Anggota DPR Desak Pemerintah Salurkan Sisa Jatah Kuota BPJS Kesehatan

20-10-2021 / KOMISI IX

Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati. Foto: Jaka/nvl 

 

Kuota Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan masih tersisa 9,7 juta setelah Menteri Sosial Tri Rismaharini menghapus sekitar 9 juta data. Merespon hal tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati meminta pemerintah segera melakukan penyaluran kuota 9,7 juta dengan pembiayaan dari APBN. 

 

Menurutnya, selain itu adalah amanat konstitusi, saat ini masyarakat semakin terhimpit akibat pandemi Covid-19. Dimana, angka penduduk miskin Indonesia pada Maret 2021 mencapai 27,54 juta atau naik 0,36 persen dibanding Maret 2020. Dengan sebaran, tingkat kemiskinan di perkotaan meningkat dari 7,38 persen pada Maret 2020 menjadi 7,89 persen pada Maret 2021. Begitu pula dengan jumlah orang miskin di desa naik dari 12,82 persen menjadi 13,1 persen.

 

“Angka pengangguran terbuka juga meningkat. Termasuk meningkatnya PHK ditandai meningkatnya klaim Jaminan Hari Tua BPJS Kesehatan pada Agustus 2021 yang didominasi PHK pada usia produktif. Angka-angka ini menunjukkan tekanan ekonomi ke masyarakat itu nyata dan mereka butuh jaring pengaman sosial salah satunya PBI BPJS Kesehatan,” ujar Mufida dalam siaran persnya, Rabu (20/10/2021).

 

Karenanya, Mufida menekankan pemerintah pusat bersama daerah untuk melakukan pendataan keluarga dalam rangka memperbaharui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Mengingat banyaknya keluarga yang kini kondisinya pra sejahtera akibat pandemi yang berkepanjangan. 

 

“Penduduk miskin baru ini berasal dari keluarga yang kehilangan tulang pungung pencari nafkah yang wafat karena pandemi, penduduk yang mengalami sakit berkepanjangan maupun penduduk yang kehilangan pekerjaan atau mata pencaharian maupun berkurang pendapatan secara tajam akibat pandemi yang mengharuskan dilakukannya pembatasan berbagai kegiatan,” katanya.

 

Ia meminta agar pemerintah segera melakukan pendataan kembali untuk mengetahui keluarga miskin baru maupun keluarga tidak mampu yang sebelumnya juga belum terdata sebagai PBI BPJS. Apalagi beberapa daerah juga sudah mengalokasikan anggaran untuk bantuan iuran (PBI) kelas 3 dalam rangka program jaminan kesehatan yang diselenggarakan pemerintah daerah.

 

“Kondisi pandemi yang sudah mulai mereda harus dimanfaatkan masyarakat khususnya yang memiliki kondisi kesehatan kurang baik dan penyakit lama atau riwayat penyakit untuk kembali mendatangi faskes-faskes terdekat untuk memeriksakan kesehatan. Pada saat yang sama, Faskes seperti Puskesmas bersama Dinas Kesehatan di daerah perlu kembali menggiatkan program preventif-promotif dan pola hidup bersih dan sehat di masyarakat,” tuturnya.

 

Menurut Legislator Fraksi PKS itu, permasalahan BPJS Kesehatan selama ini selalu terkait data. Seringkali muncul sengkarut data serta pembayaran klaim ke RS terutama RSUD dan RS swasta kecil. “Kedua hal tersebut perlu menjadi fokus pembenahan BPJS sekaligus juga memperbaiki tata kelola keuangannya. Termasuk juga masalah fraud yang masih sering muncul,” pungkasnya. (rnm/es)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Rahmad Handoyo Imbau PPKM Level 3 Nataru Lebih dari Sepekan
02-12-2021 / KOMISI IX
Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mengimbau agar PPKM Level 3 pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) diterapkan...
Komisi IX Berharap Adanya Kolaborasi Intitusi Pendidikan dalam Pencegahan ‘Stunting’
02-12-2021 / KOMISI IX
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani berharap adanya upaya promotif di titik awal dengan melibatkan institusi pendidikan seperti sekolah...
Nurhayati Apresiasi Program Pendampingan Calon Pasutri Kota Tangerang untuk Atasi ‘Stunting’
01-12-2021 / KOMISI IX
Anggota Komisi IX DPR RI Nurhayati mengapresiasi program pendampingan terhadap calon pasangan suami istri (pasutri) yang dilakukan Pemerintah Kota Tangerang....
Komisi IX Tegaskan Pentingnya UHC pada Pemda
01-12-2021 / KOMISI IX
Anggota Komisi IX DPR Sri Meliyana menegaskan bahwauniversal health coverage(UHC) sangat penting untuk dicapai oleh pemerintah daerah. Sebab, di tengah...