Pustakawan Berperan Penting pada Perpustakaan Era Digital

24-09-2021 / KOMISI X

Anggota Komisi X DPR RI Desy Ratnasari (tengah) saat memimpin pertemuan Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Jumat (24/9/2021). Foto: Runi/man

 

Keberlangsungan perpustakaan di era digital perlu adanya dukungan dari para pustakawan dan tenaga perpustakaan yang handal dan professional di bidangnya, guna mensosialisasikan ke masyarakat seberapa penting peranan perpustakaan di era digitalisasi saat ini. Pada dasarnya peranan pustakawan dinilai sangatlah bermanfaat bagi masyarakat maupun anak-anak, yang ingin mengetahui beberapa hal terkait bacaan dan membantu mereka yang gemar membaca. 

 

Akan tetapi, kata Anggota Komisi X DPR RI Desy Ratnasari, sangat disayangkan profesi pustakawan saat ini belum mendapatkan apresiasi terhadap kinerja mereka sendiri. Misalnya, masih banyaknya pustakawan yang belum mengikuti program sertifikasi, termasuk dari sisi kesejahteraan, yakni belum adanya apresiasi berupa tunjangan profesi ataupun tunjangan sertifikasi. 

 

“Dengan demikian Komisi X perlu mencarikan solusinya bagaimana keinginan para pustakawan bisa terealisasikan atau didiwujudkan,” kata Desy saat memimpin pertemuan Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI dengan Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Keuangan Pengembangan Aset SDA Provinsi Sumatera Utara Agus Tripriyono, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumut Halen Purba, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumut Dwi Enda Purwanti, perwakilan pustakawan, komunitas literasi, dan organisasi profesi perpustakaan, di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Jumat (24/9/2021).

 

Menurut Desy, hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi Komisi X DPR RI untuk bisa berkolaborasi dengan Perpustakaan Nasional guna bisa mencarikan jalan keluar demi mewujudkan aspirasi yang diinginkan pustakawan, di tengah anggaran Perpusnas dari tahun ke tahun yang sangat kecil. "Untuk itu kami yang duduk di Komisi X akan mendorong peningkatan anggaran (Perpusnas), guna mewujudkan keinginan dari pada pustakawan,” komitmen Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) DPR RI tersebut. 

 

Desy menjelaskan bagaimana bisa mengembangkan perpustakaan ke era revolusi 4.0, serta melaksanakan percepatan jika tidak ditunjang keberpihakan anggaran. Tentunya kebijakan yang sudah tertuang pada peraturan pemerintah harus juga dikeluarkan. Menurutnya ini sangat penting untuk mendukung percepatan perwujudan perpustakaan pengembangan kearah digitalisasi yang bisa dinikmati oleh masyarakat dimanapun mereka berada.

 

Di sisi lain, ia menilai komunitas masyarakat literasi menjadi tulang punggung dalam menggerakkan kegemaran membaca di tingkat masyarakat, salah satunya mengubah pola kebiasaan masyarakat yang awalnya melihat buku bacaan atau mengakses internet hanya untuk melihat games  ataupun berita-berita secara audiovisual. “Ke depannya saya harapkan kegemaran membaca bisa betul-betul menjadi suatu hal yang penting bagi kehidupan masyarakat itu sendiri,” harap legislator dapil Jawa Barat IV tersebut. 

 

Anggota Komisi X DPR RI Sofyan Tan menilai keinginan para pustakawan yang menginginkan adanya tunjangan sertifikasi sangatlah wajar, karena profesi mereka termasuk pelayanan pendidikan, melayani anak-anak didik ataupun masyarakat umum yang ingin membaca. Mereka mengemban tanggung jawab yang besar dalam hal peningkatan sumber daya manusia yang berkaitan dengan membaca atau gemar membaca.

 

“Saya kira pustakawan itu memegang peranan sangat penting, namun pada kenyataan sekarang seperti dikatakan dalam pertemuan kita, (pustakawan) bisa melakukan sertifikasi, tetapi tidak ada tunjangan profesi terhadap hal itu. Seharusnya jika sudah tersertifikasi berarti kita mengakui ke profesionalanya,” tandas Anggota Fraksi PDI-Perjuangan DPR RI tersebut. 

 

Sofyan berharap nantinya pemerintah menambah anggaran untuk bisa memberikan tunjangan profesi kepada pustakawan itu. "Artinya tunjangan yang diberikan kepada guru, kepada dokter, dan juga bidan, harus juga diberikan kepada pustakawan. Hal itu sangatlah wajar diberikan, pasalnya tugas mereka juga sebagai garda terdepan untuk gerakan gemar membaca dan peranan dari pada pata pustakawan itu sangat penting. Ada delapan ribu pustakawan yang harus kita bantu kesejahteraanya, anggap saja nilai uangnya tidak seberapa. Pemerintah harus memiliki niat baik untuk bisa membuat pustakawan hidup menjadi lebih baik,” tegasnya.

 

Legislator dapil Sumatera Utara I itu menambahkan, Komisi X DPR RI akan mendiskusikan dan memperjuangkan hal ini dengan Perpusnas. Perpusnas sudah sepakat untuk mengatasi permasalahan ini, tinggal Kementerian Keuangan untuk mengalokasikan dananya. “Saya kira anggaran tidak terlalu besar kalau kita hitung delapan ribu pustakawan dikali (besaran) tunjangan. Pemerintah masih mampu untuk merealisasikanya sekarang kita lihat niatnya bagaimana menggolkan keinginan para pustakawan,” imbuh Sofyan.

 

Kehadiran perpustakaan di era digital menjadi penting karena perpustakaan menjadi tempat yang lebih dinamis, terbuka, dan merupakan pusat kegiatan masyarakat, serta dapat menjadi tempat menciptakan kreativitas, sharing gagasan dan pemikiran, juga pusat data dan riset. Tak hanya itu bisa juga mempermudah dalam pencarian sumber literasi secara digital bagi penggunanya. Dengan demikian hadirnya perpustakaan secara digital sangatlah penting guna menunjang pengembangan Perpustakan baik di daerah maupun pusat. (rni/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Komisi X Dukung Pembangunan ‘Sport Center’ di Kalbar
13-10-2021 / KOMISI X
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian berkomitmen mendukung Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk membangun sport center dan sarana...
SMKN 5 Pontianak Dinilai Telah Kolaborasikan Pendidikan Vokasi dan IDUKA
11-10-2021 / KOMISI X
Anggota Komisi X DPR RI Zainuddin Maliki menilai SMK Negeri 5 Pontianak telah mengimplementasikan dengan baik program kolaborasi antara pendidikan...
Sakinah Aljufri: Harus Ada Keadilan Anggaran bagi Provinsi Sulteng
11-10-2021 / KOMISI X
Anggota Komisi X DPR RI Sakinah Aljufri menyampaikan bahwa sudah lama dirinya ingin agar Komisi X DPR RI dapat berkunjung...
Dede Yusuf Ungkap Permasalahan Keberpihakan Anggaran di Sulteng
11-10-2021 / KOMISI X
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi menyampaikan, ada beberapa isu besar yang mengemuka dalam pertemuan antara...