BKSAP Serukan Pentingnya Konektivitas Indo-Pasifik untuk Jawab Berbagai Tantangan Regional

13-01-2022 / B.K.S.A.P.

Wakil Ketua BKSAP DPR RI Putu Supadma Rudana melalui Panja Kerja Sama Indo-Pasifik menyelenggarakan diskusi di Museum Rudana, Ubud, Gianyar, Bali. Foto: Andri/nvl

 

Kawasan Indo-Pasifik yang luas dan mencakup berbagai negara di dalamnya, termasuk Indonesia, memiliki berbagai potensi yang belum tereksplorasi secara inklusif, seperti di bidang ekonomi dan perdagangan, konektivitas maritim, serta sumber daya alam. Di sisi lain, berbagai tantangan di kawasan Indo-Pasifik yang timbul, baik karena dinamika hubungan antar negara-negara di kawasan, kerusakan lingkungan, maupun penanganan pandemi Covid-19 turut mewarnai dinamika kawasan.

 

Merespon berbagai tantangan ini, Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI melalui Panitia Kerja (Panja) Kerja Sama Indo-Pasifik menyelenggarakan diskusi bertajuk “Proyeksi Kerja Sama Indonesia-Pasifik 2022: Perspektif Parlemen” di Museum Rudana, Ubud, Gianyar, Bali, Rabu (12/1/2022).

 

Wakil Ketua BKSAP DPR RI Putu Supadma Rudana mengatakan, diskusi ini membahas berbagai isu strategis yang menjadi perhatian bersama di kawasan Indo-Pasifik, antara lain perlambatan ekonomi akibat pandemi Covid-19, ancaman keamanan tradisional dan non-tradisional baik yang berasal dari kompetisi kekuatan aktor negara, hingga permasalahan perubahan iklim yang mengakibatkan berbagai masalah lingkungan dan berdampak bagi upaya pemeliharaan sumber daya alam berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat secara umum.

 

Lebih lanjut Putu menjelaskan, kebijakan BKSAP di kawasan Pasifik ke depan perlu mempertimbangkan dinamika geopolitik yang baru dan tanggapan ASEAN terhadap konektivitas, khususnya Pacific Corridor dengan agendanya implementasi Green Economy, memperbarui pembangunan manusia melalui kerja sama pendidikan dan menghubungkan konektivitas melalui pembangunan infrastruktur yang diprioritaskan di timur Indonesia.

 

BKSAP telah membentuk dua Panitia Kerja (Panja) untuk tahun 2022 yaitu Panja Kerja Sama Indo-Pasifik dan Panja untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Dialog ini bertujuan untuk mengeksplorasi Green Economy yang menjadi isu bersama dalam dua Panja tersebut guna memperkuat diplomasi parlemen yang mendukung kebijakan luar negeri Pemerintah Indonesia di kawasan Pasifik, tidak hanya untuk melindungi kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), namun juga untuk mewujudkan konektifitas Indonesia dengan negara-negara di Pasifik demi tercapainya stabilitas, keamanan dan kesejahteraan di kawasan. (man/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Perkuat Hubungan Bilateral, Hafisz Tohir Terima Kunjungan Dubes Uni Eropa
20-05-2022 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Achmad Hafisz Tohirmenerima kunjungan Duta Besar Uni Eropa Vincent Piket....
BKSAP DPR Kecam Penembakan Jurnalis Al-Jazeera oleh Militer Israel
12-05-2022 / B.K.S.A.P.
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon mengecam insiden penembakan jurnalis senior dari kantor berita internasional...
GKSB Parlemen Indonesia-Palestina Kutuk Israel Bunuh Wartawan
12-05-2022 / B.K.S.A.P.
Wartawan Al Jazeera, Shireen Abu Akleh (51 tahun) ditembak mati dalam serangan Israel di Tepi Barat pada Rabu (11/5/2022) lalu....
Jadi Satgas IPU Atasi Konflik Rusia-Ukraina, Fadli Zon Dorong Langkah Diplomasi
28-04-2022 / B.K.S.A.P.
DPR RI kembali ikut ambil bagian dalam upaya perdamaian bagi konflik Rusia-Ukraina melalui keterlibatan Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen...