Arab Saudi Modif Manajemen Ibadah Umrah, Gus Muhaimin: Lebih Modern dan Manusiawi

04-04-2022 /

Wakil Ketua DPR RI Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar di Madinah, dalam rangka peninjauan kesiapan penyelenggaraan haji, Minggu (3/4/2022). Foto: Ist/nvl

 

Ibadah haji dan umrah menjadi satu tujuan utama umat Islam dalam menjalankan perintah Allah. Ibadah ini juga menjadi sarana menuangkan wujud cinta sekaligus rindu terhadap Nabi Muhammad SAW yang makamnya berada di area Masjid Nabawi, Madinah. Di Masjid Nabawi ada satu tempat yang disebut taman surga atau Raudlah. Tempat ini sangat mulia dan punya kedudukan agung di mata umat Islam, dan berlokasi tepat di antara rumah Rasulullah SAW dengan mimbarnya.

 

Tidak heran setiap pelaksanaan haji dan umrah, jemaah dari berbagai penjuru dunia kerap berjubel dan berebut supaya memperoleh kesempatan ziarah ke Raudlah dengan cara sholat baik fardlu maupun sunnah, bersholawat untuk Baginda Rasullulah SAW, berdzikir, dan berdoa kepada Allah SWT. Namun kini Pemerintah Arab Saudi mengubah manajemen ziarah Raudlah yang terletak di Masjid Nabawi.

 

Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Abdul Muhaimin Iskandar mengapresiasi modernisasi manajemen ziarah itu sehingga kini menjadi lebih nyaman dan manusiawi. “Alhamdulillah kami dan rombongan masuk Raudlah dengan aman, nyaman dan lancar. Ini akibat manajemen baru yang diterapkan," kata Gus Muhaimin di Madinah, dalam rangka peninjauan kesiapan penyelenggaraan haji, Minggu (3/4/2022). Parlementaria menerima keterangan persnya pada Senin (4/4/2022)

 

Menurut Gus Muhaimin, jika dulu setiap jemaah bebas masuk Raudlah, kini Pemerintah Arab Saudi menerapkan sistem screening sebanyak tiga tahap. Tahap pertama adalah seleksi administrasi, dilanjutkan dengan duduk di satu titik yang ditentukan rombongan, lalu mulai berjalan menuju Raudlah. "Ketika di Raudlah kita diberi waktu sekitar 10 menit. Jadi kita lebih leluasa sholat dan berdoa, bahkan sholatnya bisa beberapa kali. Yang jelas lebih nyaman, lebih pasti dan kesempatannya lebih baik," tuturnya.

 

Karena itu, politisi Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengapresiasi manajemen baru yang diterapkan Pemerintah Arab Saudi terkait dengan ziarah di Raudlah. Menurutnya manajemen ini lebih rasional dan manusiawi ketimbang dengan sebelumnya. "Biasanya salat saja harus miring-miring dan berdesak-desakan (di Raudlah) dan waktunya pendek dan bahkan waktunya tidak banyak. Apresiasi ini patut kita berikan kepada pemerintah Arab Saudi, MBS (Muhammad Bin Salman) dan semua keluarga kerajaan yang memberikan modernisasi regulasi ibadah umrah dan haji," ujar Gus Muhaimin.

 

Keponakan Presiden RI ke-IV KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini berharap modernisasi manajemen di Raudlah dapat diimplementasikan pada setiap titik penting ibadah haji dan umrah, seperti di area Hajar Aswad dan lainnya. "Kita berharap pelaksanaan haji dan umrah yang lain seperti mencium Hajar Aswad sampai hari ini masih belum ada kepastian, kadang berhasil kadang nggak, ada kerumunan dari berbagai sudut tabrakan. Nah kalau manajemennya baik saya kira luar biasa," tukas Gus Muhaimin. (sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Antisipasi Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Sosialisasi dan Edukasi Jemaah Haji
08-06-2022 /
Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Muhaimin Iskandar meminta pemerintah, terutama Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Kesehatan...
Gus Muhaimin Minta Penyelenggaraan dan Pengawasan Haji Dilakukan Secara Profesional
07-06-2022 /
Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Abdul Muhaimin Iskandar meminta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah...
Indonesia-Tingkok Perkuat Hubungan Kerja Sama Melalui Beasiswa
06-06-2022 /
Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar menerima kunjungan Duta Besar Tiongkok Lu Kang, yang baru menjabat selama seratus hari...
Presidensi G20, Indonesia Pegang Peran Penting Perdamaian Rusia-Ukraina
26-04-2022 /
Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar menyatakan Indonesia memiliki peranan penting dalam upaya perdamaian agresi yang kini sedang terjadi...