Hadapi Tantangan ke Depan, Said Minta Pemerintah Antisipasi Aset Kripto

31-12-2021 / BADAN ANGGARAN

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI M.H. Said Abdullah. Runi/Man

 

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI M.H. Said Abdullah mengatakan Indonesia ke depan akan menghadapi banyak tantangan yang tidak mudah, di antaranya aset kripto yang mulai digemari masyarakat. Sehingga dirinya meminta pemerintah untuk mengantisipasi hal tersebut.

 

“Makin meluasnya penggunaan mata uang kripto sebagai alternatif pembayaran digital dan investasi harus diantisipasi oleh Bank Indonesia, OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi),” ujar Said dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria, Kamis (30/12/2021).

 

Terlebih, Indonesia masih memberlakukan rupiah sebagai alat pembayaran yang paling sah berdasar Undang Undang Mata Uang. Sehingga, sebagai otoritas pembayaran, Bank Indonesia harus mempersiapkan antisipasi bila uang kripto makin merongrong kewibawaan rupiah.

 

“Penegasan ini untuk memastikan bahwa rupiah defacto maupun dejure masih dijalankan. Setidaknya Bank Indonesia harus memastikan kesiapan rupiah digital sebagai alat bayar,” lanjut Anggota Komisi XI DPR RI.

 

Said pun meminta, OJK dan Bappebti untuk wajib meningkatkan literasi keuangan masyarakat terhadap uang kripto, sehingga masyarakat tidak menjadi korban lanjutan pasca tragedi pinjaman online menjamur. Politisi PDI-Perjuangan itu melanjutkan, tantangan lainnya yakni pandemi Covid-19 kemungkinan masih akan terjadi di sejumlah negara di tahun mendatang.

 

Situasi tersebut berpotensi adanya stagflasi dan supply chain disruption. Sehingga dirinya meminta pemerintah untuk memitigasi suplai komoditas Indonesia yang berasal dari luar negeri. “Dan perlu menyiapkan antisipasinya bila sewaktu waktu terjadi tersendatnya pasokan suplai komoditas utama kita di dalam negeri,” katanya.

 

Diketahui, tahun 2021 menjadi masa yang luar biasa bagi aset kripto. Harga Bitcoin (BTC), koin kripto terjumbo, dua kali menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa pada tahun ini. Kehebohan ini terjadi seiring semakin ramainya investor yang masuk ke dunia aset digital tersebut di tengah adanya pandemi Covid-19. (hal/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Waspada Pinjol Ilegal, Banggar DPR Dukung OJK Tingkatkan Literasi Keuangan
26-12-2022 / BADAN ANGGARAN
Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mendukung upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang melakukan sosialisasi langsung ke...
Said Abdullah: APBN Sehat, Manfaat Berkali Lipat
22-12-2022 / BADAN ANGGARAN
Menteri Keuangan baru saja menyampaikan rilis atas perkembangan realisasi dan capaian atas kinerja APBN 2022. Melalui tata kelola APBN 2022...
Penyerapan Rendah, Ratna Juwita Minta Evaluasi Belanja Pemerintah Pusat
21-12-2022 / BADAN ANGGARAN
Kementerian Keuangan melaporkan sampai 31 Oktober 2022 realisasi pendapatan negara baru mencapai sebesar Rp2.181,57 triliun dan realisasi belanja negara sebesar...
Pemerintah Akan Berikan Subsidi Kendaraan Listrik, Said Abdullah: Tak Ada di APBN 2023
19-12-2022 / BADAN ANGGARAN
Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian berencana memberikan subsidi kendaraan listrik listrik sebesar Rp80 juta dan mobil berbasis hybrid sebesar Rp40 juta,...