Indonesia-Tiongkok Sepakat Perkuat Kerja Sama Demi Terciptanya Pembangunan Strategis Berkelanjutan

09-06-2022 / B.K.S.A.P.

Ketua GKSB DPR RI-Parlemen Tiongkok Puteri Anetta Komarudin saat foto bersama usai memimpin Courtesy Call dengan Dubes Tiongkok untuk Indonesia Lu Kang di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Rabu (6/8/2022). Foto: Novel/nvl

 

Sebagai dua negara yang mampu mencatat pertumbuhan ekonomi di tengah situasi pelik, Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI-Parlemen Tiongkok Puteri Anetta Komarudin mendorong kerja sama Indonesia-Tiongkok demi terciptanya pembangunan strategis berkelanjutan, baik antar pemerintah, antar individu, maupun antar parlemen. Menurutnya, kerja sama ini berpotensi menjadi solusi untuk dunia.

 

“Walaupun di tengah pandemi, Indonesia dan Tiongkok adalah mitra dagang yang saling menguntungkan dan potensial. Kedua negara berkontribusi besar bagi perekonomian dunia. Tiongkok sebagai salah satu ekonomi terbesar di dunia dan Indonesia sebagai ekonomi terbesar di ASEAN. Melalui hubungan baik ini, kami yakin Indonesia dan Tiongkok terus bersinergi untuk memperkuat kerja sama yang mendorong pembangunan baik secara G to G, people to people, termasuk antar parlemen,” ungkap Puteri usai memimpin Courtesy Call dengan Dubes Tiongkok untuk Indonesia Lu Kang di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Rabu (6/8/2022).

 

Lebih lanjut, Anggota Fraksi Partai Golongan Karya (F-Golkar) DPR RI itu memaparkan Tiongkok menjadi salah satu negara yang mampu mencatat pertumbuhan ekonomi yang tinggi di tengah pandemi, yaitu sebesar 8,1 persen pada tahun 2021. Pada tahun yang sama, neraca perdagangan Indonesia dan Tiongkok melonjak signifikan sebesar 58,43 persen dibandingkan capaian tahun 2020. Sehingga, ia menegaskan DPR RI berkomitmen mendukung sinergi antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Tiongkok di berbagai sektor.

 

“Tentunya, dengan melibatkan dukungan dari hubungan yang erat antar masyarakat di kedua negara sebagai dasar kesuksesan kerjasama bilateral selama ini. Yaitu, mengedepankan prinsip resiprokalitas yang bernilai tambah dan berkeadilan, serta dilandasi kepercayaan dan rasa hormat yang mendalam antar kedua negara,” tandas Anggota Komisi XI DPR RI itu.

 

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Lu Kang menyampaikan Tiongkok menyambut dengan terbuka untuk mempertahankan jalinan kerjasama dengan Indonesia selama 72 tahun. Tidak hanya itu, jelasnya, Tiongkok telah menemukan model ekonomi yang mampu mengentaskan kemiskinan. Maka, Dirinya memastikan akan ada transfer teknologi dan pengetahuan maupun pengembangan proyek strategis. Turut hadir dalam pertemuan tersebut, anggota GKSB DPR RI-KRN RRT yaitu Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto, Anggota Komisi I DPR RI Sugiono, dan Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan. (ts/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Gelar 'Executive Briefing', DPR RI Siap Sukseskan Presidensi dan Sidang AIPA ke-44
23-01-2023 / B.K.S.A.P.
Indonesia secara resmi telah menerima tongkat estafet Keketuaan ASEAN atau Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN tahun 2023 dari Kamboja. Di...
Pemkab Bogor Perlu Implementasikan SDGs Guna Selesaikan Persoalan Ketahanan Pangan
22-01-2023 / B.K.S.A.P.
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk mengimplementasikanSustainable Development Goals(SDGs)...
GKSB Indonesia-Korea Selatan Buka Potensi Kerja Sama Bidang Pertanian
19-01-2023 / B.K.S.A.P.
Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI - Parlemen Korea Selatan Edward Tannur menekankan kerja sama Indonesia dan Korea...
GKSB Indonesia-Perancis Pastikan Kerja Sama Kedua Negara Jadi Lebih Erat
18-01-2023 / B.K.S.A.P.
Ketua Grup Kerjasama Bilateral (GKSB) Indonesia-Prancis Hetifah Sjaifudian menerima kunjungan Senat Perancis Mr. Damien Regnard yang didampingi oleh Sekretaris Satu...