Komisi VI Terima Aspirasi Paguyuban Robot 'Trading Member' DNA Pro

25-05-2022 / KOMISI VI

Wakil Ketua Komisi VI Sarmuji foto bersama  usai RDPU dengan Paguyuban Robot Trading Member DNA Pro, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (25/5/2022). Foto: Oji/Man

 

Komisi VI DPR RI menerima aspirasi langsung dari tim kuasa hukum Robot Trading DNA Pro terkait permasalahan investasi yang dihadapi member DNA Pro. Aspirasi tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Paguyuban Robot Trading Member DNA Pro. DNA Pro sendiri merupakan platform yang menggunakan aplikasi robot trading yang dijual kepada para anggota DNA Pro.

 

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Sarmuji mengatakan telah mendengar aspirasi yang disampaikan Paguyuban Robot Trading Member DNA Pro. Aspirasi ini, nantinya akan diperjuangkan dan disampaikan dalam rapat dengar pendapat dengan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan.

 

"Semua pesan saya pikir sudah kita dengar, apalagi dari ibu Suwarni, tentu itu menambah dasar kita untuk memperjuangkan apa yang bapak ibu rasakan," ujar Sarmuji dalam RDPU dengan Paguyuban Robot Trading Member DNA Pro, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (25/5/2022).

 

Ia pun menambahkan, beberapa aspirasi yang disampaikan di antaranya adalah terdapat kontradiksi antara Bappebti dengan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri dimana Bappebti menyatakan bahwa robot trading adalah ilegal, sementara Kementerian Perdagangan telah memberikan legalitas berupa penerbitan surat izin usaha penjualan langsung (SIUPL) kepada DNA Pro.

 

"Kedua, belum ada upaya apapun dari Bappebti dan Kementerian Perdagangan untuk mendorong pengembalian dana kepada member robot trading. Bappebti dinilai terlalu lambat dalam menangani masalah robot trading sehingga kerugian dan korban semakin banyak," kata Sarmuji saat membacakan catatan rapat.

 

Lebih lanjut, di tengah penyegelan yang dialami DNA Pro, Kementerian Perdagangan justru melakukan penerbitan izin baru yaitu SIUPL berbasis risiko dengan mekanisme asesmen yang belum jelas. Untuk itu, percepatan regulasi terkait robot trading sangat diperlukan guna menertibkan investasi-investasi ilegal yang dapat merugikan masyarakat.

 

Dalam RDPU tersebut, salah satu member DNA Pro Suwarni menyampaikan keluhannya sebagai member DNA Pro yang merasa dirugikan karena tidak bisa mengambil kembali dana yang telah diinvestasikannya. Suwarni sebagai tukang urut, mengaku sangat dirugikan, apalagi seluruh tabungannya telah diinvestasikan.

 

"Saya memohon dengan sangat agar uang saya hasil urut itu bisa kembali lagi. Uang di tabungan saya sudah enggak ada lagi pak, semua saya taruh di DNA itu. Saya memohon dengan sangat ya pak," ungkap Suwarni. (bia/aha)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Andre Rosiade Soroti Beda Suara Menteri Soal Wacana Kenaikan Harga Mi Instan
11-08-2022 / KOMISI VI
Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade meminta menteri-menteri tidak membuat bingung rakyat akibat perbedaan pendapat. Ini menyusul isu terkait...
Pembangunan Daerah Terdepan dan Terluar Butuh Keberpihakan Pemerintah Pusat
11-08-2022 / KOMISI VI
Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuarina menegaskan bahwa pembangunan daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T) membutuhkan keberpihakan pemerintah pusat....
Husein Fadlulloh: Digitalisasi Layanan Informasi Bantu Bertumbuhnya UMKM
10-08-2022 / KOMISI VI
Anggota Komisi VI DPR RI Muhammad Husein Fadlulloh mengungkapkan digitalisasi layanan informasi dan komunikasi perlu dibangun untuk membantu mendorong bertumbuhnya...
DPR Dukung Pembangunan Industri Smelter Pertambangan di Kaltara
10-08-2022 / KOMISI VI
Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR RI dipimpin oleh Anggota Komisi VI DPR RI Deddy Yevri Hanteru Sitorus menggelar...