Pertemuan Bilateral dengan Swedia, BKSAP Bahas Isu Perubahan Iklim dan Keamanan Global

22-03-2022 / B.K.S.A.P.

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana foto bersama di sela-sela 144th Assembly of the Inter Parliamentary Union (IPU) di Bali International Convention Centre (BICC) Nusa Dua, Bali, Selasa (22/3/2022). Foto: Runi/Man

 

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana melakukan pertemuan bilateral dengan delegasi Parlemen Swedia yang dipimpin. Dalam kesempatan tersebut, kedua belah pihak membahas isu yang menjadi perhatian bersama dalam IPU ke-144, diantaranya perubahan iklim serta perdamaian dan keamanan global.


Pertemuan bilateral digelar di sela-sela 144th Assembly of the Inter Parliamentary Union (IPU) di Bali International Convention Centre (BICC) Nusa Dua, Bali, Selasa (22/3/2022). Turut hadir Anggota BKSAP DPR RI Hasbi Anshory dan Anggota BKSAP DPR RI Primus Yustisio.


"Pertemuan bilateral Parlemen Indonesia dengan Parlemen Swedia memang kita ketahui pertemuannya diawali dari emergency item, tetapi kita yakinkan bahwa esensi konstitusi kita adalah menjunjung tinggi perdamaian dunia," kata Putu kepada Parlementaria ditemui usai pertemuan tersebut.


Emergency Item merupakan usulan agenda baru yang dianggap mendesak dan sangat penting untuk dibahas di sidang IPU, namun tidak tercantum dalam agenda yang ditetapkan sebelumnya. Adapun Emergency Item yang diusulkan Indonesia dalam sidang IPU ke-144 berjudul "The Role of Parliaments in Supporting a Peaceful Resolution to the Russian - Ukrainian Conflict".


Dalam konteks Rusia-Ukraina,  Putu mengatakan Indonesia sepakat menjunjung prinsip Piagam PBB, hukum internasional termasuk penghormatan atas kedaulatan dan keutuhan wilayah. Negara-negara di Eropa juga diketahui telah membuat suatu resolusi terkait agresi Rusia dan Belarusia terhadap Ukraina.


"Sebetulnya, apa yang diperjuangkan oleh Indonesia dan juga negara -  negara termasuk Swedia itu sama yaitu berupaya untuk mencari jalan keluar agar konflik tersebut tidak berkepanjangan," jelas Putu.


Putu menambahkan, Forum IPU merupakan momentum bagi negara - negara Parlemen Dunia untuk menjembatani dan mencari solusi dari konflik Rusia dan Ukraina. Terkait isu tersebut sebenarnya, menurut Putu, Indonesia ingin menemukan satu solusi bersama dan mengambil langkah-langkah strategis.


Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga saling bertukar informasi terkait sistem demokrasi di masing-masing negara. Menurutnya, Swedia merupakan salah satu negara Eropa dengan sistem pemerintahan demokratis terbaik, karena menerapkan demokrasi langsung.


Selain itu, peran parlemen dalam menjawab berbagai tantangan global pun menjadi perhatian bersama Indonesia-Swedia. Keduanya sepakat memobilisasi aksi nyata dalam mengatasi perubahan iklim. (ann/aha)


#IPU144

#ZeroEmission

#StopClimateChange


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Syahrul Aidi Curigai Serangan Israel pada Palestina Bermuatan Politik
10-08-2022 / B.K.S.A.P.
Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI Indonesia-Palestina Syahrul Aidi Maazat mencurigai serangan yang kembali dilakukan Israel ke Palestina...
DK PBB Harus Merumuskan Perlindungan Berkelanjutan Bagi Warga Gaza
09-08-2022 / B.K.S.A.P.
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon mendesak komunitas global terutama DK PBB harus merumuskan perlindungan...
BKSAP Desak DK PBB Bentuk Pasukan Perdamaian untuk Palestina
09-08-2022 / B.K.S.A.P.
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon mengutuk keras serangan terbaru Israel kepada warga Palestina. Ia...
Fadli Zon: Prangko Identitas Negara dan Sarana ‘Second Track Diplomacy’ Antarwarga
05-08-2022 / B.K.S.A.P.
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon menilai kehadiran prangko dapat menjadi identitas suatu negara, seperti...