Indonesia Komitmen Dorong Penguatan Kerja Sama dengan Rumania

29-03-2022 / B.K.S.A.P.

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana usai friendly talk dengan delegasi Parlemen Rumania yang dipimpin oleh ketua grup kerja sama bilateral Rumania-Indonesia Stefan Musoiu, di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Selasa (29/3/2022). Foto: Andri

 

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana memastikan Indonesia dan Rumania berkomitmen untuk terus berkomitmen untuk mendorong dan menguatkan kerjasama yang selama ini terjalin. Hubungan kerja sama Indonesia dengan Rumania sendiri diketahui telah terjalin sejak tahun 1950 dan terus diperkuat hingga saat ini.

 

"Begitu panjang sejarah hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Rumania, dan kehadiran kami ke Rumania terdahulu tentu tantangan pandemi ini membuat semua kerja sama komitmen dan juga hubungan menjadi terhambat dan kami ingin membuka kembali hubungan kerja sama yang baik dengan Rumania," ujar Putu usai friendly talk dengan delegasi Parlemen Rumania yang dipimpin oleh ketua grup kerja sama bilateral Rumania-Indonesia Stefan Musoiu, di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Selasa (29/3/2022).

 

Politisi Partai Demokrat itu menjelaskan, Indonesia dan Rumania akan melanjutkan hubungan diplomasi dalam berbagai bidang, yakni bidang ekonomi, pendidikan, budaya dan pariwisata. Dalam kerja sama bidang ekonomi, Putu menyebut akan mendorong kerja sama dalam meningkatkan ekspor ke Rumania. Untuk itu, Putu menekankan kerja sama antar negara ini jangan sampai terhalang oleh kawasan. Sebab, Rumania dinilai merupakan salah satu pintu gerbang menuju Eropa.

 

"Pintu gerbang menuju Eropa itu salah satunya Rumania, kita dorong ini agar pemerintah Indonesia jangan melihat sebelah mata pada negara-negara Eropa Timur khususnya Rumania agar segera melakukan peningkatan hubungan Indonesia dengan negara-negara lain di Eropa Timur juga di bahkan di Balkan,” sebut Putu.

 

Selain itu, Putu mengungkap, kerja sama pelabuhan antara pelabuhan di Constanta, Rumania dengan pelabuhan Tanjung Priok telah terjalin dengan adanya sister port relatinship sejak 70 tahun terakhir. Untuk itu, BKSAP akan selalu melakukan diplomasi untuk semakin menguatkan kembali hubungan tersebut.

 

"Pintu gerbang laut ini sudah sudah ada komitmennya, tapi memang berbagai hal tadi realisasi 70 tahun atau 60 tahun terakhir ini memang agak terhambat. Kemungkinan juga karena berbagai tantangan, di samping itu, dua tahun terakhir karena pandemi," papar Anggota Komisi VI DPR RI tersebut.

 

Di bidang pendidikan, Indonesia juga mendorong kerjasama antar universitas baik di Rumania maupun di Indonesia. Khususnya pendidikan dalam hal teknologi. "Kerjasama pendidikan menjadi penting karena kita ketahui masing-masing negara memiliki potensi yang begitu luar biasa, mereka sangat kuat di dalam teknologi khususnya pertahanan, mereka sangat kuat dalam teknologi rekayasa cuaca," jelas Putu.

 

Lebih lanjut, dalam hal pariwisata, Putu menambahkan Indonesia menginginkan adanya bebas visa bagi masyarakat Indonesia yang ingin ke Rumania. Sebab, selama ini Indonesia sudah memberikan bebas visa kepada Rumania. Putu melihat ada potensi pariwisata yang besar dan diharapkan dapat dimanfaatkan kedua negara.

 

"Kita ini memiliki banyak wisatawan yang berkunjung ke Istanbul, dari Istanbul ke Bukares, ibu kotanya Rumania dan kota terbesar nya itu hanya 1 jam, sehingga potensi tourism agreement juga sangat besar, penduduk Rumania itu 20 juta, sehingga itu juga menjadi satu kekuatan, satu potensi yang besar 20 jutaan untuk menjadi wisatawan ke Indonesia," tambah Putu.

 

Terakhir, dalam pertemuan tersebut juga disinggung mengenai konflik yang sedang terjadi antara Rusia dan Ukraina. Sebab, Rumania sendiri merupakan salah satu negara yang berbatasan langsung dengan Ukraina. Untuk hal tersebut, baik Indonesia dan Rumania memiliki pemahaman yang sama dengan mengedepankan dialog dan solusi damai.

 

"Kita bahas bagaimana kita juga berempati dengan Rumania yang tentu selalu menerima apa namanya pengungsi yang dari apa Ukraina ke Rumania karena memang Rumania berbatasan dan cukup panjang kalau nggak salah satu terpanjang perbatasannya adalah Rumania dengan Ukraina. Sehingga mereka banyak menerima 600.000 pengungsi tentunya itu kami kita juga apresiasi karena memang kita juga berharap dan mendorong terwujudnya perdamaian di kawasan Eropa Timur," tutupnya. (ps,bia/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
DPR dan LSPR Jepang akan Rancang Kerja Sama Tangani Mental Disorders
03-02-2023 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua BKSAP DPR RI Mardani Ali Sera menerima tamu delegasi Jepang dari LSPR Institute of Communication and Business. Dalam...
DPR Dorong Diplomasi Parlemen untuk Mewujudkan Stabilitas di ASEAN
01-02-2023 / B.K.S.A.P.
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon menjelaskan pentingnya diplomasi parlemen guna mewujudkan stabilitas di kawasan...
Dewi Coryati: Parlemen Indonesia Dukung Keterwakilan Perempuan dalam Proses Perdamaian
01-02-2023 / B.K.S.A.P.
Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Dewi Coryati menegaskan, parlemen Indonesia mendukung partisipasi dan keterwakilan perempuan dalam...
Gilang Dhielafararez Kecam Kunjungan Menteri Israel di Kompleks Al-Aqsa
31-01-2023 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Gilang Dhielafararez mengecam kunjungan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir...