Komisi I Minta Kominfo Kawal LPP TVRI Tetap Jadi ‘TV Pool’ G20 2022

22-03-2022 / KOMISI I

Anggota Komisi I DPR RI Al Muzzammil Yusuf. Foto: Prima/Man

 

Komisi I DPR RI meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk mengawal Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI agar tetap menjadi TV Pool dalam penyelenggaraan Presidensi G20 yang puncaknya pada Oktober 2022 mendatang. Hal ini merujuk pada surat penunjukan dari Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) RI yang menjadikan TVRI sebagai TV Pool Presidensi G20 2022.

 

Diketahui pada rapat Komisi I dengan Direktur TVRI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (21/3/2022) yang lalu, SEA Today TV (anak perusahaan BUMN Telkom Indonesia) telah ditunjuk mengambil peran tersebut melalui kanal digital atas persetujuan Kominfo. Maka dalam Rapat Kerja dengan Kominfo ini, Komisi I melakukan konfirmasi akan hal tersebut.

 

“Kita hari ini mengkonfirmasi pada Kominfo bahwa TVRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik tidak dijadikan host broadcaster untuk G20, tentu kita mempertanyakan. Pertama, hak publik untuk mengetahui acara kenegaraan itu harusnya difasilitasi Lembaga Penyiaran Publik yaitu TVRI dan RRI. Kedua, dari sudut covered area, kita tahu TVRI itu paling luas (di Indonesia),” jelas Anggota Komisi I DPR RI Al Muzzammil Yusuf.

 

Dalam rapat kerja kali ini, diketahui bahwasanya pemerintah akan membuat kolaborasi agar siaran G20 2022 maksimal. Namun demikian, Kominfo mengkonfirmasi belum menandatangani persetujuan penunjukan media partner G20. “TVRI, RRI sebagai LPP harus jadi bagian dari pesta dunia dalam konteks petemuan para pemimpin dunia. Tidak boleh LPP itu disingkirkan dalam acara kenegaraan, baik dalam negeri maupun internasional. Itu komitmen kita di Komisi I,” jelas Muzzammil sembari menambahkan, dengan melibatkan LPP TVRI sebagai TV Pool akan membuat efisiensi anggaran.

 

Hal senada juga diungkapkan Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin. “SEA Today TV ini meminta anggarannya dari APBN, ini kan lucu, kalau APBN kan seharusnya ke TVRI. Kemudian, kalau ini (SEA Today TV, red) di bawah Telkom, ya minta aja duitnya ke Telkom, Telkom-kan untungnya luar bisa,” jelas Nurul.

 

Nurul juga mengatakan untuk tidak meragukan kualitas TVRI sebagai LPP yang sudah berpengalaman. “SEA Today ini katanya karena Bahasa Inggrisnya lebih bagus, masak sih TVRI enggak bisa? Orang sama-sama anak bangsa kok. TVRI juga udah berpengalaman puluhan tahun,” pungkas Nurul. (we/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Meutya Hafid Sayangkan Tindakan Arogan Anggota Paspampres di Solo
15-08-2022 / KOMISI I
Anggota Pasukan Pegamanan Presiden (Paspampres) diketahui memukul sopir truk di Kota Solo, Jawa Tengah, usai insiden tabrakan antara truk yang...
Hubungan China dan Taiwan Tak Kondusif, Legislator Minta Pemerintah Lindungi WNI di Taiwan
09-08-2022 / KOMISI I
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI memastikan sekitar 300 ribu WNI di Taiwan dalam kondisi aman. Hal ini terkait kunjungan Ketua...
Legislator Apresiasi Digelarnya Latihan Bersama Super Garuda Shield di Sumatera Selatan
03-08-2022 / KOMISI I
Digelarnya latihan bersama “Super Garuda Shield” Tahun 2022 di Puslatpur Kodiklatad Martapura Sumatera Selatan pada rabu ini adalah latihan bersama...
Komisi I Minta Pemerintah Komunikasi Intensif Terkait Pendaftaran PSE
02-08-2022 / KOMISI I
Pemblokiran yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kepada sejumlah Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat, seperti Paypal dan Steam,...