BKSAP: P20 Momentum Perkuat Kolaborasi Parlemen Untuk Hadapi Tantangan di Masa Depan

15-06-2022 / B.K.S.A.P.

Ketua BKSAP DPR RI Fadli Zon saat sesi foto bersama usai Diskusi Pendahuluan P20: Menuju Pertemuan Ke-8 Forum Ketua Parlemen Negara G20 (P20), Rabu (15/6/2022). Foto: Agung/nvl

 

Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI merupakan motor parlemen Indonesia dalam melaksanakan diplomasi dengan parlemen di seluruh dunia. Maka dari itu, menurut Ketua BKSAP DPR RI Fadli Zon, momentum P20 dengan Indonesia sebagai tuan rumah akan memperkuat jalinan kolaborasi parlemen-parlemen di negara G20 tersebut dalam menghadapi tantangan dunia di masa depan. 

 

"Sehingga diplomasi parlemen ini terus menjalin koordinasi, kolaborasi, komunikasi dengan semua pemangku kepentingan dalam rangka memberi dukungan penuh kepada pemerintah Indonesia, ini jadi kunci keberhasilan kepemimpinan Indonesia di G20," ujar Fadli saat membuka Diskusi Pendahuluan P20: Menuju Pertemuan Ke-8 Forum Ketua Parlemen Negara G20 (P20), Rabu (15/6/2022). 

 

Lebih lanjut ia memaparkan bahwa kepemimpinan Indonesia di G20 juga merupakan satu momentum yang berharga untuk menunjukkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar serta prospektif. Mengingat Indonesia merupakan salah satu negara demokrasi terbesar di dunia dengan jumlah populasi penduduk nomor empat terbesar dan punya potensi ekonomi yang juga sangat besar.

 

"Oleh karena itu kepemimpinan kita diuji. Tidak sekedar menunjukkan kapasitas di level global namun juga seharusnya bisa menjadi refleksi cita-cita Luhur konstitusi kita yaitu ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial," urai Fadli.

 

Dalam kesempatan yang sama, bertindak sebagai moderator diskusi, Wakil Ketua BKSAP DPR RI Putu Supadma Rudana mengatakan pertemuan Forum Ketua Parlemen Negara G20 atau P20 nanti merupakan momentum bersama untuk menyelesaikan tantangan global.

 

"DPR RI punya peran strategis dalam keketuaan Indonesia di G20. P20 merupakan momentum bersama parlemen negara-negara G20 untuk mencari solusi menyelesaikan tantangan global," kata Putu. 

 

Adapun ia memaparkan terdapat empat isu prioritas yang dibahas dalam forum P20. Di mana, terdiri dari pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau, ekonomi inklusif dan masyarakat yang kuat, parlemen efektif dan demokrasi yang kuat, serta kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. 

 

Isu-isu tersebut, menurut Guru Besar FEB Universitas Padjajaran Arief Anshory Yusuf berkaitan langsung dalam rangka mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) yang tidak ingin meninggalkan siapapun dalam proses pembangunan. Bagian dari agenda global itu mampu mendesak negara menerapkan skala prioritas serta mendorong target-target pembangunan dapat tercapai. (aha) 


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Fadli Zon: Prangko Identitas Negara dan Sarana ‘Second Track Diplomacy’ Antarwarga
05-08-2022 / B.K.S.A.P.
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon menilai kehadiran prangko dapat menjadi identitas suatu negara, seperti...
Sambut G20 dan P20, Fadli Zon Hadirkan Kompetisi dan Pameran Filateli Dunia
05-08-2022 / B.K.S.A.P.
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen Dunia (BKSAP) DPR RI Fadli Zon menghadirkan Kompetisi dan Pameran Filateli Dunia (World Stamp...
Perluas Kerja Sama Perdagangan dan Kemudahan Investasi, Ketua GKSB DPR Terima Dubes Georgia
03-08-2022 / B.K.S.A.P.
Hubungan bilateral Indonesia-Georgia yang telah terjalin selama hampir 30 tahun, terus mengalami penguatan di berbagai lini. Untuk itu, Ketua Grup...
BKSAP Ingatkan Solusi Adil Bagi Palestina-Israel di Pertemuan Komisi Timur Tengah IPU
29-07-2022 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Mardani Ali Sera menghadiri pertemuan ke-73 Committee on Middle East...