Legislator Harap Indonesia Jalankan Diplomasi Bergerilya Hadirkan Semua Negara G20 dalam KTT di Bali

06-04-2022 / KOMISI I

Anggota Komisi I DPR RI Rizki Natakusumah dalam diskusi bertajuk Dampak Konflik Rusia - Ukraina terhadap Peran dan Kepentingan Indonesia dalam KTT G20 di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (5/4/2022). Foto: Jaka/Man

 

Anggota Komisi I DPR RI Rizki Natakusumah berharap Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menjalankan cara kerja Diplomasi Bergerilya untuk menghadirkan semua negara yang tergabung dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada November 2022 di Bali. Sebab, berdasarkan informasi yang diterimanya, sejumlah negara memastikan tidak akan hadir pada agenda KTT G20 tersebut disebabkan karena kehadiran Rusia.

 

“Karena kita lihat belum apa-apa sudah ditekan oleh beberapa negara sahabat terutama dari barat untuk bisa tidak menghadirkan Putin. Tentu sebagai host yang baik, sebagai tuan rumah yang baik saya harapkan pemerintah bisa menjalankan diplomasi bergerilya," ujar Rizki dalam diskusi bertajuk Dampak Konflik Rusia - Ukraina terhadap Peran dan Kepentingan Indonesia dalam KTT G20 di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (5/4/2022).

 

Menurut Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI tersebut, sebagai tuan rumah Indonesia harus bisa mengakomodir kepentingan para tamu delegasi saat pertemuan G20.  Pasalnya negara-negara lain juga punya kepentingan pribadi untuk negaranya sendiri. Atas dasar boikot beberapa negara tersebut, Rizki menilai diplomasi Kementerian Luar Negeri belum efektif.

 

"Nah, tentu yang kami sayangkan dari kacamata DPR, diplomasi yang dilaksanakan Kementerian Luar Negeri secara keseluruhan untuk menyampaikan itikad baik kita untuk mengundang tanpa harus beririsan langsung dengan permasalahan Rusia dan Ukraina ini belum efektif," ujar Rizki. Kemudian, Rizki juga menganggap seharusnya G20 bisa memastikan seluruh negara anggota dapat hadir. Pasalnya, satu saja negara tidak hadir pada forum ekonomi internasional, maka akan rapat G20 pun tidak akan berarti.

 

"Jadi kami mendorong Kementerian Luar Negeri untuk seluruh resourcesnya, karena kami dari Komisi I sudah rapat berkali-kali sudah dua tahun membahas G20 dari aspek ekonomi dan sebagainya. Ini harus dipastikan untuk bisa diselenggarakan dan dilaksanakan dengan sukses bukan hanya dari penyelenggaraannya tapi dari substansinya," terang legislator dapil Banten I tersebut. (rdn/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Meutya Hafid Sayangkan Tindakan Arogan Anggota Paspampres di Solo
15-08-2022 / KOMISI I
Anggota Pasukan Pegamanan Presiden (Paspampres) diketahui memukul sopir truk di Kota Solo, Jawa Tengah, usai insiden tabrakan antara truk yang...
Hubungan China dan Taiwan Tak Kondusif, Legislator Minta Pemerintah Lindungi WNI di Taiwan
09-08-2022 / KOMISI I
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI memastikan sekitar 300 ribu WNI di Taiwan dalam kondisi aman. Hal ini terkait kunjungan Ketua...
Legislator Apresiasi Digelarnya Latihan Bersama Super Garuda Shield di Sumatera Selatan
03-08-2022 / KOMISI I
Digelarnya latihan bersama “Super Garuda Shield” Tahun 2022 di Puslatpur Kodiklatad Martapura Sumatera Selatan pada rabu ini adalah latihan bersama...
Komisi I Minta Pemerintah Komunikasi Intensif Terkait Pendaftaran PSE
02-08-2022 / KOMISI I
Pemblokiran yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kepada sejumlah Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat, seperti Paypal dan Steam,...