Komisi XI Soroti Pelaksanaan Program PEN di Kaltim

19-04-2022 / KOMISI XI

Wakil Ketua Komisi XI Fathan saat memimpin pertemuan Tim Kunker Komisi XI DPR RI dengan sejumlah mitra kerja, di Balikpapan, Kaltim. Foto:Rizki/rni

 

Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi XI DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fathan menyoroti pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pasca pandemi Covid-19 di Kalimantan Timur yang tengah dilakukan mitra kerja Komisi XI DPR RI untuk mengurangi dampak Covid-19 terhadap perekonomian.

 

Saat ini, jelas Fathan, selain sebagai upaya untuk melakukan penyelamatan sektor kesehatan dengan fokus pada belanja untuk kesehatan, vaksinasi, dan pengendalian pandemi, pemerintah juga tengah memfokuskan program PEN terhadap pemulihan perekonomian nasional khususnya UMKM yang terdampak pandemi Covid-19.

 

“Selain penanganan untuk kesehatan pemerintah juga menjalankan program pen sebagai respon atas masyarakat yang terdampak pada ekonominya khususnya sektor informal atau UMKM,” ungkap Fathan saat memimpin pertemuan Tim Kunker Komisi XI DPR RI dengan sejumlah mitra kerja, di Balikpapan, Kaltim, Senin (18/4/2022).

 

Untuk itu, lanjut politisi PKB tersebut, Komisi XI DPR RI berupaya mendapatkan informasi dan gambaran pelaksanaan tugas mengenai pelaksanaan program PEN oleh mitra kerja terkait, khususnya dalam upaya memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Timur pasca pandemi Covid-19.

 

"Pada kesempatan ini kami ingin memperoleh informasi terkait dengan pelaksanaan tugas dari Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan beserta dari Kementerian Keuangan dan Bank himbara, lalu PT Askrindo dan PT Jamkrindo dalam melaksanakan kebijakan PEN dan implementasinya di provinsi Kalimantan Timur beserta indikator-indikatornya,” imbuh Fathan.

 

Berdasarkan laporan perekonomian didapat Komisi XI DPR RI pada Februari tahun 2022, pertumbuhan ekonomi di Kaltim diprediksi akan terus memperlihatkan proses pemulihan, dengan perkiraan pertumbuhan pada rentang 2,95-3,75 persen (yoy). Senada, seluruh mitra kerja Komisi XI yang hadir juga menyampaikan bahwa rangkaian program PEN dalam rangka pemulihan sektor ekonomi dan UMKM pasca pandemi Covid-19 yang diimplementasikan oleh masing-masing instansi di Kaltim telah berjalan dengan baik.

 

Terkait hal tersebut, Fathan mengingatkan agar pertumbuhan ekonomi yang terjadi, tidak dijadikan alasan untuk melupakan masalah utama yang terjadi  akibat pandemi Covid-19 yaitu kemiskinan dan pengangguran yang belum teratasi hingga kini. “Yang pasti bahwa tidak ada artinya pertumbuhan ekonomi yang bagus kalau pengangguran dan kemiskinan yang merupakan isu besar yang harus kita tuntaskan belum dapat teratasi, ini menjadi tantangan kita bersama,” pungkas legislator daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah II itu. (rr/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Legislator Minta Kejelasan BPKP Sebab Produk Dalam Negeri Sulit Diserap K-L
20-06-2022 / KOMISI XI
Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin meminta kejelasan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sebab produk dalam negeri...
Komisi XI Sepakati Pagu Indikatif BPKP dalam APBN 2023 Sebesar Rp1,88 Triliun
20-06-2022 / KOMISI XI
Komisi XI DPR RI telah menyepakati pagu indikatif Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja...
Komisi XI Pertanyakan Pelaksanaan Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia
20-06-2022 / KOMISI XI
Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XI DPR RI ke Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, mempertanyakan pelaksanaan kebijakan makroprudensial oleh Bank...
Komisi XI Lakukan Pengawasan Intermediasi Perbankan di Jawa Barat
20-06-2022 / KOMISI XI
Anggota Komisi XI DPR RI Jefry Romdonny mengatakan Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) pada triwulan pertama tahun 2022 Indonsia berada dalam...