Pimpinan DPR: Indonesia Maju Jika Kebudayaan jadi Panglima Pembangunan

06-03-2022 /

Wakil Ketua DPR RI Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar saat serap aspirasi seniman Mataraman di Padepokan Seni Kirun (PasSKI) Madiun, Jawa Timur, Sabtu (5/3/2022). Foto: Ist/nvl

 

Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Abdul Muhaimin Iskandar mengakui peran besar seniman dalam menciptakan dan membangun karakter kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Ia menyebut dua indikator suksesnya pembangunan, yaitu kebahagiaan dan kesejahteraan.

 

"Seniman ini jasanya sangat besar membangun karakter menciptakan kehidupan yang sukses. Sebab pembangunan itu tujuannya dua, bahagia dan sejahtera," kata Gus Muhaimin saat serap aspirasi seniman Mataraman di Padepokan Seni Kirun (PasSKI) Madiun, Jawa Timur, Sabtu (5/3/2022).

 

Orientasi pembangunan yang hanya diarahkan pada infrastruktur ia sebut belum menjadi indikator suksesnya pembangunan jika kebahagiaan masyarakat belum terakomodir. "Salah satu indikator suksesnya pembangunan adalah kebahagiaan dan kesejahteraan. Dan kalau sudah ngomong kebahagiaan itu cuma ada dua, seni dan agama," kata Gus Muhaimin.

 

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menambahkan, agama dan seni adalah dua kekuatan yang paling berjasa besar melahirkan kebahagiaan dan turut berkontribusi dalam menyukseskan pembangunan. "Dari eksisnya seniman dan agamawanlah suksesnya pembangunan di Tanah Air. Contohnya apa? Vaksinasi kalau tidak ada hubungan agama akan sulit dicapai. Kita tahu banyak pandangan-pandangan miring soal vaksin, untung ada NU, untung ada ulama-ulama Indonesia," tutur Gus Muhaimin.

 

Selain itu, keponakan Presiden RI ke-IV KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini menyebut kesejahteraan di Indonesia hanya bisa tercapai apabila ulama dan seniman semua bergerak untuk mendorong dan memberikan motivasi kuat bagi masyarakat. Gus Muhaimin berkisah di masa Orde Lama di bawah kepemimpinan Soekarno politik dijadikan Panglima pembangunan dan penyatuan bangsa.

 

Kemudian era Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto panglima pembangunan berubah menjadi ekonomi. "Tapi sekarang budaya adalah panglima, karena sebetulnya politik dan ekonomi tidak boleh dipilah-pilah. Jadi Indonesia akan maju apabila kebudayaan menjadi panglima pembangunannya," tegas Gus Muhaimin.

 

Sementara itu, seniman senior sekaligus pemilik PadSKI, Syakirun atau lebih terkenal dengan nama panggung Kirun mengakui bahwa kepedulian Gus Muhaimin pada dunia seni dan budaya sangat luar biasa. "Terima kasih Gus. Gus Muhaimin full support kita dan membantu, apalagi pas pandemi kemarin, kita dibantu saat kita jatuh, saat kita sepi job," kata Kirun.

 

Dalam kesempatan itu turut hadir Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar, Anggota DPR RI Fraksi PKB Muhtarom, Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Anik Maslachah, dan Anggota DPRD Jatim Aisyah Lilia Agustina. (sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Gus Muhaimin Kecam Pembakaran Alquran di Swedia
24-01-2023 /
Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar mengecam insiden pembakaran Alquran yang dilakukan oleh ekstrimis sayap kanan Swedia-Denmark di depan...
Pemerintah Didorong Libatkan Organisasi Mahasiswa dan Pemuda Dalam Peningkatan 'Skill' Generasi Muda Indonesia
19-01-2023 /
Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar mendorong pemerintah untuk semakin proaktif melibatkan elemen organisasi kemahasiswaan dan organisasi kepemudaan dalam program...
Gus Muhaimin Dukung Penuh Revisi UU Desa Masuk Prolegnas Prioritas
18-01-2023 /
Ribuan Kepala Desa melakukan unjuk rasa menuntut revisi bagi Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, di halaman Gedung DPR...
Pimpinan DPR Minta PT GNI Diaudit Total Pasca Bentrok Antar Karyawan
18-01-2023 /
Wakil Ketua DPR RI Bidang Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Abdul Muhaimin Iskandar meminta pemerintah untuk melakukan audit total di PT...