Komisi VII Apresiasi Capaian Sukses Produk Kutus-Kutus Tembus Pasar Internasional

28-01-2022 / KOMISI VII

Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto saat memimpin Komisi VII DPR RI meninjau Pabrik Minyak Kutus-Kutus di Gianyar, Bali, Kamis (27/1/2022). Foto: Devi/Man

 

Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI yang dipimpin Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto mengapresiasi capaian sukses produk herbal Kutus-Kutus hasil produksi PT Tamba Waras yang mampu bersaing dengan produk herbal sejenis hingga berhasil menembus pasar domestik, bahkan pasar internasional.

 

"Kutus-Kutus adalah produk herbal yang memiliki banyak khasiat. Ini sebuah fenomena luar biasa, dimana Kutus-Kutus mampu menembus pasar seluruh Indonesia dengan jumlah reseller-nya lebih dari 5000 bahkan sudah ke mancanegara. Kami melihat ini sesuatu yang layak menjadi perhatian kita untuk bisa memberikan support dan dukungan kepada PT Tamba Waras selaku produsen Kutus-Kutus," kata Sugeng saat memimpin Komisi VII DPR RI meninjau Pabrik Minyak Kutus-Kutus di Gianyar, Bali, Kamis (27/1/2022).

 

Sugeng mengungkapkan, semua bahan baku yang digunakan dalam produk Kutus-Kutus adalah jenis herbal. "Ada 69 komponen herbal yang digunakan, sehingga menghasilkan suatu produk minyak oles atau baluran yang berkhasiat untuk kesehatan dan sudah dikenal oleh masyarakat  luas. Ini juga merupakan produk industri yang sama sekali tidak ada limbahnya karena bahan sisa atau ampas olahannya dikelola menjadi produk lain, seperti sabun," jelasnya. Terlihat sederhana, tambah Sugeng, tapi supply chains atau mata rantainya panjang.

 

Bahan baku herbal yang digunakan juga dibeli secara langsung dari masyarakat dengan kualitas yang terkontrol. "Bambang Pranoto selaku pemilik dan pendiri Kutus-Kutus, beliau juga sekaligus menjadi herbal tester atas produknya. Pada intinya mereka ingin pemerintah atau negara hadir menertibkan bagi yang mereka melanggar aturan yang berlaku, sedangkan bagi yang tidak melanggar dan patuh pada peraturan yang ada biarkanlah berkembang. Yang menarik di sini adalah upah yang diberikan dua kali UMR, bahkan take home pay-nya mencapai Rp7 juta. Sekali lagi, ini adalah sebuah keterampilan menghasilkan produk yang luar biasa," tuturnya.

 

Sugeng berharap, produk-produk seperti ini yang dimulai dari kearifan lokal dan ada sentuhan-sentuhan emosionalnya bisa terus berkembang dan terbangun kreativitasnya. "Silakan gali kreativitas-kreativitas yang berdimensi kearifan lokal semacam itu, toh nanti ada standar-standarnya yang secara kasat mata dan di rasa itu tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan," pungkas legislator dapil Jawa Tengah VIII itu. (dep/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Rentan Terpengaruh Konflik Global, Patokan Harga Minyak ICP Harus Dikawal
19-08-2022 / KOMISI VII
Patokan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) dalam RAPBN 2023 sebesar USD 90 per barel harus dikawal...
Rofik Hananto: Asumsi Harga Minyak Mentah RAPBN 2023 Cukup Moderat
17-08-2022 / KOMISI VII
Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2023 yang disampaikan Presiden Joko Widodo di DPR RI, angka asumsi harga...
Pemerintah Harus Awasi Anggaran Subsidi yang Terus Membengkak
16-08-2022 / KOMISI VII
Pemerintah menganggarkan dana subsidi sebesar Rp502 triliun dalam pengantar RAPBN 2023. Anggaran subsidi tersebut mayoritas digunakan untuk menyubsidi sektor energi....
Legislator Minta Pertamina Transparan Jelaskan Ketidaksesuaian Stok dan Fakta Pertalite di Lapangan
14-08-2022 / KOMISI VII
Anggota Komisi VII DPR RI Nurhasan Zaidi meminta Pertamina secara transparan menjelaskan ketidaksesuaian antara stok dan fakta mengenai ketersediaan bahan...