Legislator Pertanyakan Rendahnya Penyerapan Anggaran DAK Perpusnas RI

02-12-2021 / KOMISI X

Anggota Komisi X DPR RI My Esti Wijayanti. Foto: Jaka/Man

 

Anggota Komisi X DPR RI My Esti Wijayanti mempertanyakan rendahnya penyerapan anggaran dana alokasi khusus (DAK) Perpustakaan Nasional RI, yang sampai bulan November masih 46 persen. Disampaikan Esty, 2021 merupakan tahun kedua Perpusnas RI mendapat DAK , dimana besarannya di tahun ini hamper sama dengan APBN hasil recofusing untuk Perpusnas RI yakni sebesar Rp566 miliar lebih.

 

“APBN Perpustakaan Nasional RI penyerapannya memang sudah di atas 90 persen per November kemarin. Nah, persoalannya, anggaran yang dari DAK ini penyerapanya baru sekitar 46 persen. Sebenarnya apa kendala atau permasalahan apa yang ditemui dalam penyerapan DAK Perpusnas RI ini,” tanya Esti dalam RDP Komisi X DPR RI dengan Perpusnas RI, di ruang rapat Komisi X DPR RI, Senayan Jakarta, Kamis (2/12/2021).

 

Jika kendala tersebut disebabkan karena ketidaktahuan daerah akan adanya berbagai program Perpusnas RI yang dianggarkan lewat DAK tersebut, maka Politisi dari fraksi PDI Perjuangan ini berjanji, Komisi X pasti akan membantunya.

 

Komisi X DPR RI akan mengkomunikasikannya dengan kabupaten/kota agar serapan dan capaian dari anggaran DAK Perpusnas RI bisa maksimal. “Tidak sekedar serapan, tapi bagaimana target-target perpustakaan Nasional ini bisa tercapai dengan tambahan anggaran dari DAK itu,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan itu, legislator dapil D.I.Yogjakarta ini mengapresiasi kemajuan dalam pengelolaan Perpustakaan nasional RI. Seperti adanya layanan live chat yang konon menurut laporan mendapat respon yang cukup besar dari pengguna. Meskipun belum diketahui apakah respon tersebut isinya berupa apresiasi atau malah menghujat atau mengritisi. Namun  apapun itu, dengan respon yang hingga ratusan ribu itu merupakan sebuah prestasi, dan sebuah hasil dari metode yang cukup menarik.

 

“Alangkah baiknya, live chat itu juga dilakukan di daerah-daerah yang memiliki perpustakaan kecil. Kalau memang perlu kita support, kita support. Toh dalam DAK fisik dan dana dekonsentrasi nya juga memungkinkan untuk itu,” ungkap Esti. (ayu/es)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Bahasa Daerah Penting Dikembangkan
20-01-2022 / KOMISI X
Keberadaan bahasa daerah di sekolah-sekolah di daerah sangat penting dikembangkan untuk menjaga kelestarian bahasa daerah sekaligus kearifan lokal. Menjaga kekayaan...
IPP Tahun 2020 Mengalami Penurunan
20-01-2022 / KOMISI X
Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) pada 2020 mengalami penurunan signifilan dibanding 2019. IPP pada 2019 sebesar52,61 menjadi 51,00 di tahun 2020....
GTK Honorer Punya Peran Strategis
20-01-2022 / KOMISI X
Guru dan tenaga kependidikan (GTK) honorer diakui punya peran strategis dalam membangun sistem pendidikan nasional. Namun sayangnya, menurut Wakil Ketua...
Komisi X Apresiasi Kinerja Kemenpora Selama 2021
20-01-2022 / KOMISI X
Kinerja Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) selama tahun 2021 mendapat apresiasi dari Komisi X DPR RI. Selain banyak prestasi ditorehkan...