Anggota DPR Harap Kemenhub Lanjutkan Pembangunan Jalur Kereta Api Lhokseumawe-Bireuen

26-01-2022 / KOMISI V

Anggota Komisi V DPR RI Ruslan M. Daud saat Rapat Kerja Komisi V DPR RI dengan Menteri Pehubungan Budi Karya Sumadi beserta jajaran di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (26/1/2022). Foto: Andri/Man

 

Anggota Komisi V DPR RI Ruslan M. Daud mengingatkan Kementerian Perhubungan agar melanjutkan pembangunan Jalur Kereta Api Lintas Lhokseumawe-Bireuen. Dari informasiyang ia terima, persyaratan teknik dalam rangka penyelesaian lintas Kuta Blang - Matang Glumpang Dua (Feasibility Study hibah dari SNCF Perancis, Detail Engineering Design Track dan Jembatan, Analisa Mengenai Dampak Lingkungan Hidup) telah selesai dikerjakan, termasuk pembebasan tanah,

 

Hal tersebut disampaikan Ruslan saat Rapat Kerja Komisi V DPR RI dengan Menteri Pehubungan Budi Karya Sumadi beserta jajaran di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (26/1/2022). Raker tersebut beragendakan Evaluasi Pelaksanaan APBN Tahun 2021 dan Membahas Program Kerja Kemenhub Tahun 2022.

 

"Dalam rangka percepatan pembangunan perkeretaapian lintas Lhokseumawe-Bireuen yang berkesinambungan diharapkan anggaran bisa tersedia setiap tahun melalui Skema Multi Years Contract (MYC), mulai dari tahun ini (2022 – 2024)," harap politisi Fraksi PKB itu.

 

Wakil rakyat dapil Aceh II itu mengharapkan, pada Desember 2024 Jalur Lintas Kereta Api Lhokseumawe-Bireuen sepanjang 44 km dapat beroperasi, sehingga konektivitas dua kota tersebut baik output maupun outcome yang diharapkan dapat tercapai.

 

Mulai tahun Anggaran 2022 - 2024, Ruslan meminta agar Kemenhub mengalokasikan dana untuk pembangunan lintas Kuta Blang-Matang Glp. Dua-Bireuen, sehingga pada tahun 2024 bisa tuntas semuanya.

 

Selain itu, Ruslan juga meminta kepada Kemenhub agar tetap mengutamakan keselamatan masyarakat pada setiap perlintasan sebidang. Ia menekankan agar di setiap perlintasan, dilengkapi fasilitas keselamatan serta dilakukan evaluasi berkala terhadap fasilitas keselamatan dan juga memperbaiki kondisi jalan di perlintasan untuk mengurangi risiko kecelakaan.

 

"Sosialisasi harus terus dilakukan, agar tumbuh kesadaran pengguna jalan saat melintas di pintu perlintasan kereta api, di mana mereka bisa bersabar dan mengutamakan keselamatan. Nantinya di lokasi tersebut juga harus ditempatkan petugas penjaga perlintasan guna memperhatikan dan memberikan jarak pandang yang cukup bagi masinis dan pengendara kendaraan," tutupnya. (es)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Kerap Terdampak Banjir, Komisi V Terima Audiensi Warga Bojongkulur
19-05-2022 / KOMISI V
Anggota Komisi V DPR RI Mulyadi menyampaikan rasa prihatin terhadap bencana banjir yang terus berulang di Desa Bojongkulur, Kabupaten Bogor,...
Negara Harus Hadir Atasi Penderitaan Banjir Warga Bojongkulur Kabupaten Bogor
19-05-2022 / KOMISI V
Komisi V DPR RI menerima audiensi Kepala Desa Bojongkulur Kabupaten Bogor, bersama dengan Komunitas Peduli Sungai Cileungsi - Cikeas (KP2C)....
Jangan Bebani Rakyat dengan Kenaikan Tarif KRL
18-05-2022 / KOMISI V
Anggota Komisi V DPR RI Toriq Hidayat beranggapan, saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk menaikkan tarif dasar KRL Commuter...
Dedi Wahidin Salurkan Bantuan Program BSPS Kepada Warga Cirebon dan Indramayu
13-05-2022 / KOMISI V
Anggota Komisi V DPR RI Dedi Wahidi menyalurkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Program ini diperuntukan pembangunan rumah tinggal...