Tindak Tegas Polisi yang Tidak Mendukung Program Presisi

06-12-2021 / KOMISI III

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond Junaidi Mahesa. Foto: Oji/nvl

 

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond Junaidi Mahesa memberi tanggapan atas kasus yang diduga melibatkan polisi berpangkat Bripda bernama Randy Bagus yang sudah mencoreng institusi Polri. Randy Bagus merupakan mantan kekasih Novia Widyasari, yang diduga sebagai penyebab mahasiswi Universitas Brawijaya Malang berinisial ini mengakhiri hidupnya di samping pusara ayahnya, di Mojokerto, Jawa Timur.

 

Desmond meminta Polri bisa mengusut tuntas dan jernih kasus yang membanjiri lini masa media sosial dengan tagar #JusticeForNoviaWidya. Dia menegaskan agar Polri menindak tegas anggotanya yang tidak mendukung program Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Rransparansi, Berkeadilan). Desmond juga meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk dapat membina seluruh anggotanya.

 

“Karena itu, Kapolri harus benar-benar menjalankan Presisi ini secara benar, sehingga oknum-oknum polisi yang tidak mendukung Presisi ini harus ditindak tegas. Walaupun Pak Sigit dalam beberapa tindakan yang kita lihat juga cukup tegas, tapi kok ya nggak ada kapoknya juga polisi. Berarti ini perilaku-perilaku pribadi di kepolisian yang harus dibina," papar Desmond dalam keterangan persnya kepada Parlementaria, Ahad (5/12/2021).

 

Menurutnya, kasus yang menjadi perhatian publik tersebut menjadi tantangan terbesar Kapolri sekarang, karena apa pun yang terjadi dengan kasus seperti Novia Widyasari telah merugikan institusi Polri. Desmond juga meminta kepolisian transparan dalam menyidik kasus ini. "Saya pribadi cuma mengimbau ke Kapolda Jatim untuk lebih hati-hati melakukan penyidikan. Jangan sampai tidak memuaskan masyarakat," kata Desmond.

 

Politisi Partai Gerindra ini pun mewanti-wanti agar Polda Jatim terkesan menutupi 'bau bangkai' dan tidak transparan mengusut kasus yang melibatkan anggotanya. "Jangan sampai, bau busuk itu lama-lama akan kelihatan, ternyata tindakan institusi kepolisian atau Polda Jawa Timur menutupi kebusukan itu. Akhirnya dua kali malu kan,” pesan legislator dapil Banten II itu.

 

Seperti diketahui, Novia Widyasari nekat mengakhiri hidupnya dengan menenggak racun. Polisi menemukan sisa racun dalam sebuah botol plastik di sebelah mayat korban. Nama Bripda Randy Bagus kemudian menjadi perbincangan hangat di medsos karena disebut-sebut menjadi penyebab NWR bunuh diri di makam sang ayah. Bripda Randy Bagus saat ini sudah diamankan Polres Mojokerto dan terancam sanksi dipecat.

 

Dari pemeriksaan sementara, Bripda Randy Bagus mengaku menjalin hubungan dengan Novia Widyasari sejak 2019. Anggota Polres Pasuruan itu bahkan dua kali menggugurkan kandungan Novia Widyasari. Di media sosial, beredar kabar bahwa Novia Widyasari sebelumnya diperkosa oleh Bripda Randy Bagus hingga kemudian hamil. Bripda Randy Bagus disebut kemudian memaksa Novia Widyasari untuk menggugurkan kandungannya. Keluarga Bripda Randy Bagus juga disebut melakukan tekanan dan mengintimidasi korban. (eko/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Komisi III Soroti Over Kapasitas Lapas di Jambi
14-08-2022 / KOMISI III
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Pangeran Khairul Saleh beserta Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi III DPR RI menyoroti tingginya...
Aboe Bakar Al Habsyi Apresiasi Kapolri Bubarkan Satgasus Polri
13-08-2022 / KOMISI III
Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Al Habsyi mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang telah menghentikan...
Revisi KUHP Diharapkan Dapat Suburkan ‘Restorative Justice’
12-08-2022 / KOMISI III
Anggota Komisi III DPR RI Muhammad Nasir Djamil mendorong seluruh aparat penegak hukum baik Kepolisian, Kejaksaan Tinggi, hingga Mahkamah Agung...
Eva Yuliana Apresiasi Program Rehabilitasi Berbasis Masyarakat Untuk Cegah Penggunaan Narkoba
12-08-2022 / KOMISI III
Anggota Komisi III DPR RI Eva Yuliana mengatakan, letak geografis Jambi yang berada di sentral Pulau Sumatera, kerap dimanfaatkan pengedar...