Banggar DPR Apresiasi Kinerja Pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

30-09-2021 / PARIPURNA

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah saat membacakan Laporan Banggar DPR RI mengenai Hasil Pembicaraan Tingkat I/Pembahasan RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2022 beserta Nota Keuangannya dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-6 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2021-2022, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (30/9/2021). Foto: Runi/Man

 

Badan Anggaran (Banggar) DPR RI mengapresiasi kinerja pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional, sejak terjadinya pandemi pada Maret 2020 hingga pertengahan tahun 2021. Hal itu disampaikan Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah saat membacakan Laporan Banggar DPR RI mengenai Hasil Pembicaraan Tingkat I/Pembahasan RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2022 beserta Nota Keuangannya.

 

“Pulihnya perekonomian nasional ditunjukkan oleh kinerja neraca perdagangan terus mencatatkan hasil positif hingga pertengahan tahun 2021 ini. Bahkan pada Agustus 2021, mencatatkan prestasi paling tinggi mencapai 4,74 miliar dollar AS,” jelas Said dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-6 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2021-2022, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (30/9/2021).

 

SAKSIKAN VIDEO TERKAIT: RAPAT PARIPURNA DPR RI KE-6 MASA PERSIDANGAN I TAHUN SIDANG 2021-2022

 

Meskipun demikian, Said memahami bahwa kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal II 2021 berlangsung menurun. Namun, hal ini disebabkan karena melebarnya defisit transaksi berjalan (current account deficit) yang mencapai 2,2 miliar dollar AS. “Kami memperkirakan NPI pada kuartal III dan IV 2021 akan kembali membaik,” jelas Politisi PDI-Perjuangan tersebut.

 

Ia menambahkan, indikator Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Agustus 2021 menunjukkan kinerja membaik sebesar 43,7. Perbaikan tersebut terjadi setelah penurunan pada Juli 2021 sebesar 40,1 sebagai sampaikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali. “Kami memperkirakan PMI Manufaktur Indonesia akan kembali membaik pada posisi 50-an, jika pandemi COVID-19 ini bisa dikendalikan,” ujar Said.

 

Selain itu, pulihnya perekonomian Indonesia ditandai dengan tingkat konsumsi rumah tangga dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang menuju perbaikan signifikan. Tingkat konsumsi rumah tangga pada kuartal II 2021 tumbuh 1,72 persen, setelah kuartal sebelumnya negatif 2,22 persen. “Sedangkan pertumbuhan PMTB pada kuartal II 2021 melesat tinggi, tumbuh 7,54 persen setelah pada kuartal sebelumnya terkontraksi 0,23 persen,” papar Said.

 

Menanggapi laporan ini, atas nama pemerintah, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pimpinan dan seluruh Anggota DPR RI atas segala masukan, arahan, dukungan, dan kerjasama yang baik. Sehingga, seluruh proses pembahasan RUU APBN Tahun Anggaran 2022 dapat terlaksana dengan baik sesuai jadwal yang telah disepakati. (rdn/es)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
RUU TPKS Sah Jadi Inisiatif DPR, Puan Minta Presiden Segera Kirim Surpres
18-01-2022 / PARIPURNA
RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) sudah disahkan sebagai RUU Inisiatif DPR. Dr. (H.C) Puan Maharani berharap pemerintah segera menindaklanjuti...
Fraksi DPR Telah Berikan Pandangan Terhadap UU IKN
18-01-2022 / PARIPURNA
Rancangan Undang-Undang tentang Ibu Kota Negara (RUU IKN) telahdisahkan menjadi undang-undang pada pengambilan keputusan tingkat II dalam Rapat Paripurna di...
Perpres Nomor 104 Tahun 2021 Didesak untuk Direvisi
18-01-2022 / PARIPURNA
Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 104 Tahun 2021 tentang Rincian APBN 2022 didesak agar direvisi, terutama mengatur penggunaan dana desa. Perpres...
Pemindahan IKN Berpotensi Langgar UU Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup
18-01-2022 / PARIPURNA
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) Johan Rosihan secara tegas menyatakan menolak pengesahan Rancangan Undang-Undang Ibu Kota...