BAKN Terima Usulan Soal Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau

04-04-2022 / B.A.K.N.

Wakil Ketua BAKN DPR RI Hendrawan Supratikno saat mengikuti kunker di Malang, Senin (4/4/2022). Foto: Agung/nvl

 

Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI Hendrawan Supratikno merespon positif terhadap usulan terkait penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (CHT). Dimana dana itu berasal diberikan kepada provinsi penghasil cukai dan/atau tembakau. 

 

Dalam kesempatan kunjungan kerja (Kunker) BAKN kali ini ke Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang merupakan kawasan penghasil tembakau, Bupati setempat mengusulkan agar dana bagi hasil sebaiknya tidak diberikan sebagai bantuan sosial lagi. "Sebab menurut beliau bantuan langsung sudah banyak sekali dan overlapping," ujar Hendrawan ditemui disela-sela kunker di Malang, Senin (4/4/2022). 

 

Tumpang tindih karena cukup banyak instansi pemerintah yang juga memiliki program bantuan langsung tunai yang sama buat masyarakat. Lebih lanjut politisi fraksi PDIP itu bilang, dikhawatirkan banyaknya bantuan langsung dalam bentuk tunai menimbulkan pemanjaan yang tentu saja tidak baik bagi masyarakat itu sendiri. 

 

Sehingga terdapat usul agar dana bagi hasil CHT dapat disalurkan untuk pembangunan fasilitas kesehatan bagi masyarakat yang terdampak oleh konsumsi tembakau atau rokok. "Jadi ada usul agar dana bagi hasil dapat diberikan kepada pemerintah daerah untuk membangun misalnya, rumah sakit jantung atau paru-paru," sebut Hendrawan. 

 

Ia sendiri mengapresiasi ide itu dan menganggapnya senada dengan semangat cukai, yang salah satunya berupaya mengatasi dampak dari rokok di tengah masyarakat. Adapun BAKN akan membahas persoalan ini secara serius dan membicarakannya dengan pihak terkait serta Dirjen Bea Cukai untuk memperbincangkan dana bagi hasil cukai tersebut. 

 

 

Sementara itu dalam kunker kali ini BAKN bertemu dengan Bupati Kabupaten Malang, Kanwil Bea dan Cukai Jawa Timur II serta Pengusaha Rokok di Malang. Kabupaten Malang diketahui merupakan salah satu penerima besar dana bagi hasil CHT pada tahun ini dengan jumlah sebesar Rp81,6 Miliar. 

 

Pada tahun 2022 ini rencananya kebijakan earmarking pada Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, akan dilanjutkan untuk mendukung upaya penanganan dampak pandemi Covid-19 utamanya melalui bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi. (aha)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
BAKN DPR Ingatkan Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok
15-07-2022 / B.A.K.N.
Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI Anis Byarwati mengingatkan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan tidak menaikkan...
BAKN Gelar Audiensi Terkait Cukai Minuman Berpemanis dalam Kemasan
05-07-2022 / B.A.K.N.
Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI menggelar audiensi denganCenter for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI) membahas terkait dengan Cukai...
BAKN Desak Kementerian ATR Terbitkan PP tentang Tarif Pengukuran dan Pemetaan Batas
04-07-2022 / B.A.K.N.
Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI mendesak Pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR)/BPN untuk segera...
Telaah Pengelolaan Cukai Hasil Tembakau, BAKN DPR Kunjungi IPB University
23-06-2022 / B.A.K.N.
Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI Wahyu Sanjaya mengatakan kunjungan BAKN DPR RI ke Institut Pertanian Bogor (IPB)...