Komisi VII Apresiasi Kinerja Pertamina Hulu Rokan

22-01-2022 / KOMISI VII

Anggota Komisi VII DPR RI Dyah Roro Esti saat mengikuti Kunjungan Kerja Komisi VII DPR RI di Pekanbaru, Riau, Kamis (20/1/2022). Foto: Bianca/Man

 

PT Pertamina (Persero) melalui anak perusahaannya yaitu PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) telah resmi mengambil alih Blok Rokan di Riau dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) pada tanggal 9 Agustus 2021. Blok Rokan memiliki peran yang cukup penting dalam mencapai target produksi minyak nasional sebesar 1 juta barel per day (bopd) pada Tahun 2030.

 

Per November 2021, Blok Rokan menyumbangkan hampir 25 persen produksi minyak nasional. Melihat capaian tersebut, Anggota Komisi VII DPR RI Dyah Roro Esti mengapresiasi capaian PT PHR tersebut dan berharap prestasi ini dapat dicontoh oleh perusahaan-perusahaan oil dan gas lainnya di Indonesia. Kendati sebelumnya ia mengaku khawatir ketika PT PHR mengambil alih Blok Rokan, justru mengalami penurunan produksi.

 

“Jadi ternyata sebaliknya. Maka ini suatu hal yang kami apresiasi, mengingat bahwa Negara Indonesia juga memiliki komitmen untuk mencapai 1 juta barel per day pada tahun 2030," ungkap Dyah Roro usai mengikuti pertemuan Komisi VII DPR RI dengan Dirjen Migas Kementerian ESDM RI, Kepala SKK Migas, Direksi PT Pertamina (Persero), CEO Sub Holding Upstream, Direksi PGN Tbk, Direksi PT Pertamina Hulu Rokan, di Pekanbaru, Riau, Kamis (20/1/2022).

 

Terkait dengan penyerapan tenaga kerja, Dyah Roro menambahkan bahwa PT PHR telah mengoptimalkan penyerapan tenaga kerja lokal tersebut, yakni sekitar 26 ribu karyawan. Untuk itu politisi Partai Golkar ini berharap dengan penyerapan tenaga kerja lokal tersebut, kehadiran sebuah industri khususnya di bidang minyak dan gas ini bisa berkontribusi dalam menyejahterakan masyarakat lokal.

 

"Prinsipnya apapun industrinya, apapun sektornya, harus berdampak positif kepada masyarakat di sekitarnya. Jangan sampai mereka malah sengsara dengan adanya perusahaan besar. Nah maka tadi disampaikan bahwa ternyata 85 persen dari total tenaga kerja itu adalah orang asal Riau. Jadi saya bersyukur kita bisa memberdayakan mereka, mudah-mudahan multiplier effect-nya bisa dirasakan, bisa mensejahterakan masyarakat dan purchasing power-nya mereka bisa semakin meningkat," harapnya.

 

Ke depannya, Dyah Roro berharap PT PHR dapat mempertahankan penerapan Sustainable Development Goals (SDGs), sehingga program-program yang dijalankan PT PHR nantinya dapat mencapai target-target tersebut baik itu di sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, UMKM dan lain sebagainya. "Di samping itu, tadi saya tekankan betapa pentingnya PHR ini juga mengimplementasikan the secular economy, bahwa konsep secular economy ini memang perlu ditekankan di lintas industri, jadi saya berharap di oil dan gas industri ini di-supply juga mulai menerapkan nilai-nilai inti dari secular economy," imbuhnya.

 

Selain Dyah Roro, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Dony Maryadi Oekon juga mengapresiasi capaian PT PHR dan berharap target dari Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas (SKK Migas) yakni produksi minyak nasional sebesar 1 juta barel per day (bopd) pada tahun 2030 bisa tercapai salah satunya melalui produksi minyak di Blok Rokan.

 

"Pada saat kita hadir di sini, adalah pertama kali kita hadir dalam posisi kepemilikan Blok Rokan ini sudah dimiliki bangsa kita sendiri. Di awal saya pikir mampu tidak bangsa kita. (Pengambilalihan Blok Rokan) ini membuktikan bahwasannya mereka bisa menaikkan produksi, jadi bangsa kita sudah mampu, anak-anak bangsa kita sudah mampu tingkatkan (produksi minyak dalam negeri)," harap politisi PDI-Perjuangan itu. (bia/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Legislator Minta Pertamina Transparan Jelaskan Ketidaksesuaian Stok dan Fakta Pertalite di Lapangan
14-08-2022 / KOMISI VII
Anggota Komisi VII DPR RI Nurhasan Zaidi meminta Pertamina secara transparan menjelaskan ketidaksesuaian antara stok dan fakta mengenai ketersediaan bahan...
Legislator: Transaksi Tesla Itu Dengan China, Bukan Indonesia
10-08-2022 / KOMISI VII
Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto minta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Panjaitan lebih memperhatikan...
Komisi VII Desak KESDM Bentuk BLU DMO Batu Bara
09-08-2022 / KOMISI VII
Komisi VII DPR RI mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) merealisasikan pembentukan Badan Layanan Umum (BLU) untuk Domestic...
Jaga Kebutuhan Energi Domestik, Krisis Batu Bara Harus Disikapi Serius
09-08-2022 / KOMISI VII
Krisis batubara di Tanah Air harus segera disikapi serius. Pemerintah sempat melarang ekspor batubara untuk beberapa saat. Perlu diingatkan kembali...