Jalin Hubungan 72 Tahun, Indonesia dan Tiongkok Junjung Tinggi Prinsip 'People to People Contact'

08-06-2022 / B.K.S.A.P.

Ketua Delegasi GKSB DPR RI – Parlemen Tiongkok Puteri Anetta Komarudin saat bertukar cinderamata usai memimpin Courtesy Call dengan Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Lu Kang di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Rabu (6/8/2022). Foto: Novel/nvl

 

Berorientasi pada prinsip 'people to people contact' selama 72 tahun, Ketua Delegasi Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI – Parlemen Tiongkok Puteri Anetta Komarudin mengapresiasi hubungan bilateral yang telah terjalin antara negara Indonesia dengan negara Tiongkok. Tentu saja, baginya, momen ini merepresentasikan kuatnya komitmen di antara kedua negara dalam berbagai sektor krusial.

 

“Kami merespon positif kerja sama bilateral ini, terutama dari sisi parlemen. Kerja sama yang saling menguntungkan serta resiprokal. Kami membicarakan ekonomi hijau yang inklusif dalam hubungan Indonesia-Tiongkok. Kita ingin realisasikan ke depannya,” tutur Puteri usai memimpin Courtesy Call dengan Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Lu Kang di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Rabu (6/8/2022).

 

Dalam pertemuan tersebut, politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu menyinggung soal adaptasi perubahan iklim melalui transformasi ekonomi hijau yang yang inklusif. Pasalnya, agenda ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Indonesia dengan kebijakan luar negeri Tiongkok, yaitu Belt and Road Initiative (BRI), yang nantinya akan berpengaruh terhadap percepatan ekonomi hijau yang inklusif.

 

Di sisi lain, ia pun menyoroti soal kemitraan perdagangan antar kedua negara. Dari sudut pandangnya, isu ini menjadi vital karena masing-masing negara telah berkontribusi besar secara ekonomi baik di ASEAN, maupun mancanegara. Sehingga, dirinya mendorong adanya transfer pengetahuan dan teknologi. 

 

Terakhir, Puteri menyambut dukungan Tiongkok demi terselenggaranya Presidensi G20, khususnya P20, di Indonesia. Mengusung tema ‘Stronger Parliament for Sustainability Recovery’, dirinya ingin  peran parlemen menjadi lebih kuat menghadapi proses pemulihan pasca pandemi secara berkelanjutan.

 

Sebagai informasi, DPR RI berkomitmen melaksanakan fungsi diplomasi parlemen, baik secara multilateral, regional, maupun bilateral, salah satunya melalui GKSB DPR RI dan National People's Congress (NPC) Republik Rakyat Tiongkok. Usai mengadakan Conference Call pada 3 Desember 2020, baik GKSB DPR RI dan NPC akan melanjutkan dengan kunjungan tatap muka untuk memperkuat hubungan kedua negara. (ts/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
DPR dan LSPR Jepang akan Rancang Kerja Sama Tangani Mental Disorders
03-02-2023 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua BKSAP DPR RI Mardani Ali Sera menerima tamu delegasi Jepang dari LSPR Institute of Communication and Business. Dalam...
DPR Dorong Diplomasi Parlemen untuk Mewujudkan Stabilitas di ASEAN
01-02-2023 / B.K.S.A.P.
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon menjelaskan pentingnya diplomasi parlemen guna mewujudkan stabilitas di kawasan...
Dewi Coryati: Parlemen Indonesia Dukung Keterwakilan Perempuan dalam Proses Perdamaian
01-02-2023 / B.K.S.A.P.
Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Dewi Coryati menegaskan, parlemen Indonesia mendukung partisipasi dan keterwakilan perempuan dalam...
Gilang Dhielafararez Kecam Kunjungan Menteri Israel di Kompleks Al-Aqsa
31-01-2023 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Gilang Dhielafararez mengecam kunjungan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir...