Bambang Patijaya: Pemerintah Harus Hati-hati Dalam Mengolah dan Mengelola Logam Tanah Jarang

11-04-2022 / KOMISI VII

Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Patijaya dalam Rapat dengar Pendapat (RDP) di Kompleks Senayan, Jakarta, Senin (11/4/2022). Foto: Oji/nvl

 

Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Patijaya menilai pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) harus berhati-hati dalam melakukan pengelolaan, pengolahan ataupun penambangan Logam tanah jarang, sebelum ada regulasi yang jelas. Menurut amatannya, hambatan dalam pemanfaatan logam tanah jarang salah satu masalahnya ialah regulasi. 

 

Dimana menurutnya regulasi belum jelas mengatur pemanfaatan logam tanah jarang (LTJ), seperti salah satu mineral yang didapat saat penambangan timah yakni Monasit. "Monasit, senotim itu memang golongan logam. Cuman di dalam Monasit saat ini kekhususannya adalah sekitar kurang lebih 0,3% itu mengandung Torium yang juga sangat bernilai,” ujar Bambang dalam Rapat dengar Pendapat (RDP) di Kompleks Senayan, Jakarta, Senin (11/4/2022).

 

Rapat tersebut berlangsung ketika Komisi VII DPR RI bertemu dengan Dirjen ILMATE Kementerian Perindustrian, dan Dirjen Minerba Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Lebih lanjut Bambang menerangkan soal Monasit dalam rapat, saat ini berdasarkan PP nomor 96 tahun 2021, Monasit dianggap sebagai mineral logam dan bukan mineral pembawa langsung radioaktif. 

 

Namun terdapat Torium yang juga menjadi bagian yang melekat didalamnya yang dalam peraturan tersebut masuk dalam mineral radioaktif. Di satu sisi, Bambang memaparkan, Indonesia bisa keluar dari jebakan pemanfaatan, karena dari dulu BATAN dan Kemenhan meyakini bahwa itu merupakan barang radio aktif. Tapi di sisi lain ada kandungan lain yang juga bernilai. 

 

“Ini barang lost sangat besar, karena investasi yang masuk ke sini adalah mengambil Fosfatnya (Monasit), bukan mengambil torium-nya yang nilainya tinggi. Jadi jangan sampai gegabah untuk penambangan dan pengolahannya. Sebelum ini clear, jangan dikasih dulu fosfat (monasit) nya,” tegas Politisi dari Fraksi Partai Golkar ini. (ayu/aha)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
DPR Dukung Pengembangan Transisi Energi Ramah Lingkungan
09-12-2022 / KOMISI VII
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Dony Maryadi Oekon mendukung industry tekstil dan garmen terbesar di Indonesia yaitu PT Pan...
Komisi VII Minta Pimpinan SKK Migas Baru Genjot Program 1 Juta Barel Minyak
08-12-2022 / KOMISI VII
Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Mulyanto mendesak pimpinan baru SKK Migas (Satuan Kerja Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu...
Zulfikar Hamonangan Kritik Tumpang Tindih Program Pelatihan Antar-Kementerian
08-12-2022 / KOMISI VII
Anggota Komisi VIIDPR RIZulfikar Hamonangan mengkritiksoal tumpang tindihnya program kerja pada Kementerian Perindustrian dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan kementerian/lembaga lainnya. Menurutnya,...
Syaikhul Islam Pesimis Indonesia Jadi Produsen Baterai Kendaraan Listrik
08-12-2022 / KOMISI VII
Anggota Komisi VII DPR RI Syaikhul Islam mengaku pesimis Indonesia dapat menjadi produsen besar baterai kendaraan listrik untuk mendukung ekosistem...