Anggota DPR Apresiasi PLN Atas Program Kelistrikan di Papua

24-04-2022 / KOMISI VII

Anggota Komisi VII DPR RI Willy Midel Yoseph Saat mengikuti kunjungan kerja Komisi VII DPR RI di Jayapura. Foto: Erman/nvl

 

Memasok aliran listrik di daerah terdepan, terpencil dan terluar (3T) termasuk di wilayah Papua tidaklah mudah. Hal tersebut dikarenakan adanya tantangan geografis dalam membangun jaringan (grid) dari pembangkit ke saluran tegangan rendah di rumah tangga. Ditambah lagi permukiman penduduk tersebar di daerah pedalaman, pegunungan serta kepulauan.

 

Saat mengikuti kunjungan kerja Komisi VII DPR RI meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Holtekamp 50MW di Jayapura, Anggota Komisi VII DPR RI Willy Midel Yoseph mengapresiasi upaya PT PLN (Persero) yang menghadirkan listrik ke rumah-rumah di Papua secara merata.

 

"Kami menyampaikan penghargaan kepada PLN yang begitu gigih memprogramkan pembangunan listrik di tanah Papua. Ini menjadi satu perhatian kami juga, dengan satu harapan, pasokan listrik bisa merata di seluruh daerah desa di tanah papua," ujar Willy di PLTMG Holtekamp 50MW Jayapura, Papua, Sabtu (23/4/2022).

 

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini menambahkan, ketika nanti sudah ada pemekaran wilayah atau provinsi baru di Pulau Papua, PLN harus sedini mungkin menyiapkan sumber energi listrik. Dengan begitu pembangunan yang akan dilakukan di tiga provinsi pemekaran tersebut tidak terhambat.

 

Di sisi lain, Willy mengungkapkan bahwa tingkat elektrifikasi listrik di Papua saat ini hampir mencapai 99 persen. Namun, baginya angka tersebut bukan menjadi suatu patokan yang membanggakan. "Elektrifikasi yang diharapkan masyarakat itu adalah kehadiran PLN langsung di rumah tangga masyarakat yang ada di desa maupun kecamatan dan kabupaten," tuturnya.

 

Bagi Willy, meninjau PLTMG Holtekamp 50MW sangatlah berarti untuk memastikan masyarakat di tanah Papua ini menikmati listrik dari negara (PT PLN). "Kita juga mendapati pembangunan pbangkit listrik baik PLTU, PLTS, PLTA yang ada di Papua ini sumber tenaganya cukup memadai. Apalagi nanti kita mendapat tantangan terkait energi baru terbarukan. Saya yakin sumber bahan baku atau penggerak selain tenaga fosil di sini sudah cukup melimpah," pungkasnya. (es)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Industri Makanan dan Minuman Belum Dioptimalkan
27-06-2022 / KOMISI VII
Komisi VII DPR RI menilai industri makanan dan minuman nasional selama ini belum dioptimalkan secara maksimal. Ini terlihat saat perang...
Legislator Minta Kemperin Dorong Penguatan IKM Tingkatkan Daya Saing
27-06-2022 / KOMISI VII
Anggota Komisi VII DPR RI Hendrik Halomoa Sitompul meminta Pemerintah memperkuat Industri Kecil Menengah (IKM) dan aneka untuk peningkatan daya...
Curah Matahari Melimpah, Potensi Kembangkan Panel Surya di Daerah 3T
26-06-2022 / KOMISI VII
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno mengatakan, masih banyak daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) hinggasaat ini masih belum...
Industri Hasil Tembakau Butuh Regulasi Akomodatif
26-06-2022 / KOMISI VII
Industri Hasil Tembakau (IHT) butuh regulasi yang mampu mengakomodir semua kepentingan dari berbagai sektor. Industri rokok yang jadi produk turunan...