Christina Aryani Nilai Kunjungan Presiden ke Korsel Perkuat Kemitraan Antara Dua Negara

01-08-2022 / KOMISI I

Anggota Komisi I DPR RI Christina Aryani. Foto: Jaka/nvl

 

Anggota Komisi I DPR RI Christina Aryani mengatakan kunjungan Presiden Joko Widodo ke Korea Selatan pada Kamis (28/7/2022) lalu memperlihatkan hubungan yang kuat antar kedua negara. Ia menilai hasil pertemuan pimpinan kedua negara tersebut diharapkan berdampak positif terhadap perekonomian Indonesia.

 

“Kunjungan Presiden Jokowi ke Korea Selatan dalam rangkaian kunjungannya ke Beijing dan Tokyo semakin memperlihatkan kemitraan strategis kita dengan Korea Selatan," kata Christina dalam keterangan pers yang diterima Parlementaria, Senin (1/8/2022).

 

Christina menyampaikan, sehari sebelumnya delegasi Komisi I DPR RI juga berada di Korea Selatan dalam rangka tugas pengawasan kinerja Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Dalam kunjungan tersebu, Komisi I DPR memastikan beberapa isu yang harus dikawal dengan baik untuk memperkuat diplomasi RI di Korsel. "Diplomasi tersebut seperti ekonomi, budaya, pariwisata, perlindungan WNI, dan menjajaki kemungkinan peluang kerja di luar sektor manufacturing dan perikanan bagi pekerja migran Indonesia," ujarnya.

 

Selain isu ekonomi, kata politisi Partai Golkar tersebut, Komisi I DPR RI memberikan beberapa catatan terkait perlindungan pekerja migran Indonesia seiring dengan dimulainya lagi pengiriman PMI ke Korsel. Menurut dia, Korsel adalah investor terbesar keenam di Indonesia sehingga sangat wajar Presiden Jokowi memberi perhatian khusus dalam kunjungannya, terutama Presiden sendiri yang menghadiri pertemuan-pertemuan dengan para CEO perusahaan Korea Selatan.

 

"Ini memperlihatkan komitmen pemerintah memastikan Korsel adalah mitra strategis kita di bidang ekonomi, sekaligus memperlihatkan iklim investasi Indonesia saat ini yang kian kondusif," kata legislator daerah pemilihan (dapil) DKI Jakarta II tersebut. Dia menilai kunjungan yang dilakukan Presiden Jokowi turut menguatkan diplomasi RI di Korsel yang selama ini sudah dilakukan dengan baik oleh perwakilan RI di Seoul.

 

Dari pertemuan dengan KBRI, Christina mengapresiasi inisiatif terbentuknya fungsi di KBRI untuk mendorong ekraf, digital, percepatan start up, dan diplomasi publik. "Kami mendorong KBRI untuk mengupayakan agar pekerja migran kita kita bisa merambah sektor lain di luar perikanan dan manufaktur. Karena ada potensi PMI kita untuk masuk pada bidang-bidang lain, misalnya pertanian," ujar Anggota Badan Legislasi DPR RI itu. (tn/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Jelang KTT G20 di Bali, Komisi I Cek Kesiapan BIN Bali
01-10-2022 / KOMISI I
Panitia Kerja (Panja) Persiapan G20 Komisi I DPR RI mengadakan pertemuan dengan Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Bali, di Badung,...
Apresiasi MoU dengan Setjen DPR, Dave Fikarno Harap RRI Ikut Andil dalam Sosialisasi UU
29-09-2022 / KOMISI I
Anggota Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno berharap adanya kerja sama berupa nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU)...
Legislator Menyayangkan Keputusan Panglima TNI Turunkan Syarat Tinggi Badan Calon Taruna
29-09-2022 / KOMISI I
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa merevisi aturan Panglima TNI Nomor 31 Tahun 2020 dengan tujuan untuk mengakomodasi kondisi umum remaja...
Utut Adianto: Koordinasi Pembangunan Infrastruktur TI dan Ekosistem Digital di Sumbar Perlu Ditingkatkan
28-09-2022 / KOMISI I
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto meminta Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Infomasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...