Bali Perlu Kebijakan Fiskal Khusus untuk Bantu Pemulihan Ekonomi Saat Pandemi

25-11-2021 / BADAN ANGGARAN

Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal berfoto bersama usai mengikuti rapat dengar pendapat Tim Kunjungan Kerja Banggar DPR RI dengan kepala daerah se-Bali, di Denpasar, Bali, Kamis (25/11/2021). Foto: Taufan/nvl

 

Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menilai, krisis multidimensi yang disebabkan pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang signifikan terhadap sektor pariwisata yang menjadi ujung tombak perekonomian Bali dalam dua tahun terakhir. Menurutnya dibutuhkan peran pemerintah daerah untuk memulihkan perekonomian Pulau Dewata.

 

“Perlu ada kebijakan khusus untuk membantu pemerintah daerah dalam menjalankan Pemerintahan dan perekonomian Bali,” kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut dalam rapat dengar pendapat Tim Kunjungan Kerja Banggar DPR RI dengan kepala daerah se-Bali, di Denpasar, Bali, Kamis (25/11/2021).

 

Lebih lanjut Cucun menyampaikan, sebagai daerah yang memiliki kontribusi terbesar dalam menghasilkan pajak hotel dan restoran di Indonesia, Bali layak untuk mendapat insentif khusus untuk pemulihan sektor ekonominya. “Sehingga Bali bisa kembali menjadi destinasi utama pariwisata Internasional di Indonesia,” sambungnya.

 

Cucun berharap ditunjuknya Bali sebagai tempat pelaksanaan KTT G-20 tahun 2022 bisa menjadi momentum yang tepat untuk membuka kembali sektor pariwisata di Bali. “Pemeritah harus mengoptimalkan segala upaya untuk menyukseskan perhelatan internasional tersebut, agar bisa memulihkan citra Bali sebagai destinasi wisata Internasional. Kami berharap pemerintah pusat dan daerah, BI, OJK dan semua stakeholder mendukung pertemuan puncak 20 negara-negara dengan PDB terbesar tersebut,” imbuh Cucun.

 

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bali I Wayan Koster juga menyampaikan, sudah hampir dua tahun ini perekonomian Bali terhenti, di mana semua sektor turunan pariwisata, hotel, restoran, travel dan sektor UMKM penunjang lainnya berhenti beroperasi. Lebih jauh Gubernur Koster menyampaikan 54 persen perekonomian Bali sangat tergantung dari sektor pariwisata, jadi ketika pariwisata berhenti maka ekonomi juga berhenti.

 

“Di Bali sektor pariwisatanya sangat kuat bahkan rata-rata pendapatan masyarakat disini itu dari pariwisata, pandemi Covid-19 menyebabkan dampak yang cukup signifikan terhadap perekonomian Bali untuk itu saya meminta agar pemerintah pusat turut serta membantu pemulihan ekonomi Bali,” tutur Gubernur Koster. (tn/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Said Abdullah: Larangan Ekspor Batu Bara Berdampak Turunnya Devisa Negara
03-01-2022 / BADAN ANGGARAN
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menilai, pelarangan ekspor batu bara yang dilakukan pemerintah pada 1-31 Januari 2022...
Said Abdullah: Pemerintah Perlu Pastikan Ketersediaan Cadangan Batu Bara Nasional
03-01-2022 / BADAN ANGGARAN
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI M. H. Said Abdullah menekankan bahwa pemerintah perlu memastikan ketersediaan cadangan batu bara nasional...
Hadapi Tantangan ke Depan, Said Minta Pemerintah Antisipasi Aset Kripto
31-12-2021 / BADAN ANGGARAN
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI M.H. Said Abdullah mengatakan Indonesia ke depan akan menghadapi banyak tantangan yang tidak mudah,...
Prediksi Ketidakpastian Keuangan Global, Banggar DPR Minta Pemerintah Lakukan Mitigasi
31-12-2021 / BADAN ANGGARAN
Tidak hanya di Indonesia, pasar keuangan global diprediksi mengalami ketidakpastian pada tahun 2022 akibat pandemi Covid-19. Ketidakpastian itu mengakibatkan sejumlah...