologi seperti radar dan lainnya yang dikembangkan BRIN dan dikelola bersama dengan Kementerian Pertahanan dan TNI, sehingga dapat men-cover hingga daerah tersebut.

 

“Tentunya dalam konteks bagaimana penggunaan radar yang diperlukan untuk menjamin pertahanan dan keamanan dan kadar ikan yang dapat dimanfaatkan nelayan sehingga mereka mendapatkan manfaat dari perluasan landasan kontinen tersebut,” pungkasnya. (hal/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Pansus RUU Landas Kontinen Serahkan DIM kepada Pemerintah
12-04-2022 / PANITIA KHUSUS
Ketua Panita Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Landas Kontinen DPR RI Maman Abdurrahman menyerahkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU...
Achmad Baidowi: Tidak Ada Hal Luar Biasa Warga Gugat UU IKN ke MK
26-01-2022 / PANITIA KHUSUS
Anggota DPR RI Achmad Baidowi menilai tidak ada hal luar biasa ketika ada warga yang mengajukan gugatan Undang-Undang Ibu Kota...
RUU IKN Disetujui, Suryadi Jaya Purnama Persilakan Masyarakat Ambil Langkah ‘Judicial Review’
22-01-2022 / PANITIA KHUSUS
Anggota Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) Suryadi Jaya Purnama mempersilakan masyarakat untuk melakukan langkah konstitusi...
UU IKN Sebagai Landasan Hukum Ibu Kota Baru
18-01-2022 / PANITIA KHUSUS
Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengatakan bahwa RUU IKN yang...