Parlemen Indonesia Dorong Aksesibilitas dan Keterjangkauan TIK dalam Dunia Pendidikan

21-03-2022 / B.K.S.A.P.

Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Dyah Roro Esti dalam diskusi Standing Committee on Sustainable Development, Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-144 di Bali International Conversation Center (BICC), Nusa Dua, Bali, Senin (21/3/2021). Foto: Azka/Man

 

Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Dyah Roro Esti menilai bahwa Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) memainkan peran penting di tingkat global dalam menjembatani interaksi guru dan murid, apalagi selama masa pandemi. Untuk itu ia berharap seluruh parlemen di dunia dapat mendorong akses TIK yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat di berbagai wilayah.

 

Apalagi mengingat, di awal masa pandemi Covid-19, sektor pendidikan adalah salah satu yang paling terpukul. "Khususnya dalam proses belajar mengajar dengan sebagian besar kampus dan sekolah ditutup untuk menghindari penularan penyakit," papar Roro dalam diskusi Standing Committee on Sustainable Development, Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-144 di Bali International Conversation Center (BICC), Nusa Dua, Bali, Senin (21/3/2021).

 

Adapun menurutnya, akses terhadap TIK telah membawa manfaat dalam memulihkan sektor pendidikan, meningkatkan produktivitas, efisiensi, penghematan biaya, mengurangi limbah produk serta bahan kimia, mengukir dan menganalisis sumber daya dan juga melacak kemajuan. "Semua itu dapat membantu meminimalkan dampak lingkungan. Digitalisasi juga sangat penting untuk mempercepat pencapaian tujuan pembangunan  berkelanjutan," imbuh Politisi Fraksi Partai Golkar itu.

 

Meski demikian, Roro melihat ada beberapa isu yang perlu diperhatikan terkait TIK. Diantaranya adalah masalah infrastruktur pendukung TIK yang terjangkau untuk semua orang. "Mengingat ketersediaan sarana TIK bergantung pada kapasitas ekonomi masing-masing negara yang tentunya berbeda-beda. Oleh karena itu, kami memandang bahwa perlu memiliki semacam standar yang dapat digunakan sebagai referensi umum mengenai masalah ini," sebutnya.

 

Oleh karena itu, dalam rapat komite IPU ini, Roro mewakili Parlemen Indonesia mendorong seluruh parlemen agar dapat memprioritaskan aspek ketersediaan, aksesibilitas dan keterjangkauan dalam hal proliferasi infrastruktur digital agar dapat dimanfaatkan bagi seluruh masyarakat dunia. "Hal ini agar ketimpangan bisa dijembatani. Dengan begitu kita dapat memastikan bahwa TIK dan pendidikan dapat diakses oleh semua orang," usulnya.

 

Selain itu, Parlemen Indonesia juga mendorong setiap pemerintah di berbagai negara agar turut memastikan lingkungan daring yang aman, kondusif dan tidak diskriminatif serta sesuai untuk proses belajar mengajar. "Kita juga harus mendorong pemerintah untuk mengembangkan kemitraan tidak hanya dengan badan PBB tetapi juga dengan industri dan bisnis untuk mempercepat keputihan sistem pendidikan pasca pandemi," tutupnya. (bia/aha)

 

#IPU144

#ZeroEmission

#StopClimateChange


  • SHARES
BERITA TERKAIT
BKSAP Sambut Baik Tawaran Kerja Sama Akademisi Universitas Ljubljana Slovenia
28-01-2023 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua BKSAP DPR RI Achmad Hafisz Tohir menerima delegasi dari akademisi Universitas Ljubljana, Slovenia. Dalam pertemuan tersebut, dirinya sangat...
Gelar 'Executive Briefing', DPR RI Siap Sukseskan Presidensi dan Sidang AIPA ke-44
23-01-2023 / B.K.S.A.P.
Indonesia secara resmi telah menerima tongkat estafet Keketuaan ASEAN atau Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN tahun 2023 dari Kamboja. Di...
Pemkab Bogor Perlu Implementasikan SDGs Guna Selesaikan Persoalan Ketahanan Pangan
22-01-2023 / B.K.S.A.P.
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk mengimplementasikanSustainable Development Goals(SDGs)...
GKSB Indonesia-Korea Selatan Buka Potensi Kerja Sama Bidang Pertanian
19-01-2023 / B.K.S.A.P.
Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI - Parlemen Korea Selatan Edward Tannur menekankan kerja sama Indonesia dan Korea...