Bahas Isu Bilateral, Ketua GKSB Indonesia-Kanada Diskusi dengan Kemenlu

05-07-2022 / B.K.S.A.P.

Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI-Parlemen Kanada Sari Yuliati usai pertemuan di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Selasa (5/7/2022). Foto: Prima/Man

 

Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI-Parlemen Kanada Sari Yuliati melakukan pertemuan dengan Direktur Amerika I Kementerian Luar Negeri RI Iwan Freddy Hari Susanto. Pertemuan tersebut dilakukan untuk berdiskusi dan mendengarkan berbagai perkembangan isu-isu bilateral antara Indonesia dengan Kanada.


Dalam pertemuan tersebut, Sari menyebut ada tiga poin isu yang menjadi bahan untuk dibahas bersama dengan Duta Besar Kanada nantinya. Yang pertama adalah isu mengenai kerjasama bidang kesehatan. "Tadi kita sempat melakukan diskusi dengan kemenlu kira-kira apa yang GKSB Kanada bisa lakukan. Yang pertama itu kita mengambil kesimpulan bahwa kita akan mendorong kerjasama persoalan pandemi Covid-19 baik dalam hal penanganan maupun yang lainnya terkait kerjasama vaksin dan alat kesehatan," ujarnya usai pertemuan di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Selasa (5/7/2022).


Selanjutnya, isu menyangkut pemulihan ekonomi juga turut dibahas dengan menekankan kerjasama dalam hal perdagangan dan investasi, seperti dengan peluang kerja sama perdagangan dan investasi melalui adanya 'Comprehensive Economic Partnership Agreement' (CEPA) antara Indonesia dengan Kanada. 


"Saya juga berharap dalam kerjasama perdagangan investasi ini saya ingin membawa isu soal kerjasama tentang fertilizer atau pupuk yang saat ini sedang dibicarakan orang, bahwa di mana-mana kita bermasalah atau kekurangan pupuk dan yang kedua adalah soal gandum, gandum ini juga tren isunya juga naik bahwa kita juga kekurangan gandum," imbuhnya.


Selain itu, terkait dengan kerjasama parlemen yang selama ini telah terjalin antara parlemen Indonesia dengan parlemen Kanada serta kerjasama yang lebih luas dengan parlemen di ASEAN, Sari berharap hal tersebut dapat terus ditingkatkan karena dinilai akan berdampak sangat baik bagi bangsa.


"Semakin banyak kerjasama non bilateral tentunya akan sangat baik untuk bangsa dan negara ini dan kebetulan juga tahun ini adalah 70 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Kanada, jadi momentum ini sebaiknya juga bisa kita gunakan untuk meningkatkan hubungan kerjasama antar parlemen Kanada dan Indonesia," tutupnya. (bia/aha)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
DPR dan LSPR Jepang akan Rancang Kerja Sama Tangani Mental Disorders
03-02-2023 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua BKSAP DPR RI Mardani Ali Sera menerima tamu delegasi Jepang dari LSPR Institute of Communication and Business. Dalam...
DPR Dorong Diplomasi Parlemen untuk Mewujudkan Stabilitas di ASEAN
01-02-2023 / B.K.S.A.P.
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon menjelaskan pentingnya diplomasi parlemen guna mewujudkan stabilitas di kawasan...
Dewi Coryati: Parlemen Indonesia Dukung Keterwakilan Perempuan dalam Proses Perdamaian
01-02-2023 / B.K.S.A.P.
Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Dewi Coryati menegaskan, parlemen Indonesia mendukung partisipasi dan keterwakilan perempuan dalam...
Gilang Dhielafararez Kecam Kunjungan Menteri Israel di Kompleks Al-Aqsa
31-01-2023 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Gilang Dhielafararez mengecam kunjungan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir...